3 FITUR IDAMAN PADA APLIKASI OJOL BAGI PEREMPUAN MASA KINI

Siapa yang tidak menggunakan aplikasi Ojol saat ini? Buat Saya yang bekerja di Jakarta, aplikasi ini sangat memudahkan mobilitas sehari-hari. Lengkapnya fitur-fitur seperti moda transportasi, pemesanan makanan hingga pengiriman barang dapat Saya lakukan dengan mudah dari gadget.

WhatsApp Image 2019-09-26 at 20.21.26

Buat Saya, selain praktis dan All in One Service, aplikasi berbasis ojol saat ini memiliki 2 (dua) keunggulan penting, yakni (1) KEAMANAN dan (2) KEPASTIAN. Bayangkan saja, jaman dulu, saat bepergian, kita menggunakan Ojek Ugang (baca: Ujung Gang) yang tidak kita ketahui nama dan profilnya, bayangkan bila si tukang ojek ajrut-ajrutan di tengah jalan… kita hanya bisa was-was dan berdoa sembari berjanji untuk mengingat-ngingat wajah si tukang ojek nantinya agar tidak terulang pengalaman yang tidak menyenangkan ini.  Untuk point yang kedua, naik ojek Ugang termasuk merepotkan karena kita harus siap dengan uang pas juga harus siap si tukang ojek akan menaikkan tarif sesukanya lantaran jalanan macet.

Nah! Dengan adanya Ojek Online (Ojol) ini, 2 (dua) hal tersebut dapat terselesaikan; Namun ternyata hal baru yang dapat menjadi masalah bagi konsumen apalagi kaum perempuan mulai bermunculan seiring dengan berkembangnya aplikasi  Ojol.

Saya ingin sharing salah satu pengalaman buruk yang pernah Saya alami saat menggunakan Ojol karya anak bangsa; dengan harapan yang baca artikel ini terutama perempuan dapat mengambil hikmah dan juga berhati-hati. Kronologisnya seperti ini:

Keseharian Saya memang sibuk banget. Sebagai pekerja swasta di bidang training dan konsultan, Saya diberi kelonggaran oleh atasan untuk tetap menekuni minat jurnalistik sebagai blogger dan aktif di berbagai komunitas.  Hari itu selain bekerja, Saya mendapat 2 (dua) undangan launching produk di 2 tempat yang lumayan berjauhan. Yang satu berlokasi di SCBD Sudirman jam 5 sore dan yang satu lagi di EPICENTRUM kuningan jam 7 malam.

Setelah mendapatkan ijin dari atasan, Saya meluncur ke tempat pertama menggunakan Ojol demikian seterusnya hingga ke tempat ke-2 dan berakhir jam 10 malam di rumah kos.  Sambil merapikan tas dan berganti pakaian, Saya mendengar berturut-turut sms masuk ke hape Saya. Tadinya tidak terlalu Saya pedulikan. “Paling hanya sms promo dari provider…” pikirku.

Namun kemudian terdengar suara dering telpon. Setiap Saya angkat, hape dimatikan. Hingga akhirnya Saya membuka sms yang berturut-turut masuk.

Isi smsnya mengejutkan dan cukup membuat hati Saya tercekam. Huruf SMS ditulis dengan menggunakan huruf capital dengan banyak tanda seru dan disertai sumpah serapah. Isinya kurang lebih seperti ini:

“HEI ANJ**G BELAGU KAU YA!!!

SUDAH NAIK GOJEK HARGA MURAH

DIANTAR DARI UJUNG PUKUL UJUNG,

MASIH SAJA KAU KASIH BINTANG SATU.

KAU TUTUP REJEKI ANAK ISTRIKU!

Bla…bla…bla…. intinya komplain driver aplikasi online yang mempertanyakan rating bintang satu padahal Saya belum pernah memberi rating bintang satu. Aneh banget! Padahal seharian ini di aplikasi Saya tiap kali selesai order Saya selalu memberi bintang lima. History (sejarah order) Saya bahkan langsung Saya screenshot untuk berjaga-jaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Belakangan Saya baru tau dari teman kalau Saya bisa saja di-sms blast oleh oknum Ojol itu kepada seluruh penumpangnya dari pagi hingga malam. Ini memungkinkan karena aplikasi Ojol yang Saya pakai, memberikan akses si driver ke nomor hape konsumennya secara langsung. Sehingga driver bisa saja mencatat nomor hape kita. Saya kaget dan kuatir akan keamanan Saya setelah membaca sms tersebut, maka langsung Saya blok saja nomornya.

Kejadian tersebut menimbulkan kekuatiran bagi Saya. Aplikasi tersebut langsung Saya hapus, dan selama seminggu kedepan, Saya selalu minta ditemani oleh teman kos untuk keluar rumah dan mengambil tukang ojek biasa untuk transportasi ke kantor.

Kekuatiran Saya semakin menjadi ditambah lagi dengan berbagai pemberitaan di media portal yang terjadi perampokan pada penumpang perempuan di kendaraan aplikasi online. Salah satu modusnya dengan menjadi supir palsu aplikasi online, lalu di perjalanan menodong penumpang perempuan tersebut, lalu memaksa korban menyerahkan seluruh harta miliknya dengan melukai penumpang dengan cutter di bagian wajah dan pahanya. Setelah berhasil merampas harta korban, pelaku membawa korban berputar-putar dan menurunkannya dengan mengancam untuk membunuh bila berteriak atau minta tolong.

Untungnya penjahatnya tertangkap dan penumpangnya selamat. Namun, pada salah satu media portal berita lainnya dikabarkan kejahatan-kejahatan yang terjadi pada kendaraan aplikasi online yang berakhir pada pembunuhan. Dua pelaku kejahatan berniat melakukan perampokan pada penumpang perempuannya, karena gagal tidak ada uangnya, penumpang perempuan tersebut dibunuh dengan cara dicekik lehernya.

Belum lagi dengan kejahatan pelecehan seksual, pencabulan dan perampasan harta pada penumpang perempuan oleh pengemudi taksi online. Ada juga berita penumpang perempuan yang diperkosa dan dirampok dengan ditodong pistol. Naudzubillahimindzalik. Astaghfirullahal’adzim.

Pemerintah memang terlihat agak lamban mengantisipasi ini. Tapi ada beberapa artikel menarik yang mungkin bisa aku share disini:

https://www.change.org/p/kementerian-perhubungan-republik-indonesia-desak-menhub-tertibkan-perusahaan-transportasi-online-yang-tidak-rahasiakan-nomor-pengguna?utm_content=bandit-starter_cl_share_content_id-id%3Av5&recruited_by_id=598dff00-40f1-0130-855d-3c764e044e9e&recruiter=38632431&utm_source=share_petition&utm_medium=copylink&utm_campaign=share_petition

Ini adalah petisi untuk menggalang penertiban perusahaan transportasi online yang tidak merahasiakan nomor konsumennya. Dan Saya sudah ikutan…

potensi grab

Baca juga :

Sebagai perempuan sangat penting untuk membekali diri dengan pengetahuan dan wawasan dalam membela diri. Pemberitaan tersebut membuat Saya lebih hati-hati dan waspada dalam menggunakan aplikasi online. Harus Saya akui bahwa kehadiran transportasi berbasis aplikasi online ini sangat membantu aktivitas Saya sebagai pengguna jasa transportasi. Transportasi berbasis online ini seakan menjadi jalan tengah kondisi mobilitas masyarakat perkotaan yang intensitasnya tinggi di antara kemacetan jalan raya. Tidak dapat dinafikan bahwa transportasi online menjadi pilihan karena keunggulannya yang tepat waktu dan ongkos yang terjangkau.

Melihat Saya yang repot dan kebingungan memilih transportasi umum, Nisa, salah satu sahabat Saya di  forum kajian mengenalkan Grab.  Tadinya Saya memang tidak menggunakan aplikasi ini karena baru belakangan hadir di Indonesia; Namun Nisa menjelaskan fitur-fitur Grab yang sangat peduli dan menjaga keamanan penggunanya terutama untuk perempuan dan anak-anak, contohnya antara lain:

  1. Menyembunyikan nomor penumpang atau disebut MASKING PHONE NUMBER: Teknologi yang baru dimiliki Grab saat ini memberikan perlindungan kepada konsumen pengguna aplikasi ini, sehingga pengemudi tidak mengetahui nomor hape pemesannya. Hal ini dapat meminimalisir kejadian yang pernah terjadi pada Saya sebelumnya.
  2. CCTV dalam mobil: Saya pernah pulang malam banget saat menghadiri launching party; karena Lelah, Saya memesan Grabcar [ mobil], didekat pintu penumpang tertera sticker hijau bertuliskan ”cctv” Saya meminta penjelasan kepada si pengemudi. Menurut si pengemudi, mobilnya telah terpantau microphone sambil menunjuk ke arah lampu putih di atas kepala pengemudi. Jadi, semua suara ketika dalam perjalanan dapat didengar oleh pihak kantor Grab. Lebih lanjut, driver bercerita ada juga yang telah memasang CCTV, ini untuk keamanan pengemudi dan penumpang. Bahkan, untuk pelaporan penyelesaian order, pengemudi melakukan dengan videocall sehingga muka pengemudi terlihat jelas.
  3. Emergency button: Bukan hanya perlindungan terhadap pengguna Grab, bahkan untuk pengemudinya pun, fitur Grab tersebut akan memberikan pesan darurat apabila mitra pengemudi tengah mengalami musibah saat berkendara. Panic button akan langsung memberi pesan kepada call center sehingga tim gerak cepat Grab bisa langsung melakukan tindakan.  https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/13/18085771/grab-kembangkan-fitur-panic-button-bagi-pengemudi-apa-fungsinya.
  4. Fitur verifikasi driver: Pernah order Ojol saat di app wajah pengemudinya pria berusia 40-an kemudian yang datang pemuda usia 20-an dengan alasan si pemuda menggantikan Paman/Ayah/Temannya yang sedang sakit atau berhalangan? Hal tersebut bikin kita terutama perempuan atau anak-anak tidak nyaman dan was-was. Di Grab hal tersebut sudah diminimalisir dengan adanya fitur face verification. Secara random dan sewaktu-waktu, saat akan mengambil order baru, pengemudi wajib video call ke call center Grab. Untuk lengkapnya, informasinya ada di sini https://www.grab.com/id/blog/driver/car/program-verifikasi-mitra-melalui-selfie/
  5. Share my ride: Bagi perempuan yang aktif bekerja hingga malam hari, perasaan aman berkendara itu nomor satu. Dulu setiap kali mengendarai ojol atau taksi, Saya selalu mengirimkan foto nomor kendaraan atau screenshot pesanan Saya kepada teman atau keluarga terdekat; Namun di Grab, ada fitur “Share My Ride” yang lebih canggih lagi yang memungkinkan kita untuk memberitahu lokasi Anda kepada teman atau keluarga selama di perjalanan bersama Grab. Kontak keluarga atau teman yang Anda pilih akan menerima sebuah pesan berisi link tracking (pelacak) lokasi Anda secara live/real time, lengkap dengan:
  6. Pelat nomor kendaraan
  7. Jam pemesanan
  8. Lokasi penjemputan dan tujuan perjalanan perjalanan

Buat lebih simple-nya… Saya mau buat tabel sederhana perbandingan antara Grab dan GOJEK berdasarkan pengalaman penggunaan Saya selama ini :

Grab GOJEK
Motor Murah, sesuai jam sibuk

 

Fitur BOOKNOW : Kelebihan Grab, punya fitur ini, jadi kalau liat pengemudi dengan jaket Grab dekat kita, dia bisa kita order dengan input nomor kendaraannya. Gak perlu nunggu lama.

 

Murah sesuai jam sibuk
Mobil Murah : sering banget ada potongan 12 ribu saat ini Relatif aja
Top Up Enaknya bisa TOPUP lewat pengemudinya. Bahkan bantu pengemudi untuk mendapatkan poin Saat ini fitur TOPUP via driver tidak ditawarkan kepada konsumen.
Paylater Masih fitur BETA Paylater GOPAY sangat membantu buat ibu-ibu bekerja yang anaknya di rumah tiba-tiba kedatangan teman-teman kelompok belajar, sehingga bisa order dari kantor, bayarnya nanti akhir bulan.
Trip Bareng Fitur di Grab memungkinkan bepergian dengan 2-3 rute yang berdekatan, tinggal “add destination” aja. Semoga di GOJEK nantinya ada
Keamanan Menyembunyikan nomor penumpang, CCTV, emergency button, verifikasi driver, share my ride emergency button & share my ride

Nah, demikian sekilas perbandingannya ya! Teman-teman bisa memilih sendiri mana yang paling nyaman dan aman digunakan.

Yang jelas, buat Saya yang pernah memiliki “pengalaman menakutkan”, Grab adalah aplikasi pilihan terbaik buat Saya saat ini karena bisa menyembunyikan nomor penumpang. Saya tidak perlu ketakutan lagi nomor hape Saya akan tersebar di berbagai pengemudi OJOL dan Saya tetap dapat melakukan rutinitas bertransportasi dengan aman dan nyaman. Apalagi saat ini Grab adalah satu-satunya aplikasi yang bisa menyembunyikan nomor penumpang.

Aplikasi Grab ini adalah aplikasi yang memudahkan.  Penggunaan aplikasinya pun sekarang hampir digunakan oleh semua kalangan, baik millennial maupun kolonial, eh generasi baby boomers usia diatas 60 tahun.

Apapun aktifitasmu

Kapanpun dan dimanapun

 Yang terpenting

Stay safe and happy riding

Advertisements

23 thoughts on “3 FITUR IDAMAN PADA APLIKASI OJOL BAGI PEREMPUAN MASA KINI

Add yours

  1. Ouwww ya ya yaaa
    Sekarang aku paham kenapa kok nomor HP “disembunyikan” Mbaaa
    ternyata ada sejarahnya.
    baiklah, good job, GRAB!
    —dari nurul, konsumen setia Grab di #Surabaya–

    Like

  2. duhh aku langsung gemeter kalo baca japrian ojol kaya gitu. Tp emang ga bs nyalahin sih ya krn smua punya motif utk bersikap kasar. Tuntutan ekonomi, laper dan kena panas matahari jd gampang kesulut emosi.

    Like

  3. Aku baru tau kalo no hape penumpang grab disembunyikan. Jadi mereka ga bisa nelepon kita yah. Aku lupa sih apakah supirnya pernah nelepon untuk memastikan pesanan. Kalo aku pake ganti-ganti aja alhamdulillah belum pernah ngalamin gak enak.

    Like

  4. Mbak, aku malah beberapa kali mau top up ke sopir grab ga bisa kenapa ya? Kalau gojek mereka justru minta top up karena tiap order seringnya pada bayar pakai gopay jadi mereka pada ga pegang cash.

    Like

  5. Aku juga langganan pake grab karena suka ada promo hehehe. Terbantu banget sama fitur grab plus dan add destination, jadi makin nyaman deh

    Like

  6. Ngeri juga banyak kasus di transportasi daring. Memang pemerintah terkesan lamban mengurus ini. Tapi sebagai pengguna, kita bisa saling waspada utk cek2 sebelum naik transportasi daring ini.

    Like

  7. Waduh sampai ada yang ngata2in gtu ya mbak 😦
    Aku terus terang juga sangat tergantung sama yang namanya kendaraan online ini. Biasanya kalau emang kebangetan terutama soal driver gak gerak2 aku kasi toleransi berapa menit gtu. Intinya gk mau bikin ribet bapaknya, sebaliknya jg ngarep drivernya gak ngrugiin aku.Moga2 sistemnya makin membaik semua ya…

    Like

    1. Semoga kita ga ngalamin kejadian aneh-aneh ya yul. Ngeri euy. Makanya aku paham sekarang kalau user dilindungi dengan fitur fiturnya maksudnya ya mencegah yg kaya gini nih ya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: