[Sajak] Cermin dan Air Laut

Suatu pagi yang cerah, berkicau burung menyambut pagi dengan keseruannya mengabdi pada ilahi rabbi. Bila pagi tiba, tiadalah berusaha dengan menggapai isi hati, menatap barisan yang tidak kau mengerti. Demikian yang tertera dalam sebuah situasi Tertera dengan demografi, mahami antara satir dan imajinasi Ketika semua menyeru, seakan aku berada dalam seruan Turun berkicau dalam pencercaan... Continue Reading →

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: