Konten Kreatif HANKAM; Menyebar Kebaikan dengan Pesan

Informasi hadir tanpa meski dicari ketika membuka internet. Kita bisa mendapatkannya bukan hanya di media online, tetapi media sosial menyajikan segala informasi. Media sosial yang oleh McLuhan disebut sebagai global village ini menghadirkan perbincangan di dunia maya, dari mulai berita, gosip, bahkan berita palsu atau hoax. Oleh karena itu, konten kreatif HANKAM; menyebar kebaikan dengan pesan sangatlah penting bagi netizen.

Saya selaku netizen atau salah satu warga internet menjadi hal penting dalam menjaga adab atau etika dalam menulis. Karena ketika pesan yang disampaikan lewat tulisan, dapat menjadi informasi bagi yang lainnya.

Di era digital sekarang ini, pesan itu media. Demikian kata McLuhan, ahli komunikasi. Pesan sebagai media karena bukan hanya berupa tulisan, tetapi bisa audio visual, atau tersampaikan secara multimedia. Ketika media sosial menghadirkan pesan, maka selaku netizen yang bermedia sosial dapat memilah dan memilih pesan di layar.

Senin, 21 Mei 2019, Kementrian Komunikasi dan Informatika mengadakan acara kreatif konten Hankam atau Pertahanan Keamanan. Hadir para narasumber yang mengupas makna konten dan Hankam. Dari para narasumber ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara konten dan Hankam. Keduanya mengisi dalam paparan yang akan menguatkan keutuhan persatuan bangsa Indonesia.

Ibu Dewi dari Kominfo memberi pesan dalam sambutannya bahwa konten kreatif itu sangat penting. Tidak berbeda jauh dengan Pak Beben dari Polhukam yang menekankan pentingnya keutuhan NKRI. Adapun Pak Wicaksono selaku pelaku media sosial paparkan bahwa konten itu harus kreatif dan unik. Pak Don selaku periset paparkan hasil dari komunikasi pesan oleh netizen Indonesia di media sosial. Pak Didik pun dari Kominfo tuturkan isi konten yang mengandung perdamaian dan persatuan.

Dalam melihat atau menerima pesan, hal yang saya pahami ketika menerima pesan sebagai berikut:

1. Pesan itu masuk diakal atau bisa dinalar secara logis oleh akal pikiran. Ketika menerima pesan tersebut, apakah pesan tersebut dapat diterima oleh akal? Ini penting dalam menindaklanjuti langkah selanjutnya dalam memahami pesan.

2. Ketika pesan diterima, apakah itu berupa berita atau informasi, maka mengkajinya dengan mencari rujukan atau referensi lain pada media yang kredibel. Media kredibel ini adalah media online yang hadir dengan pesan-pesan objektif.

3. Pesan tersebut dibutuhkan atau tidak. Karena bila tidak dibutuhkan, maka pesan itu saya abaikan. Bila pesan itu dibutuhkan dan bermanfaat, saya share atau bagikan setelah cek ricek dengan referensi lainnya.

4. Mengurangi perdebatan di media sosial. Kadang menemukan pesan status yang menggelitik untuk didebat. Saya tidak lantas membalas status dengan komentar yang saya pikirkan, tetapi saya merenungkannya terlebih dahulu, apakah menyakiti perasaan orang lain atau tidak. Apakah pesan yang saya tulis karena Allah atau karena ego saya untuk menang dalam debat. Maka, berkomentar atau berstatus itu ibarat berbicara di depan umum, harus dilihat dari segi adab dan etikanya.

Demikianlah, konten kreatif Hankam; menyebar kebaikan dengan pesan telah menyadarkan akan pentingnya pesan sebagai media perdamaian dan persatuan. Di atas hanya sedikit yang saya lakukan selama ini dalam menerima pesan-pesan dari luar. Adapun untuk konten yang saya tulis lebih mengedepankan pengetahuan dan pengalaman, tentunya tidak lepas dari rujukan referensi bacaan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: