Film Koki-koki Cilik 2 Siap Temani Liburan Sekolah

Libur sekolah telah tiba. Saatnya para pelajar istirahat dan liburan dengan gembira. Libur sekolah biasanya waktu yang diidam-idamkan oleh para pelajar karena istirahat dari rutinitas sekolah. Untuk liburan sekolah lebih seru, Film Koki-koki Cilik 2 siap temani liburan sekolah. Film keluarga ini mulai tayang 27 Juni 2019.

Film yang diproduksi oleh MNC Pictures ini merupakan sekuel dari Film Koki-koki Cilik yang berhasil menjadi Film terfavorit Indonesia Movie Actors Awards (IMAA) 2019. Menjelang libur sekolah sekarang ini tentunya sekuelnya sangat dinanti. Apalagi dengan hadirnya Adit (Adhiyat) yang ditemani tantenya, Adel (Kimberly Rider) menambah suasana semakin meriah.

Koki-koki Cilik 2

Libur sekolah bukan berarti berleha-leha, tetapi bisa digunakan waktu untuk bermain sambil belajar. Seperti di film Koki-koki Cilik 2 yang bercerita tentang cookingcamp, yang tentunya dipenuhi dengan aktivitas masak memasak yang seru dan ceria ala anak-anak.

Film ini bisa menjadi inspirasi anak-anak atau keponakan kita yang sedang liburan dalam mengisi waktu liburannya. Salah satunya dengan memasak, karena setelah lihat film ini aktivitas memasak juga bisa dilakukan oleh anak-anak.

Para alumni cooking camp berkumpul. Mereka merencanakan untuk mengunjungi Chef Grant (Ringgo Agus Rahman). Namun Bima (Farras Fatik) dan teman-temannya malah menemukan lahan cooking camp tak terurus, begitupula Chef Grant yang sudah tak lagi memiliki semangat. Apa sebenarnya yang terjadi dengan cooking camp?

Film keluarga hasil sutrada Viva Westi ini menyuguhkan film anak yang ceria dibalut kocak, tentunya ada inspirasi yang bisa menjadi ibrah bagi para penonton. Saya sendiri melihat film ini mengandung hal berikut:

1. Kerjasama Tim

Untuk mencapai tujuan, adanya kerjasama tim menjadi hal yang penting. Di film ini mengajarkan adanya kekompakan dan kerjasama satu dengan lainnya agar berhasil. Tentunya, dalam kerjasama tim ini ada peran dan bidang masing-masing yang berbeda. Ibarat dalam sebuah restoran atau tempat makan, ada yang memasak, ada yang nyuci piring, ada yang kasir, ada yang melayani dan ada yang promosi serta dokumentasi.

Setiap orang tentu memiliki keunikan, dan memang tak dapat dipungkiri ada juga yang memiliki semua bidang keahlian. Tetapi dengan bekerjasama dan saling mendukung akan lebih ringan dan cepat mencapai tujuan. Maka, dimana pun posisi, tentunya sangat berarti, tidak ada yang lebih unggul atau lebih rendah, semua sama hanya berbagi tugas saja yang berbeda.

2. Komunikasi

Adanya komunikasi terbuka pada kelompok sehingga akan memunculkan transparansi. Komunikasi sebagai suatu alat menyampaikan pesan sehingga tidak ada lagi salah paham atau salah persepsi. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak ini mengajarkan komunikasi dalam penyampaian pesan sehingga tidak ada kekeliruan.

3. Silaturahmi (hubungan kasih sayang)

Ketika komunikasi terjalin, maka tumbuh saling memahami dan sayang sehingga dalam hal ini saya menyebutnya silaturahmi. Tim yang solid akan melahirkan silaturahmi, sehingga bukan hanya tujuan yang tercapai, tetapi nilai kasih sayang yang tumbuh sejak dini.

Film Koki-koki cilik 2 siap temani liburan sekolah dengan segala keunikan dan kreativitas mereka dalam bekerjasama. Makanan yang dihadirkan pun cukup membuat saya ngiler pengen masak atau beli makanan tersebut. Yuk, isi leburan ke bioskop nonton film koki-koki cilik 2…. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: