Tumbuh Berpikir Positif di Masa Pandemi

Ketika sedang masa gelisah, terkadang semua hal menjadi lemah. Hati menjadi galau dan ragu terhadap sesuatu, maka menjadi tenang itu bukan hal yang mudah, tetapi membutuhkan waktu, suasana dan persepsi yang positif. Di saat pandemi ini, semua serasa berada pada ketidakpastian, terutama tentang pekerjaan dan rencana hidup yang terjebak di ruangan. Hal tersebut seringkali menambah kegelisahan, bagaimana tumbuh berpikir positif di masa pandemi?

Pertanyaan yang membutuhkan kontemplasi untuk menemukan diri menjadi lebih baik dengan persepsi yang baik. Ada beberapa hal yang terkadang menjadi lupa atau terlupakan karena urusan yang sesungguhnya ada tetapi tidak ada, tidak ada tetapi ada. Jejak dalam perjalanan hidup sebetulnya bisa menjadi penjabaran tentang hakikat diri dan hidup di dunia ini.

Pandemi ini mengajarkan tentang kehidupan, hidup dengan persepsi positif dan bersyukur tentang hidup. Bagi muslim, tentu mengenal dengan surah Al Ashr yang pada dasarnya mengajarkan tentang prinsip hidup agar tidak rugi.

  1. Orang yang beriman. Orang yang beriman ini adalah orang yang memiliki keyakinan. Keyakinan ini tidak mudah juga bagi orang yang sering dihinggapi keraguan. Keyakinan membutuhkan perjuangan dalam membangun persepsi dan prasangka positif, sehingga keyakinan muncul pada setiap aktivitas. Kenapa harus yakin? Yup, keyakinan ini menjadi seiring dan selaras pada kehidupan yang mana ketika mengerjakan sesuatu, maka dengan keyakinan menunjukan 50 persen keberhasilan, 50 persen lagi usaha. Usaha yang disertai dengan yakin berhasil, maka itu berpotensi dapat memunculkan kreativitas. Ketika melakukan sesuatu dengan keyakinan berhasil, maka dia akan melakukan segala cara yang membuat apa yang dikerjakannya berhasil. Oleh karena itu, keyakinan adalah lima puluh persen menuju keberhasilan.
  2. Orang yang berbuat baik atau beramal saleh. Dalam hal ini, bagaimana pentingnya melakukan perbuatan baik, sebagai bentuk dari tindakan yang sehari-hari dilakukan. Berbuat baik, disebut juga dengan akhlak, yang menunjukan perbuatan dan perkataan yang mulia. Rasulullah saw bersabda, sesungguhnya aku dilahirkan di muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak. Dari sini menunjukan bahwa akhlak itu tugas dari manusia itu sendiri di dunia. Akhlak tidak lepas dari komunikasi, maka komunikasi yang baik dan efektif turut mendukung menjadi akhlak mulia.
  3. Saling mensehati dalam kebenaran. Dalam hal ini, adanya saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran, maka komunikasi yang digunakan pun komunikasi efektif dan persuasif sehingga dapat mengubahnya menjadi lebih baik.
  4. Saling mensehati dalam kesbaran. Tepat saatnya di kala pandemi dengan berbagai cobaan hidup, kita saling menasehati dalam kesabaran.

google-site-verification=rug_CpsLEL_STCr9CbMDA1jDXzpqIIitMysFmoBzOe8

Demikianlah, semoga kita dapat menjalankan 4 prinsip hidup tersebut, dan tumbuh berpikir positif di masa pandemi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: