Sehari Keliling Kebun Raya Cibodas

Perjalanan kali ini menuju Kebun Raya Cibodas. Saya sendiri pernah ke sana beberapa kali tetapi dengan sudut tempat yang berbeda di daerah perkempingannya, perjalanan kali ini menuju Kebun Raya Cibodas untuk melihat Bunga Bangkai yang sedang mekar besar, maka perjalanan sehari keliling kebun raya Cibodas pun direncanakan dengan cepat karena khawatir keburu tidak mengembang lagi.

Setelah shalat Subuh, kami langsung menuju halte elf Bogor-Cianjur. Niatnya ingin berangkat dengan elf pertama, eh ternyata elf Bogor-Cianjur melayani 24 jam. Kami termasuk telat dari jam 6, karena elf yang lebih pagi sudah berangkat. Elfnya sangat padat, tapi yang kurus dan bohay saling pengertian, yang penting mah ke angkut sama mamang supir elf.

Ongkosnya sekitar Rp.25.000, kecepatannya lumayan, kami pun dalam satu jam sudah sampai Cibodas. Dari sana kami naik angkot atau mobil pedesaan kuning arah Cibodas, alhamdulillah, sekitar jam 8, kami sudah sampai Kebun Raya Cibodas.

Suasana asri dan tenang kami rasakan, udara segar dan hijaunya pemandangan membuat kami semangat menjalankan kehidupan. Tiket masuk Kebun Raya Cibodas Rp.15.000.

Setelah membayar tiket, kami langsung mencari tempat bunga bangkai, sambil foto-foto dan berdecak kagum dengan kesegaran udara dan indahnya pemandangan, kami mencari bunga bangkai. Akhirnya, kami menemukan bunga bangkai setelah melewati mushola indah dan sejuk, namun sayang bunga bangkai sudah tidak mekar lagi. Tapi masih tumbuh batang bunganya.

Wow, tinggi sekali. Bunga tersebut lebih tinggi dari saya, makanya saya langsung berdecak kagum. Untungnya ketika kami sedang motret sana sini karena bunga bangkainya terkurung dan berpagar, ada penelitinya datang. Dia mau ngambil sample harian perkembangan bunga.

Bunga bangkai ini dikurung begini karena sama pengunjung dilempari, bahkan bunganya digoresi sesudah kami pagar. Kata penjaga cantik ini yang sedang mengambil sampel. Di bawah ada benih atau bibitnya, para pengunjung menginjak-injak padahal di bawah bakal tumbuh bunga bangkai.

Penjelasan yang membuat kami heran, heran dengan para pengunjung, kok bisa-bisanya iseng sama bunga bangkai pake digores-gores dan dilempari, apa salah dia coba… Sungguh ajaib memang polah manusia 🙂

Bunga bangkai raksasa disebut juga suweg raksasa ini berbahasa latin Amorphophallus titanum Becc., dia sejenis tumbuhan dari suku talas-talasan endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.

Saya pun kembali menanyakan bunga bangkai itu sama dengan bunga raflesia? Sebagai orang awam, saya berpersepsi sama kedua jenis bunga tersebut, ketika menanyakannya sama Mbak peneliti, eh, ternyata beda… Apa bedanya ya….

1. Beda nama panggilan dan nama latin.

Ternyata keduanya beda, dari namanya aja sudah beda, satu bunga bangkai, yang lain bunga raflesia. Beda kan…hehehe… Nama latinnya juga beda, bunga bangkai bahasa latinnya Amorphophallus titanum sedangkan bunga Raflesia namanya Raflesia Arnoldi.

2. Bentuk tanaman yang berbeda.

Kalau bunga bangkai, bunga raksasa yang memiliki tonggol (spadix), atau bagian menjulang tinggi ke atas. Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea. Sedangan bunga rafflesia, merupakan bunga raksasa yang tidak menjulang tinggi, melainkan melebar ke samping. Memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya yang indah berwarna merah bata.

3. Golongan tumbuhan yang berbeda.

Bunga rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit dari marga Rafflesiaceae ini hidup menyerap nutrisi tanaman induk atau inangnya, yakni Tetrastigma, sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran. Sedangkan Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan. Meskipun sama-sama mengeluarkan bau bangkai, bunga raflesia adalah parasit, yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon inangnya. Sementara itu, bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri sehingga bisa mencari makan sendiri.

Ketiga hal tersebut cukup membedakan bunga bangkai dan raflesia. Saya pun menanyakan kenapa namanya bunga bangkai? Serempak yang hadir di sekitar menjawab, karena baunya bau bangkai. Kenapa bisa mengeluarkab bau bangkai? Sepertinya belajarnta dilanjut nanti aja ya….. Karena peneliti sudah pergi, dan kami sudah kenyang foto-foto dengan bunga, kami pun jalan-jalan, dengan target selanjutnya curug.

Dari bunga bangkai ke curug lumayan cukup jauh, namun kita istirahat dulu di padang rumput dengan makan-makan. Ada banyak penjual, tapi harganya lumayan mahal. Jagung bakar Rp.15000, padahal Cibodas kan areal tanaman pangan. Cocoknya memang bawa bekak, seperti liweut… Wah enak, sambil melihat hamparan hijau dan menghirup udara segar.

Di curug sudah banyak orang, saya hanya duduk-duduk, tidak minat nyebur di bawahnya. Duduk-duduk sambil makan deblo dan lihat yang nyurug, hehehe

Karena sudah siang, kami pun berencana pulang. Jalan pulang ternyata panjang, kami malah menuju gerbang lain arah Cipanas yang tidak terlewati angkot. Ketika menuju gerbang ini kami melewati tanaman obat, di sini kami istirahat sejenak, malah sempat gogoleran sejenak hahaha

Perjalanan dilanjut, dan kami menemukan air terjun mini yang sudah penuh oleh pengunjung. Wow, ternyata kita salah gerbang lagi… Dan kami berencana datang lagi ke sini menikmati air terjun tanpa bubulucun dengan berbekal baju ganti.

Menuju gerbang masih jauh, kami harus naik bukit, maka perjalanan pun dilanjut. Mendung sudah menggelayut, semoga hujan melepaskan kami pergi tanpa kehujanan. Alhamdulillah, gerbang sudah ditemukan, kami pun naik angkot pulang, dan berencana kembali sehari keliling kebun raya cibodas dengan motor, bawa bekal makan banyak dan bawa baju ganti. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: