Sisi Lain Dunia Media Sosial dan Krisis Ruang Privasi

Apa jadinya ketika di ruang private ada yang sedang live video atau video call padahal sedang berada di area yang membutuhkan privasi? Sisi lain dunia media sosial dan krisis ruang privasi itu ada dan bagian dalam kehidupan sehari-hari.

Saya teringat beberapa tahun lalu ke ke salon kecantikan rambut dengan maksud merapikan rambut. Salon tersebut khusus perempuan dan muslimah, tentu sebagai muslimah saya merasa senang karena berharap ada privatisasi bagi saya saat sedang dipotong rambut. Di dalam sudah ada beberapa pelanggan yang sedang mendapat perawatan.

Ketika saya dengan perawatan rambut, ada seorang perempuan yang melakukan video call dan mengobroll di belakang masih di ruang perawatan. Otomatis saya protes karena bagaimana pun risih bila secara tidak sengaja backgroundnya ada saya yang sedang tida berkerudung. Saya pun bicara ke terapis untuk minta tolong Mbak yang video call di luar, jangan di ruangan perawatan.

Dari sana saya merasa berada pada ruang publik, tidak ada ruang privat ketika ada orang yang membawa handphone. Karena siapa saja dan kapan saja, orang dapat memotret dan membuat video di dalam ruangan tersebut.

restroom-99225_960_720

Ketika di toilet umum atau restroom, seringkali malah asik berselfie atau swafoto, padahal di sana ada privasi orang lain yang turut berada di dalam ruangan tersebut. Setelah kasus salon perawatan rambut tersebut, saya pun menyadari untuk tidak sembarang menggunakan handphone untuk memotret atau melakukan video call ketika di dalam ruangan privat, karena ada hak privasi orang lain yang terganggu.

Fenomena kecenderungan menjadikan ruang private menjadi are publik media sosial seakan telah menghilangkan privasi itu sendiri. Bagi yang ingin melindungi privasi pun akan kesulitan bila smartphone hadir di ruang privat.

photography-801891_960_720

Kecenderungan untuk berbagi berbagai momen ini seakan menjadi suatu latah, sesuatu yang tidak semestinya dibagikan, tetapi dapat terbagi begitu mudahnya. Perkembangan interaksi sosial berbasis dunia virtual media sosial ini berimplikasi pada jebolnya tembok-tembok demarkasi ruang privasi. Hal seperti bermedia sosial di ruang perawatan atau restroom menjadikan hak privasi

Privasi atau kerahasiaan adalah informasi-informasi yang jiwa terungkap ke publik akan merugikan pemiliknya baik dari sisi psikologis, finansial maupun fisik. Data ini bisa saja disalahgunakan, maka sebagian besar negara dunia menerapkan sejumlah aturan jkhusus untuk melindungi wilayah privat warganya karena aturan ini termasuk yang mengurus hak asasi manusia. Dalam pasal 12, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia disebutkan, tidak seorang pun boleh diganggu urusan pribadunya, keluarganya, rumah tangganya atau hubungan surat menyurat dengan sewenang-wenang; juga tidak diperkenankan melakukan pelanggaran atas kehormatan dan nama baiknya. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau pelanggaran seperti ini.

Pada kasus di atas, media sosial menjelma menjadi ruang publik, mengubah pola interaksi sosial masyarakat berbasis teritorial menjadi deteritorial. Ruang (space) tidak lagi menjadi syarat utama untuk berinteraksi dan bertransaksi, tetapi semuanya dapat dilakukan melalui media komunikasi seperti smartphone.

mobile-phone-1917737_960_720

Perkembangan interaksi sosial berbasis dunia virtual dewasa ini juga berimplikasi pada jebolnya tembok-tembok demarkasi ruang privasi. Hal seperti ini terefleksi dari kecenderungan banyak orang menjadikan Facebook, Instagram, serta jenis media sosial lainnya sebagai ruang curhat tempat berbagi masalah tak terkecuali persoalan pribadi yang sesungguhnya tidak layak dikonsumsi publik.

Dalam sisi lain dunia media sosial dan krisis ruang privasi ini menjadi pembelajaran untuk tetap waspada dan hati-hati meskipun di ruang private untuk tidak menggunakan smartphone untuk bermedia sosial, setidaknya memulai dari diri saya sendiri. Bagaimana dengan teman-teman?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: