99 Nama Cinta; Film Keluarga yang Inspiratif

Dari namanya judul filmnya saya sudah menebak bahwa film ini berkaitan dengan Asmaul Husna, 99 nama Allah. Awalnya saya berpendapat bahwa film 99 Nama Cinta bergenre agama, tetapi ternyata melampaui pikiran saya, film ini sangat inspiratif dan humanis. Maka, saya melihatnya sebagai film 99 Nama Cinta; film keluarga yang inpiratif.

Pada dasarnya film ini menceritakan kisah perjalanan manusia, perjalanan yang memberi inspirasi dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Dengan memadukan kosmopolitan dan tradisonal pesantren, menurut saya film ini sangat real tetapi memiliki hikmah yang dalam.

Film ini bukan film agama, tetapi saya melihatnya sangat spiritualis. Memaknai Tuhan dengan mencoba mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari. Mempraktikan syariat agama dengan pemahaman hakikat Asmaul Husna, sungguh dalam pengejwantahan dalam kehidupan yang dituangkan dalam kisah film ini ditulis oleh Garin Nugroho. Saya sendiri melihat beliau sebagai sutradara dan produser yang dalam karya-karya mengungkapkan buah pikiran yang sangat filosofis.

Film yang dibintangi oleh Acha Septriasa, Deva Mahenra, Chiki Fawzi, Adinda THomas, Susan Sameh, Dzawin, Robby Putra, Donny Damara, dan Ira Wibowo ini sangat bagus dalam peran-peran meraka. Sesungguhnya film ini sangat menghibur dan mengharukan. Bayangkan ketika menonton film dengan tertawu berikutnya menangis harus, lalu tertawa lagi… Itulah kehidupan, itulah perjalanan. Tawa dan tangis menjadi ekspresi dari kedalaman jiwa dalam memaknai kehidupan.

Bintang utama film ini, Acha Septriasa berperan sebagai Talita dan Deva Mahenra berperan sebagai Ustad Kiblat. Keduanya menemukan cinta dengan mulai pemaknaan pada 99 Asmaul Husna. Saya pun menjadi terinspirasi untuk kembali memahami dari 99 Asmaul Husna yang sudah terabaikan. Untuk alur ceritanya, bisa nonton langsung yang bakal tayang serentak pada 14 November 2019.

Saya sendiri melihat film ini pada stiap scenenya memiliki makna filosofis dan spiritualis. Pada dasarnya, selain mencerminkah kisah 99 Asmaul Husna, tapi kisah ini dibangun pada wakaf produktif. Wakaf kebun coklat yang menghidupkan pesantren melalui ekonomi kreatif coklat. Dari wakaf ini, pesantren terus tumbuh dalam bidang pendidikan dan pengajaran keislaman.

Saya menjadi teringat dengan kisah Usman yang mewakafkan sumur dan kebun anggurnya, dari hasil pengelolaan kebun anggur wakaf itu ada marginnya yang dalam perjalanannya margin pendafatan dari wakaf malah turut membantu pemerintah Arab Saudi, yang kemudian margin pendapatan dari kebun tersebut berkembang dalam pengelolaan properti hotel.

Wakaf kebun coklat ini menjadi hal yang menarik, apalagi sekarang ini sedang digalakkan wakaf produktif, maka film ini telah menjawab bagaimana pengelolaan dan kebermanfaatannya. Dalam pengelolaannya pun sudah cukup modern, termasuk dalam kemasan setelah coklat diolah. Bagaimana alurnya, tonton aja ya…

Coklat sendiri merupakan salah satu hasil perkebunan Indonesia yang terbaik. Hampir semua orang menyukai coklat, maka perkebunan coklat yang dikelola oleh pesantren ini memang sangat bagus untuk menjadi pusat kajian pengelolaan wakaf produktif.

Ketika menonton film ini saya sangat kagum dengan alur ceritanya dan sudut pandang yang diambilnya. Semakin ngepans aja sama Garin Nugroho yang berhasil membumikan wakaf produktif sekaligus 99 Asmaul Husna dalam sebuah film.

Film ini bisa mendorong orang, maksudnya saya, untuk lebih mengenal 99 asmaul husna dan mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari dan mengetahui pengelolaan wakaf produktif, sehingga saya pun berniat untuk wakaf lahan produktif yang semoga dapat membantu yang lainnya secara berkelanjutan.

Demikianlah, saya melihat film 99 Nama Cinta; film keluarga yang inspiratif, dan tidak kapok untuk menonton kembali filmnya. Nah, penayangan di bioskop dapat kita tonton mulai tanggal 14 November, yuk kita nonton…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: