Indonesia Creators Economy (ICE), Platfrom Para Kreator Indonesia menjadi daya tarik bagi para netizen yang kreatif. Memasuki era digital sekarang ini, media massa bukan hanya sekedar menjadi khalayak atau penonton, tetapi dengan menggunakan digital media, terutama media sosial, netizen bisa menjadi penikmat media dan yang memproduksi konten media. Ketika Marshall McLuhan pada tahun 1970-an menyebutkan bahwa medium is the massage, yaitu media itu pesan, pada bukunya yang berjudul understanding media (1964), pernyataan tersebut dimaknai bahwa sesungguhnya media itu dapat membentuk dan mengontrol skala, serta membentuk asosiasi dan tindakan manusia. Dapat dikatakan bahwa pesan dapat tercipta jika media tersebut dimanfaatkan secara maksimal, karena media membentuk pola dalam aktivitas manusia. Tidak heran kalau McLuhan juga menyebut media internet sebagai global village, karena satu dengan lainnya terhubung tanpa batas waktu dan wilayah.

Bicara media, biasanya berkaitan dengan khalayak, yang mana berperan dalam hal penayangan suatu informasi, karena respon khalayak tersebut dapat memengaruhi postingan media tersebut. Global village ini terhubung pada platform media sosial yang dapat dipilih dan dinikmati penggunaannya, baik itu sebagai penonton maupun pembuat postingan. Hadirnya Indonesia Creators Economy (ICE) menjadi salah satu platform yang dapat digunakan dalam mengembangkan kreativitas, yang ICE menawarkan kolaborasi tanpa batas antara brand dan kreator.

Melalui teknologi digital, ICE hadir dengan mengklaim sebagai kreator terbesar di Indonesia. Tentunya bagi saya, adanya ICE membantu kami dalam mengembangkan kreativitas dan membangun usaha sebagai kreator di dunia digital. Visi dari ICE adalah untuk mendemokratisasi creators economy di Indonesia melalui teknologi. Dari sini saya menafsrikan bahwa ICE menjadi ladang usaha para kreator dalam mendapatkan job atau pekerjaan. Membangun ekonomi kreator pada dasarnya bukan hanya membentuk para netizen yang kreatif menjadi pekerja, tetapi bisa menjadi pengusaha yang dengan secara bebas memilih atau menentukan pilihan dalam mendapatkan pekerjaan.

Indonesia Creators Economy (ICE) ini berada di bawah naungan IDN Media yang mana perusahaan media platform untuk milenial dan generasi Z, dengan visinya mendemokratisasi informasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Tidak heran apabila ICE memiliki tim yang berpengalaman, startegi pemasaran yang dirancang khusus, dan teknologi terdepan. Generasi milenial dan Z sudah terbiasa dengan dunia digital, maka ICE bisa menjadi rumah bagi para kreator dalam berkreativitas tanpa batas dan memiliki dampak yang luas. William Utomo selaku COO IDN Media menyebutkan bahwa ICE menawarkan kolaborasi tanpa batas antara brand dan kreator dengan sistem kerja yang lebih mudah dan efektif. Tidak heran apabila ICE memiliki tim yang berpengalaman, strategi pemasaran yang dirancang khusus, dan teknologi terdepan. Generasi milenial dan Z sudah terbiasa dengan dunia digital, maka ICE bisa menjadi rumah bagi para kreator dalam berkreativitas tanpa batas dan memiliki dampak yang luas.

ICE menjadi bagian ekosistem IDN Media. Winston Utomo selaku CEO IDN Media menyebutkan bahwa peluncuran ICE sebagai memberi kontribusi positif yang masif bagi dunia kreator Indonesia. Dalam hal ini, ada lima layanan ICE, yaitu content creator marketing, content creator trading, content creator representation, financial technology solutions, dan brand & product development. Sebagai netizen dan blogger, adanya Indonesia Creators Economy (ICE), Platfrom Para Kreator Indonesia menjadi peluang bagi saya untuk terus berkembang dan berkarya dalam industri kreatif digital.