Sungguh anugerah untuk mendapatkan kehidupan lanjut usia, karena dalam jenjang waktu masa hidup diberi anugerah usia yang panjang. Menjadi Lansia SMART; Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, dan Taat sebagai upaya dalam langkah hari besok lebih baik dari hari ini.

Sabtu, 27 April 2019, telah berlangsung talkshow seputar Lansia di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ibu Risma Kristina Simanjuntak, perwakilan Mayapada Hospital memaparkan bahwa acara ini sebagai salah satu program edukasi Mayapada yang diperuntukkan bagi para Lansia.

Dalam talkshow ini hadir para narasumber yang mengupas usia lansia dari segi medis dan psikologis. Hadir Syeila Agustini, Sps, selaku dokter saraf yang menuturkan seputar otak dan ingatan.

Dengan gamblang, narasumber paparkan tentang demensia, yaitu penurunan fungsi berpikir dan faktor resiko dari demensia.

Otak itu seperti super komputer. Kemampuan berpikir atau fungsi kognisi yang memengaruhi manusia untuk berkomunikasi. Bagian otak memiliki spesialisasi tersendiri dengan fungsi yang berbeda dan bekerja bersama-sama. Otak juga memiliki penuaan seperti tubuh.

Penyebab demensia itu bisa Alzheimer dan struk, sehingga penurunan fungsi yang progresif. Untuk Alzheimer, wnita lebih tinggi faktor resiko terkena demensia Alzheimer. Namun jangan terlalu khawatir, karena yang dimaksud faktor resiko itu lebih rentan, bukan berarti hal yang pasti. Adapun penyebabnya ada banyak hal yang menyebabkannya, seperti obesitas, peminum alkohol atau napza.

Oleh karena itu, dalam memelihara kesehatan otak itu harus dimulai dari pembuahan. Maka, sebagai pencegahannya sebagai berikut:

1. Kenali faktor resiko, seperti medical checkup.

2. Hindari asap rokok

3. Makan makanan bernutrisi.

4. Olahraga. Cukup 150 menit seminggu.

5. Simulasi kognitif. Harus ada kegiatan yang melatih otak.

Pemateri berikutnya, Safarina Sagih, dokter psikologi yang membahas karakteristil Lansia tangguh. Lansia itu harus belajar. Ibu Safarina mengupas bagaimana langkahnya dalam berkehidupan ketika usia lanjut.

Beliau sendiri psikolog yang sudah berusia lebih dari 70 tahun, namun tetap terlihat energik. Dalam langkah-langkah dalam menjalankan usia lanjut dengan rutin membaca, jalan-jalan sebagai bentuk olahraga.

Pada dasarnya menekankan tetap berativitas di usia lanjut. Bagi para anak atau yang masih usia muda, memahami orangtua yang turut membantu aktivitas orangtua dalam berkegiatan merupakan hal penting dalam membantu para lansia.

Dengan demikian, Lansia SMART bisa dilakukan dengan mudah dan motivasi dari para Lansia itu sendiri. Orang muda berperan dalam mendorong mereka menjadi Lansia SMART; Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, dan Taat.

Advertisements