Zona Madina, Kawasan Wakaf Produktif yang Terintegrasi

Wakaf menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan umum, seperti pengembangan sosial, meningkatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf) atau filantropi hadir sebagai nadzir dalam mengelola wakaf produktif dengan membangun zona Madina, kawasan wakaf produktif yang terintegrasi.
Zona Madina sebagai kawasan wakaf produktif yang terintegrasi ini menunjukkan bahwa Dompet Dhuafa turut membantu dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Bukan hanya penggalangan dana, Dompet Dhuafa mengimbanginya dengan terobosan baru di bidang distribusi dan pemanfaatan, sehingga peran lembaga wakaf lebih signifikan. Dalam hal ini, Dompet Dhuafa mengusung program 4 pilar.

Rabu, 2 Oktober 2019, saya bersama dengan teman-teman berkesempatan berkunjung ke Zona Madina. Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS dan Direktur Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa menekankan bahwa Zona Madina sebagai kawasan wakaf produktif yang terintegrasi yang mencakup 4 pilar program DD.Terdapat tiga narasumber yang mengupas wakaf produktif, Bobby P Manulang selaku GM Wakaf Dompet Dhuafa, dr. Muhammad Zakaria selaku Kepala Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa, Ustadz Syafii selaku Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa. Ketiganya memaparakan tentang potensi dan profil masing-masing bidang sebagai pengejawantahan dari pelaksanaan wakaf produktif.

Peningkatan Pendidikan

Dompet Dhuafa mengedepankan pendidikan sebagai bagian dari program 4 pilar, dalam bidang pendidikan. Sekarang ini saya sendiri sedang berada di area pendidikan Dompet Dhuafa yang bernama Bumi Pengembangan Insan.1. Sekolah Smart Ekselensia IndonesiaUstad Syafii selaku Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa paparkan bahwa Sekolah Smart Ekselensia Indonesia ini muridnya para dhuafa, mereka gratis sekolah dan ada asramanya. Bahkan, mereka mendapatkan uang saku pula. Sekolah yang khusus bagi para dhuafa ini memiliki keunggulan tidak jauh berbeda dengan sekolah elit lainnya.

Sekolah Smart Ekselensia Indonesia ini telah meluluskan 245 siswa yang rata-rata melanjutkan pendidikan dengan jalur mandiri di berbagai universitas terkenal di Indonesia. Bahkan, ada yang berlanjut ke jenjang berikutnya mendapatkan beasiswa ke luar negeri.2. Beastudi ETOSPenerima manfaatnya ada 5480 mahasiswa dari berbagai daerah.3. Pusat pembelajaranDimulai sejak tahun 2010 dan sudah menghasilkan 1054 guru.4. Sekolah Guru Indonesia dan pelatihan & pendampingan sekolahDimulai sejak tahun 2004, dan sudah memberikan 18057 guru dan pendampingan 337 sekolah.Kami berkesempatan keliling sekolah, termasuk melihat perpustakaannya. Ada banyak area yang membuat nyaman di seputar sekolah Smart Ekselensia Indonesia.

Pemberdayaan Kesehatan

Dalam pemberdayaan kesehatan, dr. Muhammad Zakaria selaku Kepala Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa memaparkan tentang Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa yang dalam pengembangannya membutuhkan para muwakif untuk keberlangsungan atau kontinuitas dalam dalam melayani masyarakat yang membutuhkan kesehatan.Dalam pemberdayaan kesehatan, bukan hanya banyak karyawan yang direkrut dari wilayah sekitar, tetapi pasien-pasien pun banyak yang berdatangan dari berbagai daerah. Untuk pelayanan sendiri, maka di sini dilayani secara gratis bagi pemilik kartu anggota dhuafa dan bisa BPJS juga.

Untuk pemberdayaan wakaf produktif, Bobby P Manulang selaku GM Wakaf Dompet Dhuafa memaparkan bahwa wakaf produktuf terinspirasi dari wakaf sumur dan kebun Usman, yang mana dari surplus pengelolaan kebun tersebut ditabung dan dikelola dengan dibuatkan hotel.Secara profesional, hotel tersebut dikelola oleh pengelola hotel, yaitu Seraton, sedangkan untuk surplusnya ditabung dan berada di bawah kementrian kerajaan. Sangat menarik ketika dipaparkan model pengelolaan wakaf produktif, yang mana setiap wakaf ada perjanjian pengelolaannya, bisa lima tahun atau lebih.Saya pun berkesempatan keliling rumah sakit dan myaksikan pengembangan rumah sakit yang memadai dan memiliki kualitas hang bagus. Para pasien mendapatkan pelayanan yang maksimal sehingga hampir semua peralatan kesehatan pun tersedia di sini.

Pemberdayaan Pertanian

Untuk Dompet Dhuafa sendiri dalam pengelolaan pertanian, di Subang dengan pengelolaan pertanian nanas dan buah naga. Kemudian di beberapa tempat lainnya seperti kopi. Ada kopi Aceh dan Lampung. Para petani ini menanam di tanah wakaf dan mengelolanya, kemudian mereka Dompet Dhuafa yang memanajemen distribusinya sampai ke market.

Pemberdayaan ekonomi

Dompet Dhuafa secara pengelolaan membantu dalam alur pertanian, sehingga para petani tidak khawatir lagi mesti menjual kemana hasil taninya.Wakaf produktif bidang ekonomi dengan adanya Daya Mart, yaitu mini market yang menyediakan berbagai hasil olahan pertanian dan kerajinan tangan masyarakat. Secara bertahap dalam pengelolaannya membantu masyarakat untuk berdaya.Dengan demikian, zona Madina, kawasan wakaf produktif yang terintergrasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pertanian. Bagi yang ingin berwakaf, yuk ke Dompet Dhuafa aja… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: