Setiap orang memiliki persepsi dan prasangkanya masing-masing, tetapi  prasangka tersebut jangan sampai terjebak pada su’udzan, apalagi fitnah.

Ketika sebuah tuduhan dengan menutup pintu rezeki orang lain, maka di sana sudah menutup pintu-pintu rezekimu. Prasangka yang bergulir menjadi fitnah, akan berujung pada pangkal lidahnya yang tak bertuah.

Bayang-bayang kekhawatiran akan menjadi hantu, yang terus membuat ketakutan tak bertepi oleh pikiran sendiri.

Ketika sebongkah hati yang terlukai menjadi bagian yang menunjukan bahwa itu nesta maja utama yang menjadi hunusan pedang melukai diri sendiri.