Kamar Keluarga, Tempat Tinggal yang Serasa di Rumah

Tempat tinggal yang nyaman dan dekat dengan tempat kerja atau kuliah tentunya menjadi idaman dalam mendapatkan tempat tinggal, apalagi bila serasa berada di rumah sendiri. Karena bagaimana pun, istilah rumahku adalah surgaku tetap menjadi inspirasi, bahwa tempat tinggal menjadi tempat istirahat dan me time. Kamar keluarga, tempat tinggal yang serasa di rumah menjadi alternatif dalam mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan aman.

Kamar Keluarga ini sudah ada di Jabodetabek dan Bandung, untuk detailnya bisa dilihat pada websitenya http://www.kamarkeluarga.com. Adanya Kamar Keluarga ini menjadi kabar gembira bagi saya yang biasa jalan-jalan. Kamar Keluarga ini bisa menjadi alternatif tempat menginap ketika bepergian ke suatu daerah dan bingung tempat menginapnya. Dengan memesan atau booking lewat aplikasi Kamar Keluarga, maka sudah menjadi solusi tempat menginap.

Bagi yang berminat untuk memesan Kamar Keluarga, terlebih dahulu teman-teman dapat booking di aplikasi Kamar Keluarga, pesan, lalu nanti diarahkan ke WA dan bisa langsung memesan ke Kamar Keluarga di daerah yang kita inginkan. Ketika ke Tangerang, saya ke Kamar Keluarga. Tempatnya di tengah kota dengan terletak di pinggir jalan raya, sehingga mudah mendapatkannya. Tepatnya berada di Jl. Perintis Kemerdekaan N0. 1-1B, Tangerang, Banten. Halamannya luas, bisa buat parkir kendaraan. Di sekitarnya ada mini market, warteg, kafe kopi dan dan tempat makan lainnya.

Letaknya yang strategis sehingga mudah ditemukan dan gampang ke berbagai tempat lainnya.Di sini ada tiga kategori tempat tinggal khusus, yaitu pria, wanita dan keluarga atau rumah tangga. Saya sendiri memilih yang khusus wanita. Ada tiga lantai, dan kebetulan saya berada di lantai 2. Sudah ada kasur yang luas, lemari pakaian, TV dan ber-AC. Untuk kamar mandinya cukup luas dan sudah disediakan peralatan mandi dan bisa menggunakan air panas.

Sungguh nikmat beristirahat di atas kasur ber-AC sambil nonton TV setelah seharian lelah beraktivitas. Tidak berlebihan bila Kamar Keluarga serasa berada di rumah. Kamar Keluarga ini bukan hanya untuk tempat tinggal kala bepergian, tetapi Kamar Keluarga bisa untuk para pekerja dan mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal atau istilahnya kos-kosan. Jadi, Kamar Keluarga menyediakan sewa tempat tinggal per bulan dan per tahun.

Saya pun menjadi penasaran dengan Kamar Keluarga yang serasa berada di rumah sendiri. Untungnya saya berkesempatan bertemu dengan ownernya Pak Ferry yang secara ramah bercerita latar belakang adanya startup Kamar Keluarga dan prinsipnya, beliau menyebutnya dengan lima pilar Kamar Keluarga.

Berdasarkan latar belakang pekerjaan dari bisnis property, kemudian mengalami perubahan tren sehingga menemukan model kos-kosan yang kemudian diberi nama Kamar Keluarga. Kamar Keluarga ini startup di bawah legalitas PT Hopper International yang memiliki lima pilar dasar dalam pendiriannya, yaitu:

  1. Kamar Keluarga BOT (build operate transfer). Pilar ini mengedepankan dalam membantu para pemilik tanah yang hanya memiliki tanah kosong namun belum memiliki dana untuk pembangunan, maka Kamar Keluarga BOT akan membantu membangun hunian yang menghasilkan dengan sistem bagi hasil.
  2. Kamar Keluarga Operator. Pilar ini berupa core bisnis Hoppor International, yakni pengelolaan co-living/kost dengan konsep sebagai keluarga sendiri. Tidak hanya itu, Kamar Keluarga juga memberikan berbagai seminar edukasi dengan berbagai tema setiap bulannya tanpa dipungut biaya, dimana konsep ini merupakan salah satu nilai tambah untuk co-living KK yang turut memberikan edukasi kepada penghuninya. Pada saat saya di sana pun sedang diadakan gathering dengan para penghuni kosan.
  3. Kamar Keluarga Lini. Pilar ini sebagai vertikal bisnis yang memanfaatkan lokasi dan demand dari konsumen KK yang dibangun di atas properti tersebut yang bisa terdiri dari loundry atau warung.
  4. Kamar Keluarga Development. Pilar ini memaksimalkan sisa ruang yang diakuisisi oleh Kamar Keluarga untuk pembangunan kost, dengan membangun rumah minimalis seluas 3 x 12 meter hingga 3 x 15 meter di lahan yang tersisa setelah pembangunan kamar kost. Hal ini sebagai lang untuk memberi peluang kepada para milienial agar memiliki rumah pribadi, yang murah, minimalis dan terjangkau.
  5. Kamar Keluarga asset. Pilar yang membantu para investor baru yang muda ataupun tua yang belum pernah berbisnis properti, yakni dalam memilih lahan, membangun dan mengelola properti tersebut hingga menghasilkan passive income untuk para investor.

Dari paparan Pak Ferry tersebut menunjukkan bahwa Kamar Keluarga hadir sebagai startup yang hadir dalam bidang properti dalam membantu para pebisnis pemula properti dalam mengelola bisnisnya, para pemilik aset dalam memanfaatkan lahannya, para investor yang ingin menyalurkan dananya, dan membantu masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal.

Tidak mudah mendapatkan Tempat tinggal yang berasa di rumah sendiri. Saya sendiri sebagai perantau merasakan tinggal di berbagai tempat di Jakarta, namun yang berasa Kamar Keluarga jarang. Untungnya, sekarang ini sudah ada Kamar Keluarga, yang hadir membantu para urban yang datang ke kota, terutama Jabodetak dan Bandung. Kamar Keluarga, tempat tinggal yang serasa di rumah. Hal yang terpenting, Kamar Keluarga membangun spirit kekeluargaan bagi penghuninya, sehingga merasa nyaman dan aman.

2 thoughts on “Kamar Keluarga, Tempat Tinggal yang Serasa di Rumah

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: