Tiga Makna Toleransi di Masa Pandemi

Tidak mudah memang untuk menerima perubahan baru dalam berkehidupan. Mengubah kebiasaan tidak seperti membalikan telapak tangan bagi yang kurang beradaptasi. Sudah setengah tahun lebih, Indonesia berada di masa pandemi Covid 19, protokoler kesehatan pun sudah ditetapkan, tetapi masih banyak yang melanggar. Sesungguhnya dalam protokoler kesehatan tersebut ada tiga makna toleransi di masa pandemi sangat penting.

Masa Pandemi

Sejak penetapan pandemi dunia oleh WHO, setiap negara mulai waspada, masyarakat pun mulai gelisah dan merasa tidak aman. Pencarian berita pandemi Corona selalu menjadi yang pertama, karena berita tersebut mengabarkan duka, kematian dan resesi ekonomi.

Pengendalian kesehatan pun ditetapkan untuk mencegah wabah menyebar, stabilitas ekonomi pun mulai berguncang. Pemerintah menganjurkan protokoler kesehatan, untuk mencegah, sekaligus mengharapkan memangkas virus. Namun, Indonesia berada pada urutan yang tinggi sebagai negara yang terkena pandemi.

Berita kematian sudah menjadi sehari-hari, belum lagi dengan pengangguran masal dan susahnya dalam berikhtiar atau bekerja. Pandemi yang belum tahu kapan berakhir ini mengajak untuk beradaptasi dan bertahan hidup dengan virus Covid 19, musuh yang tidak terlihat.

Ketika pandemi datang, pemerintah sudah menetapkan untuk jaga jarak sosial dan menggunakan masker. Tidak mudah memang bagi yang tidak terbiasa menggunakan masker, karena terasa engap atau sesak napas. Namun, menjaga jarak sosial dan masker tersebut menjadi senjata mempertahankan diri dalam perang melawan virus.

Pandemi ini tidak terbayangkan sebelumnya, suatu proses perjalanan yang mengajak beradaptasi dan bertahan hidup. Karena adanya pandemi ini memengaruhi hampir segala lini kehidupan, dari mulai ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Banyak warga yang kehilangan pekerjaannya karena untuk menjaga jarak sosial, ada karantina dan pembatasan pekerjaan yang berkumpul, sehingga banyak yang bekerja di rumah.

Dalam pembatasan sosial dan peraturan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, ternyata masih banyak yang tidak mematuhinya. Padahal, berdasarkan data kawalcovid.id, pada 22 September 2020, ada 252923 yang terkonfirmasi positif, 58788 yang dalam perawatan, 184298 yang sembuh dan 9837 yang meninggal di Indonesia.

Adapun berdasarkan data Satuan Gugus Depan Covid, pada 21 September 2020, ada 248852 yang terkonfirmasi, 180797 yang sembuh dan 9677 yang meninggal. Dari data tersebut terlihat ada kenaikan yang signifikan per harinya. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

Tiga Makna Toleransi

Pada dasarnya, orang yang mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, orang tersebut bisa dikatakan adalah orang yang memiliki toleransi. Karena dengan menjaga jarak sosial dan bermasker, selain melindungi diri sendiri, termasuk juga dengan melindungi orang lain.

1. Jaga jarak sosial

Peraturan jaga jarak sosial ini telah menjadi peraturan oleh pemerintah daerah, seperti Jakarta, yang beberapa kali menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial). Peraturan ini pada dasarnya sebagai salah satu usaha pemerintah dalam menekankan masyarakat wajib tinggal di rumah. Membiasakan diri tinggal di rumah, dengan memilih tidak keluar rumah bila mendesak, maka itu menjadi bentuk penjagaan terhadap diri dan keluarga.

Jaga jarak sosial bukan berarti mencegah bersosialisasi dan bersilaturahmi, dengan teknologi komunikasi, proses bersosial bisa dijalankan dengan teknologi. Perbedaan dan jarak bukan halangan untuk berkomunikasi. Dengan jaga jarak sosial ini memiliki makna toleransi untuk masing-masing menjaga kesehatan, malah saya melihat sebagai saling melindungi dengan jaga jarak.

2. Bermasker

Menggunakan masker menjaga sangat penting bila keluar rumah, maka hal tersebut memiliki arti untuk menghormati dan menjaga orang lain.

3. Cuci tangan

Rajin cuci tangan memiliki makna sebagai bentuk toleransi. Cuci tangan ini sebagai bentuk perlindungan pada diri, setelah diri sehat, maka keluarga pun terlindungi.

Ketika hal di atas dilakukan, maka memiliki tiga makna toleransi di masa pandemi yang saling menghormati dan melindungi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: