Melati

Setiap kali Melati melihat layar laptop, dia langsung pergi meninggal Kartaga dalam diam. Awalnya Kartaga tidak memerhatikan tingkah Melati yang seperti enggan melihat monitor atau laptop. Selarut malam Kartaga masih terjaga, dia masih di depan layar laptopnya. Melati sudah masuk ke dalam kamar meninggalkannya duluan. Tidak luas ruang belajar sekaligus perpustakaan mereka. Tumpukan buku berbaris... Continue Reading →

Advertisements

Anjani

Langit gelap, sang surya sedang jalan-jalan di belahan bumi lain. Kali ini tempat dan waktu sekarang sedang ditemani sepotong cahaya rembulan, dan kerlip bintang yang kadang terlihat, seringnya tertutup debu, awan dan sejenis makhluk lainnya yang tidak terlihat oleh mata yang terbatas ini. Ketika Anjani memecah ruang dengan teriakan, bahwa apa yang sebenarnya tujuan hidup... Continue Reading →

Aji Luhung

Aji luhung lain keur ukur Aji luhung lain keur raksa Aji luhung ayana darma Darma jalma ka nu maha kawasa Cing teang ka sagara Moal aya harta nu nyampak Jug jugjug unggal gunung, moal aya anu napak Ilaing geus musti gusti, matak lampah paripolah keur nu maha kawasa Tunggal sawenang moal menggas ku cadas Coba... Continue Reading →

Perjalanan Andini

Sejuk dalam dinginnya udara pagi. Sayup-sayup terdengar suara kicau burung di antara debur ombak lembut di pesisir pantai. Fitria dan Juwarna berlari-lari riang di halaman rumah. Sebuah perubahan dalam dimensi waktu yang tidak dimengerti oleh Prasetya dan Andini. Jayakerta menjadi kota yang begitu segar dan menyenangkan. Sebuah perubahan yang dilakukan oleh Prasetya dalam bilik ruang... Continue Reading →

Tepi Waktu

Sejenak dalam relung tak bertepi Aku mencari surgawi dalam imajinasi Ternyata aku belum berada dalam ranah yang aku pahami Sejak dalam relungku, aku ada dalam tepian waktu Inikah surgaku Bukan dalam lambaian satu-satu Tetapi ketika aku sadar waktu Tuhan ada dalam desah napasku Perjalananku sudahkah dalam titian-Mu Terlahir seperti angin dan debu Bagian dalam penciptaan-Mu... Continue Reading →

Cinta dalam Sepotong Gula Aren

Asap membumbung tinggi dari dapur yang masih memakai tungku kayu bakar. Harum wangi aren tercium khas dari balik dapur berbilik bambu. Aroma air aren di atas tungku, mengingatkan akan Emak yang sering mengolah air aren menjadi gula merah. "Gula Aren ini lahir dari cinta kasih. Manis legit dalam setiap gigitannya hasil dari proses saling menyayangi."... Continue Reading →

Nun, Aku Belum Tahu

Jejak dalam kibaran tak bertuan Aku melangkah di antara jarik dan rasa Sepertinya menghitam dalam gelap dan lelap Entah itu nikmat atau kebiasaan Semua menjadi runyam dalam ingatanku yang sejengkal Seperti kekasih yang tak berperi Dalam aliran yang tidak aku mengerti Aku kira itu hanya lari Tetapi entahlah, hanya sanubari yang tak terilhami Perjalanan jarak,... Continue Reading →

Sajak Jalan

Hidup dengan menjalankan perjalanan yang sudah ditetapkan. Berjalan dengan keinginan Tuhan. Lalu bagaimana dengan keinginanku sendiri, bukankah aku ada bagian dari keinginan Tuhan. Pernyataan yang berat sekaligus ringan. Tetapi itu yang menjadi titik poin dalam membentuk posisi dan superposisi. Keadaan diri berada dalam level yang belum diketahui, yang memaknai dalam kehidupan dan perjalanan. Kadang ada... Continue Reading →

Kareta

Kareta nu panjang leuwih ti titinggi, lir wirahma rasa dina diri. Kuring neuteup ciri nu teu pasti, pertanda anu kuring sorangan teu ngarti. Naon anu geus karandapan ku kuring, nepi sora kareta sarua jeung gumuruhna rasa. Kuring resep naek kareta. "Baheula anjeun naek kareta kuda. Nembus gunung jeung mayapada. Mun ras aya dunya. Anjeun Malay... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: