Jakarta – London 30.000 Km; Kisah Perjalanan Stephen Langitan Menjelajah Antar Negara dengan Motor

Tidak terbayang sebelumnya oleh saya kalau ada yang dapat menempuh perjalanan dengan motor, apalagi ini antar negara, Jakarta – London 30.000 Km, kisah Stephen Langitan menjelajah antar negara dengan motor menjadi inspirasi bagi saya untuk lebih meluas lagi dalam jalan-jalan ke manca negara.

Alhamdulillah, Sabtu, 5 September 2020, telah berlangsung talkshow lewat IG Live dengan narasumber Stephen Langitan, yang moderatornya Ani Berta selaku Founder Komunitas Indonesia Sosial Blogpreneur. 

Stephen Langitan adalah seorang blogger otomotif sejak tahun 2007. Awal inspirasi ngeblog ketika mengikuti komunitas motor, kemudian memotret dan menulis pengalaman perjalanan bermotor. Ketika menulis, Stephen menulis semua hal saat touring, dari jenis motor, oli dan segala yang terjadi di perjalanan.

Dari tulisan tersebut, terbangun personal branding sebagai blogger otomotif. Menulis di blog pun dilakukan oleh Stephen secara kontinu atau terus menerus, yang bermula seminggu satu tulisan, kemudian meningkat menjadi seminggu dua tulisan, serta saat menulis di blog, ditulis berdasarkan pengalaman. Di media sosial, maka tulis dengan tidak ada penilaian.

Dari paparan Stephen di atas menunjukan bahwa dalam membangun personal branding itu harus memiliki tiga hal, yaitu: 

  1. Kontinyu atau terus menerus menulis. Dari paparan di atas menunjukkan bahwa membiasakan menulis dengan rutin, seperti yang dijalankan oleh Stephen yang awalnya seminggu sekali menjadi seminggu dua kali, dan kalau bisa mungkin setiap hari.
  2. Konsisten. Dengan terus menerus menulis, kalau bisa membuat jadwal tayang seperti yang dianjurkan Stephen di atas, ternyata dapat membangun personal branding. 
  3. Riset. Menulis dengan menelusuri dulu yang akan ditulis, baik dengan wawancara maupun pengalaman sendiri.
  4. Inisiatif. Ketika ada ide, maka berinisiatif untuk mengerjakannya dengan tulisan atau karya lainnya. 

Jakarta – London 30.000 Km

Perjalanan Stephen Langitan dari Jakarta ke London dengan tujuan mengibarkan merah putih pada hari kemerdekaan, 17 Agustus. Perjalanan ini dengan menelusuri daerah-daerah berbagai negara dengan berniat mengibarkan merah putih. 

Dengan motor Kawasaki yang 250 cc, perjalanan Jakarta ke London ini rencananya melalui 30 negara, namun yang bisa dilalui ada 22 negara, dengan rute Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Bukittinggi, Padang Sidampuan, Tanjung Balai, lalu menyeberang ke Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, India, Pakistan, Afghanistan, dan seterusnya. Rata-rata di ASEAN tanpa visa, kecuali di Myanmar. India, Pakistan, Iran, Turki, Afghanistan dan Eropa. 

Ada banyak kisah perjalanan saat melewati berbagai negara dengan motor, di antaranya kembali ke perbatasan, karena tidak dengan jalur resmi. Saat Stephen masuk Thailand, atas saran dan mengikuti teman, melewati perbatasan yang tidak ada imigrasi. Namun, Stephen memilih kembali karena merasa tidak tenang dan melanggar peraturan, belum lagi dengan kekhawatiran bila terjadi sesuatu bila tidak sesuai aturan. Dari hal tersebut menunjukkan bahwa yang menjadi benteng keamanan dalam perjalanan adalah ketaatan pada aturan. Kesadaran tersebut menjadi moralitas dalam menjaga diri. 

Sesampainya di Pakistan, Stephen cukup gugup dan ada segumpal kecemasan menggelayuti pikiran dan nuraninya, apakah warga Pakistan ini berkenan menerimanya? Mengingat ini adalah negara yang menjunjung syariat Islam dan masih ada konflik. Sedangkan Agama yang dianutnya adalah Nasrani. Rasa cemas itu terkikis perlahan ketika melihat raut antusias warga Pakistan saat mendengar nama Indonesia dan Sukarno. 

Ajakan berbuka puasa bersama dan kehangatan sambutan itu mampu menyirnakan semua yang dirasakannya di awal kedatangan. Bahkan Ia dikawal dan mendapat pelayanan terbaik selama berada di Pakistan.

Namun, yang menarik dalam perjalanan ini malah ketika masih di Indonesia, Stephen menemukan hal-hal menegangkan seperti jalanan yang rusak, melewati daerah yang sering ada begal dan sepi penerangan. Perjalanan ini sudah ditetapkan waktunya yang secara total 145 hari, perjalanan tersebut dari 25 Maret  sampai 17 Agustus, lalu pulang Jakarta 19 Agustus. Waktu tempuh tersebut sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dan, selama perjalanan Stephen membuat foto, video dan tulisan.

Travel Kompas. Dokumen Stephen Langitan

Oleh karena itu, dalam perjalanan tersebut dibutuhkan persiapan, seperti:

  1. Membawa obat-obatan.
  2. Mengurus paspor dan visa.
  3. Membuat proposal perjalanan, baik untuk keluarga, pemerintah maupun perusahaan.

Hal yang menarik, untuk persiapan tersebut, Stephen Langitan telah touring motor dalam negeri, seperti Sabang dan Benoa, wilayah Malaysia. Dari perjalanan ke berbagai daerah di dalam negeri, Stephen dapat menentukan ukuran waktu saat berkendaraan dan kadar waktu penambahan bensin. 

Dari paparan Stephen Langitan tersebut ada banyak pelajaran dan inspirasi, dari mulai tema, persiapan dan perjalanan. Dengan tema peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus, Stephen bertujuan memperkenalkan Republik Indonesia ke berbagai negara. Bukan hanya mengibarkan bendera merah putih, tetapi juga memperkenalkan ragam budaya dan suku bangsa di Indonesia.

Sungguh tujuan yang mulia memperkenalkan Indonesia kepada warga negara di luar negeri. Saya sendiri memiliki keinginan untuk dalam memperkenalkan budaya Indonesia, dimulai dari budaya lokal, seperti yang ada di Jawa Barat. Ada banyak budaya lokal yang memiliki inspirasi dan motivasi, terutama secara spiritual. Belum lagi keinginan untuk memperkenalkan budaya Nusantara, yang secara budaya, memiliki budaya yang luhur.

Dalam persiapan perjalanan, ternyata cukup matang. Saya melihat bahwa memang perjalanan tersebut bukan modal nekad, tetapi sudah ada persiapan. Dengan telah touring keliling Indonesia, pengalaman tersebut menjadi acuan ketika menentukan kadar biaya, fisik, waktu dan bekal perjalanan. 

Persiapan yang menarik dengan proposal. Proposal ini sebagai acuan pada rancangan perjalanan, sehingga proposal ini bisa menjadi modal perjalanan, baik dalam bentuk surat referensi ataupun uang. Proposal yang menarik ini tentunya memiliki komitmen dengan perusahaan yang memberi bantuan, maka perjalanan tidak lepas dari foto, video dan tulisan. Maka, perjalanan tersebut bukan hanya jalan-jalan, tetapi terdapat rekaman multimedia.

Andai saya bisa naik motor, mungkin saya pun bisa melakukan perjalanan, menelusuri tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Perjalanan dengan mengendarai motor yang 250 cc, ternyata membantu untuk melalui medan yang berat. Dalam salah satu artikel berita, Stephen menyebutkan seperti Nepal, Pakistan, India, dan Iran. 

Perjalanan yang aman dan nyaman menjadi hal penting. Jakarta – London 30.000 Km; kisah perjalanan Stephen Langitan menjelajah antar negara dengan motor menunjukkan, bahwa meski sudah terjadwal waktu dan tempatnya, tetapi Stephen berusaha senyaman dan sesantai mungkin meski nggak ngoyo, tetapi mementingkan kesehatan dan keamanan diri. 

4 thoughts on “Jakarta – London 30.000 Km; Kisah Perjalanan Stephen Langitan Menjelajah Antar Negara dengan Motor

Add yours

  1. Konsisten dalam membangun personal brandingnya bagus dan patut dicontoh ya kak, Bang Stephen ini sehingga banyak donatur yang mempercayainya, dan keberanian serta tekad untuk mengibarkan bendera merah putih agar dikenal banyak orang ya.

    Like

  2. Hebat ya mba Bang Stephan Langitan ini. Keberaniannya bisa kita contoh dan dari Ig live ini banyak sekali pelajaran yang bisa aku ambil.

    Usaha memang tidak pernah menghianati hasil ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: