Pikiran adalah Kunci

Dalam pribahasa Bahasa Arab ada kata, al insanu hayawanu naatiq, yang berarti manusia adalah hewan yang berakal. Hal ini sebagai istilah yang menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang berakal, dan berakal ini sering diasosiasikan sebagai berpikir. Maka ini menunjukkan bahwa bagi manusia bahwa pikiran adalah kunci.

Mengenai akal atau pikiran, di dalam Al Quran banyak ayat menyebutkan tentang akal. Salah satunya pada Surah Al Baqarah ayat 269 yang menyebutkan, “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa akal memiliki peran penting dalam menjalankan kehidupan. Belum lagi saya menemukan pada ayat lainnya keterkaitan berakal dan bertakwa, bahwa orang yang berakal itu adalah orang yang bertakwa. Oleh karena itu, pada dasarnya akal pikiran sebagai cara dalam menjalankan ketakwaan. Mengapa demikian?

Saya melihat bahwa akal sebagai jalan dalam menemukan diri sekaligus menemukan Tuhan. Hadis menyebutkan, man ‘arafa nafsahu fa ‘arafarabbahu. Orang yang mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya. Banyak buku yang mengungkapkan tentang diri seperti karya Ibnu Araby. Ada juga tulisan Al Ghazali dalam bukunya Tazkiyatunnafs, suatu buku yang memaparkan bagaimana cara menyucikan jiwa, baik secara pikiran atau hati. Untuk itu, maka peran akal pikiran ini sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Buku karya Meutia sangat manarik karena mengajak kita untuk mengeksplor tentang akal, dalam hal ini diejawantahkan dengan pikiran. Penulis melihat bahwa pikiran sebagai solusi masalah kehidupan. Pikiran adalah kunci, sebuah konsep yang diusung oleh Meuthia Z. Rizki. Lebih jauh lagi, pemikiran tentang pikiran adalah kunci solusi hidup lebih mudah, tenang, dan penuh keberuntungan menjadi suatu alternatif terapis paling andalan adalah pikiran kita sendiri.

Dalam perjalanan kehidupan ada banyak lintasan berkejaran, masing-masing hadir pada setiap keadaan dengan perjalanan yang berbeda dengan keadaan seperti yang sudah tertera dalam keadaan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan. Ketika melihat hidup sebagai kalkulasi, maka kita akan tercengang dengan diri yang senantiasa berada dalam kekurangan sejati. Namun, setiap hal itu bukan sesuatu yang menjadi kisah di antara dua perspektif seperti pikiran baik atau buruk.

Judul buku: Pikiran adalah kunci; Solusi Hidup Lebih Mudah, Tenang, dan Penuh Keberuntungan.

Penulis: Meuthia Z. Rizki

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 125 halaman

Buku ini terdiri dari tujuh Bab yang mengupas tentang pikiran. Bab pertama, hidup tergantung isi pikiran. Hidup selayaknya menjadi perjalanan yang menyenangkan dalam mencapai tujuan dengan penuh kemudahan, ketenangan, dan keberuntungan. Dalam hal ini, penulis menyebutkan bahwa apa yang Anda inginkan, Anda bisa mendapatkannya. Untuk itu, pikiran adalah sumber keajaiban, maka gunakanlah. Dalam hal ini, fokus dan ucapkan yang diinginkan terjadi, bukan hal-hal yang ingin dihindari.

Jadilah manusia yang beruntung, hidup tergantung isi pikiran. Hidup selayaknya menjadi perjalanan yang menyenangkan dalam mencapai tujuan dengan penuh kemudahan, ketenangan, dan keberuntungan.

Bab Kedua memaparkan manusia punya modal yang sama untuk sukses. Semua manusia dibekali oleh Tuhan dengan kekuatan, yaitu pikiran. Mereka yang tahu tentang cara berpikir tidak membutuhkan guru. Apa pun yang Anda simpan dalam pikiran cenderung kuat terjadi pada kehidupan. Jika ingin mengubah keadaan, ubahlah terlebih dahulu isi pikiran.

Pada bab ini, penulis sebutkan bahwa sumber kekuatan pikiran itu dari orangtua dan dari diri sendiri. Padahal berpikir kaya tidak memakan biaya, tapi masih banyak yang suka berpikir sengsara. Kemuliaan manusia terletak pada pikirannya.

Bab Ketiga berbicara tentang cara kerja pikiran. Penulis memaparkan bahwa apa yang diinginkan, maka bisa mencapainya. Penulis juga mengutip sabda Rasulullah Saw bahwa berdoalah kepada Allah dengan keyakinan. Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai dan bermain-main.

Penulis juga mengungkapkan pepatah bahwa jika dua orang memiliki satu pikiran, kekuatan mereka bisa memotong emas. Ada orang yang berpikir bahwa hidup adalah perjuangan. Jika ingin kaya raya, berjuanglah. Sepanjang dia masih meyakini hal itu, bisa jadi dia terus berjuang dari hari ke hari untuk mencapai kekayaan.

Bab Keempat, merawat pikiran. Dalam merawat pikiran ini, penulis menyebutkan bahwa ketenangan, keberuntungan, kesehatan, kebahagiaan dan kekayaan adalah milik pikiran. Gunakanlah pikiran untuk mengubah kehidupan.

Di sini menunjukkan bahwa pikiran itu sebagai kunci, kemudian hindari overthinking, tenang dan rileks. Dalam menyikapi lingkungan, kita tetap positif di anatara si penggerutu.

Bab Kelima, pikiran bisa diperintah. Penulis juga mengungkapkan bahwa pikiran itu bisa dikoreksi. Diungkapkan juga bahwa terapis yang paling andal adalah pikiran kita sendiri. Dalam hal ini menunjukkan bahwa pikiran busa diperintah, maka penulis pun menekankan bahwa jadilah ia layaknya asisten yang andal.

Bab Keenam, kunci sakti. Dalam hal ini, kita menuliskan daftar keinginan dan tujuan. Dalam penulisan ini menuliskan batas waktu, lalu membayangkan dan merasakan. Pikiran juga harus konsentrasi dan self talk atau dialog batin. Untaian kata-kata dapat menjadi obat atau racun. Dia bisa menyembuhkan atau mematikan. Bisa membahagiakan atau menyedihkan. Gunakanlah kata-kata untuk menyejukkan diri sendiri dan siapa pun.

Penulis menyebutkan bahwa Tuhan memiliki kalimat sakti, kun fayakun (jadilah, maka terjadilah ia). Maka apa yang dipikirkan bagi Tuhan adalah hal yang mudah untuk diwujudkan. Pikirkanlah hal yang besar dan baik.

Bab Ketujuh, positive feeling. Dalam meningkatkan positife feeling, Penulis menyebutkan dengan meningkatkan rasa syukur. Kemudian lupakan dan lepaskan saat kenyataan berbeda dari harapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: