Yuk, Berbagi Cerita SADARI Kesehatan Kanker Payudara Bersama CISC for HER2

Saya tertegun ketika mendengar yang dijelaskan oleh Yuni Tanjung, perempuan yang berprofesi sebagai pengacara ini yang ternyata seorang surviver kanker payudara. Dia tampil tegar dan senyum mengembang dengan sakit yang dideritanya. Yuk, berbagi cerita SADARI kesehatan kanker payudara bersama CISC HER2-Positif menjadi hal hal penting dan pengingat bagi saya sebagai perempuan untuk menjaga diri dan kesehatan pribadi.

Bermula dari kelainan pada leher, Yuni Tanjung diingatkan oleh kakanya untuk memeriksa diri ke dokter. Dari leher ternyata berpusat ke payudara, dia pun didiagnosa kanker payudara HER2-Positif. Demikian tutur Yuni Tanjung pada acara talkshow kesehatan kanker payudara yang diadakan oleh CISC sekaligus peluncuran komunitas CISC for HER2 pada Hari Kamis, 29 Agustus 2019 di Jakarta.

CISC akronim dari Cancer Information and Support Center merupakan komunitas kanker yang keberadaannya di Indonesia sejak tahun 2003. Berpusat di Jakarta, CISC Indonesia memiliki visi memberikan dukungan serta layanan informasi pada masyarakat kanker dan awam menuju Indonesia peduli kanker.

Dalam misinya, CISC Indonesia memiliki tujuan dengan memberikan dukungan psikososial bagi penderita maupun keluarga, meningkatkan kesedara dan pengetahuan masyarakat tentang kanker dan pentingnya deteksi dini, memfasilitasi hubungan yang harmonis antar berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kanker, menyediakan informasi yang tepat dan terkini tentang kanker, serta membentuk dan memperkuat jaringan internal dan eksternal untuk mendukung kegiatan lembaga.

Yuni kebetulan menjadi salah satu anggota CISC sejak tahun 2010, maka ketika tahun 2018 mendapat kabar divonis kanker payudara, dia tidak begitu shock atau kaget. Yuni menuturkan bahwa meski sedikit tegang, dengan berada di lingkungan CISC yang sadar kanker dan surviver kanker, dia menjadi lebih tenang. Dia lebih memahami dan sadari apa yang rasakan oleh para penderita kanker, dan dia pun menjadi lebih tenang dalam menjalankan setiap proses pengobatan tahap demi tahap.

Dari mulai terapi kemoterapi sampai ke terapi target. Dalam pengobatan, dia berharap mendapatkan obat trastuzumab lewat BPJS, namun sayang ketika dia diagnosis, obat tersebut sedang dalam masa hold, pemberhentian dari salah satu obat yang dicover oleh BPJS.

Mengenai pelayanan kesehatan pasien kanker payudara HER2-Positif ini, pada talkshow tersebut telah hadir dr. Farida Briani, SpB(K) Onk dan dr. Ronald A Hukom, Sp.PD-KHOM. Dengan dipandu oleh moderator Ayu Dyah Pasha, kedua dokter onkologi tersebut dengan gamblang memaparkan perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Orang yang terkena kanker payudara dengan subtype HER2 ini berkaitan dengan prognosis buruk karena pertumbuhan agresif tumor dan resiko metastasis (penyebaran) yang tinggi. Kanker payudara metastatic ini terjadi saat sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kanker payudara menjadi kanker yang banyak menyebabkan kematian. Pasalnya, banyak penderita yang berobat setelah stadium lanjut. Maka dari itu, gejala kanker payudara harus dideteksi sedini mungkin. Sebenarnya untuk mendeteksi kanker payudara bisa dilakukan sendiri, yakni dengan melakukan SADARI, yaitu salah satu cara untuk mendeteksi adanya kanker payudara sedini mungkin.

Kesehatan adalah penting. Ketika sakit mendera, maka kesehatan menjadi hal utama yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas raga. Belum lagi dengan biaya pengobatannya yang membutuhkan biaya banyak.

Pada pemaparannya, dr. Farida mengungkapkan bahwa inovasi dalam pengobatan kanker sangat penting untuk beriringan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap inovasi tersebut. Beliau jelaskan perjalanan perkembangan terapi target anti-HER2 dari mulai tahun 1998 yang dimulai dengan kemoterapi sampai ke pengobatan trastuzumab yang telah melakukan uji klinis untuk penyakit kanker payudara HER2.

Trastuzumab menjadi salah satu terapi target obat yang memberi peluang harapan hidup baru. Obat ini memiliki harga yang mahal dan pernah dicover oleh BPJS dengan satu kali siklus atau 8 bulan penggunaan bagi pasien kanker payudara HER2, selanjutnya biaya sendiri. Hal ini tentunya menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan, yang mana obat tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena kanker payudara, tetapi obat tersebut memiliki harga yang tinggi.

Dalam hal ini ada harapan dengan terapi biosimilar (similar biologis), yaitu obat-obatan yang sangat menyerupai dan setara secara klinis dengan obat-obatan biologis kompleks yang disetujui penggunaannya untuk penyakit serius dan mengancam nyawa di lapangan, termasuk imunologi, gastroeterologi dan onkologi.

Biosimilar ini berbeda dengan obat generic karena generic hanya menyerupai, tetapi tidak identik dengan obat bermerek yang asli. Maka, obat biosimilar merupakan obat bermerek versi yang lebih terjangkau, terkadang harga bahkan hingga hanya 0,04% dari harga aslinya. Adanya biosimilar ini sebagai tawaran harapan baru dalam mendapatkan obat bagi pasien kanker payudara HER2.

Pemberian obat yang dicover oleh jaminan kesehatan nasional, dr. Ronald A Hukom memaparkan bahwa kehadiran Jaminan Kesehatan Nasional sejak tahun 2014 diharapkan bisa menjadi akses mudah bagi masyarakat Indonesia pada pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas, termasuk pengobatan inovatif untuk kanker payudara HER2. Tingginya kematian akibat kanker pun dapat dicegah.

Status HER2 perlu diketahui pasien kanker payudara karena kelompok HER2-Positif memiliki kemungkinan pengobatan anti-HER2. Jika dapat melakukan pengobatan anti-HER2 dan penanganan dengan benar, maka harapan sembuh dapat meningkat secara bermakna.

Harapan sembuh itu ada, seperti Wielly Wahyudin, seorang survivor kanker payudara. Tahun ini dia dinyatakan bebas kanker setalah melewati banyak terapi dan rutin pemeriksaan kesehatan. Bapak yang bekerja di perusahaan multinasional ini mendapat dirinya didagnosis kanker payudara ketika sedang bekerja di luar negeri. Secara tak sengaja dadanya terkantuk dan berasa sakit, ketika diperiksa ke dokter dia pun mendapat diagnosa stadium 3 kanker payudara.

Meski awalnya kaget, Wielly melakukan pengobatan secara rutin ke dokter. Dia pun menjalankan perawatan yang dianjurkan oleh dokter. Untuk pelayanan kesehatan, dia mendapatkan bayaran biaya dari kantor perusahaannya. Dia pun menjadi anggota CISC untuk saling mendukung dan menyemangati dalam kesembuhan dan pengobatan kanker.

Harapan hidup baru dan semangat kesembuhan ini menjadi bagian dari Komunitas CISC membentuk sub komunitas CISC for HER2 pada hari Minggu, 25 Agustus 2019 di Jakarta. Komunitas ini bertujuan untuk berbagi informasi, inspirasi dan dukungan bagi pasien kanker payudara HER2-Positif, penyintas ataupun keluarganya.

Oleh karena itu, untuk sosialisasi komunitas CSIC for HER2 menggelar lomba tulis cerita tentang HER2-Positif di fanpage Indonesia for HER2. Lomba ini terbuka untuk umum dan berakhir pada tangal 1 Oktober 2019. Aryanti Baramulli Putri selaku Ketua Umum CISC menyampaikan bahwa melalui lomba tulis ini diharapkan dapat menjadi perpanjangan suara pasien kanker payudara HER2-Positif mengenai tantangan dan harapan, seperti dari deteksi dini, skrining dan pengobatan kanker standar.

Dengan demikian, SADARI kesehatan, tantangan dan harapan dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan kanker payudara HER2 sangatlah penting. Dengan banyaknya tulisan mengenai kanker payudara HER2-Positif diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia dengan mudah, murah dan berkualitas.

5 thoughts on “Yuk, Berbagi Cerita SADARI Kesehatan Kanker Payudara Bersama CISC for HER2

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: