Hari Kanker Sedunia; Yuk, Deteksi Dini dengan CERDIK

Pada tanggal 4 Februari, masyarakat dunia memeringati Hari Kanker Sedunia, Pada tahun ini, tahun 2020, Hari Kanker Sedunia bertema I am and I will. Suatu tema yang mengingatkan individu untuk berkomitmen dalam meningkatkan kesadaran dan melawan kanker. Tidak berlebihan bila saya melihat bahwa Hari Kanker Sedunia; yuk deteksi dini dengan CERDIK sebagai pengingat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan melawan kanker.

Hari Kanker Sedunia diperingati sebagai pengingat adanya peran tiap individu dalam melawan kanker, yang mana kanker hingga sekarang menjadi salah satu penyakit mematikan yang telah membunuh jutaan orang.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, kanker menjadi salah satu penyebab kematian yang tinggi di Indonesia dan menyebabkan beban pembiayaan yang sangat besar. Globocan 2018 yang bersumber dari Registrasi Kanker Nasional menyebutkan, bahwa persentase kanker terbanyak pada pria adalah kanker paru sebesar 14 persen dari total kanker atau sebanyak 22.440 kasus diikuti oleh kanker kolorektal sebesar 11.9% atau sebanyak 19.113 kasus. Sedangkan, kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara dengan persentase sebanyak 30.9% atau sebanyak 58.256 kasus diikuti oleh kanker leher rahim sebesar 17.2% atau sebanyak 32.469 kasus.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa penyebab kematian karena kanker, dengan kanker paru berada pada urutan pertama, kemudian kanker payudara dan kanker leher rahim. Selasa, 4 Februari 2020, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular mengajak untuk deteksi dini kanker dengan CERDIK. Ibu Cut selaku Direktur Jenderal P2TM, dr. Cut Putri Arianie memaparkan dalam sambutannya bahwa dalam melawan kanker harus dengan acara yang CERDIK, yaitu:

  • Cek kesehatan secara rutin.
  • Enyahkan asap rokok.
  • Rajin aktivitas fisik.
  • Diet seimbang.
  • Istirahat cukup.
  • Kelola stres.

Pada paparan dr. Cut menunjukkan bahwa pada dasarnya pencegahan penyakit tidak menular, termasuk kanker ini berawal dari kebiasaan kita berlaku CERDIK. Deteksi dini kanker secara sendiri dan klinis menjadi kegiatan rutin dalam cek kesehatan.

Hadir pula Prof. DR. dr. Soehartati A Gondhowiardjo, Sp.Rad(K)OnkRad yang lebih detail menjelaskan pengelamannya dalam mengobati penyakit kanker. Penyakit kanker dapat dicegah dengan menjaga gaya hidup sehat. Dalam hal ini, CERDIK menjadi solusi dalam melawan kanker. Untuk pengobatan pun, Indonesia sudah memiliki peralatan yang canggih dan dokter-dokter yang kompeten dalam pengobatan kanker.

Fransiska Batubara, putri Cosmas Batubara menuturkan kisah dirinya bersama keluarga ketika ayahnya, Cosmas Batubara, mantan pejabat RI ketika menghadapi kenker kelenjar getah bening. Pak Cosmas melakukan pengobatan di Indonesia, lengkapnya di RSCM. Sebagai keluarga, Fransiska sering berkonsultasi dengan para dokter mengenai pemeliharaan dan penjagaan ayahnya agar tetap sehat.

Dalam merawat sang ayah, Fransiska sangat terbantu oleh para dokter, mereka komunikatif dan responsif ketika konsultasi. Peralatan kedokteran pun sudah mendukung dalam mengobati penyakit kanker.

dr. Aldrin Neilwan Panca Putra, Sp.AK, selaku Subdit Penyakit Kanker dan Kelainan Darah sekaligus moderator talkshow menambahkan bahwa melawan kanker dengan pola hidup sehat sangat penting. Deteksi dini kanker dengan pemeriksaan sendiri pada payudara bisa dilakukan secara rutin. Untuk pengecekan lebih lanjut bisa ke Puskesmas untuk kanker leher rahim, karena sudah tersedia alatnya di Puskesmas.

Terkadang ada rasa malu dalam pengecekan, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kementrian Kesehatan bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular, dengan tantangan yang dihadapi di masyarakat berupa:

  1. Budaya. Masih hal tabu untuk memperlihatkan organ intim kepada orang lain (dokter).
  2. Kesadaran masyarakat. Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menegah faktor resiko.
  3. Dukungan keluarga. Masih minimnya kerjasama para pasangan dalam mendukung deteksi dini.
  4. Dukungan multisektoral.

Dari poin-poin di atas menunjukkan bahwa memang dibutuhkan sosialisasi dalam deteksi dini. Maka, menjadi momentum pada Hari Kanker Sedunia; Yuk Deteksi Dini dengan CERDIK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: