Catatan yang Hilang

Sudah sewindu Betari Kresna menunggu, tetapi tak ada batas di antara waktu dan aku, sehingga dia hanya bisa menunggu tanpa tahu bahwa Sang Waktu sudah menanti di batas waktu. Rindu. Catatan yang hilang di antara belatara kata yang ditemukan Mawangi pada jeda hidupnya yang kian berada pada dasawarsa kehidupan jingga. Adakalanya Mawangi diam terkungkung pada... Continue Reading →

10 Hari Terakhir Ramadhan [Sajak]

Mengejar sang waktu, itu ada di sepuluh hari akhirmu Bukan itu... Ternyata aku berada dalam kelalaian buntu Ketika sang waktu menjalankan tugas-Mu Aku malah terpekur dengan kemalasan tiada hasta Sedang sekarang, aku berlipat-lipat mengejarmu Dengan menyeret-nyeret tugasku, di antara waktu-Mu yang sudah ada dalam penetapan-Mu Seakan menegaskan, bahwa aku berada dalam kerugian Demi wanci Aku... Continue Reading →

[Fiksi] Tahu

Sejumput aku di antara saru Aku berada dalam banyak tahu Aku berada dalam kurang tahu Seakan aku tahu, padahal aku tidak tahu Aku tahu, aku tidak tahu Sekerat daging aku cari Di antara rongga dan tulang Itukah hati atau jantung? Aku hati Aku jantung Berada di antara dua tulang yang aku tidak tahu Aku, pengejawantahan... Continue Reading →

[Sajak] Cermin dan Air Laut

Suatu pagi yang cerah, berkicau burung menyambut pagi dengan keseruannya mengabdi pada ilahi rabbi. Bila pagi tiba, tiadalah berusaha dengan menggapai isi hati, menatap barisan yang tidak kau mengerti. Demikian yang tertera dalam sebuah situasi Tertera dengan demografi, mahami antara satir dan imajinasi Ketika semua menyeru, seakan aku berada dalam seruan Turun berkicau dalam pencercaan... Continue Reading →

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: