Lima Tempat Wisata Sejarah di Ciamis

Perjalanan ke Ciamis bukanlah yang pertama. Saya pun tiada kapok untuk mendatanginya, selain makanannya yang murah dan enak, Ciamis memiliki tempat-tempat yang bernilai budaya dan sejarah. Perjalanan ke Ciamis dari Jakarta bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti kereta api ataupun bis. Ciamis sendiri memiliki sejarah yang dikenal dengan Kerajaan Galuh. Daerah yang menjadi pusat Kerajaan Galuh ini telah memiliki banyak penginapan seperti hotel. Kerajaan yang menjadi titik awal dalam penelusuran kerajaan-kerajaan di wilayah Jawa Barat. Bukan hanya itu, Ciamis pun miliki kisah dan cerita cinta yang masih berbekas sampai sekarang, yaitu kisah Putri Dyah Pitaloka, putri Galuh yang terkenal cantik tiada tara. Untuk itu, mengunjungi Ciamis, maka tidak afdhal kalau belum mengunjungi lima tempat wisata sejarah di Ciamis berikut ini.

karang kamuliyan ciamis

  1. Situs Karangkamulyan (Ciung Wanara)

Letaknya berada di daerah Ciamis. Situs Karangkamulyan ini sering disebut dengan Situs Ciung Wanara. Selain dikenal sebagai astana Kerajaan Galuh Lama, di sini juga dikenal dengan legenda Ciung Wanara, seorang pemuda keturunan raja yang dihanyutkan ke sungai, ditemukan oleh Aki Balangantrang lalu tinggal di desa dengan memiliki hewan kesayangan ayam yang bernama Jalak Harupat.

Dengan tiket Rp.3000, kita bisa memasuki area situs yang sangat sarat dengan hutan lindung ini sangat asri dan nyaman. Di sini ada banyak situs prasejarah seperti batu yang bertumpuk atau disebut dengan batu pancalikan, ada juga yang disebut dengan batu panyandaran, yaitu susunan batu berbentuk segi empat yang memagari beberapa batu besar di tengahnya. Ada juga situs pamangkonan batu yang disebut Sanghyang Indit-inditan.

132030_karangkamulyan1

Ada juga Situs Cikahuripan dan Situs Sanghyang Bedil, yaitu susunan batu yang tingginya hamper 1 meter bisa disebut ruangan dari tradisi megalitik. Saya ketika memasuki area ini sangat adem dan nyaman, sehingga membuat saya tenang. Area yang luas sangat nyaman untuk menghirup udara yang segar.

  1. Astana Gede Kawali

Perjalanan ke Astana Gede Kawali merupakan perjalanan yang mendebarkan dan memenuhi keinginan untuk mengetahui budaya masa lalu atau sejarah Sunda. Pertama ke Astana Gede Kawali ketika sore menjelang. Astana Gede Kawali ini letaknya di daerah Kawali, Ciamis. Astana Gede ini bisa didatangi dari jalur jalan Panjalu, bisa juga dari jalur Cirebon, lalu Majalengka. Bisa juga dari jalur jalan Banjar-Ciamis.

astana-gede-kawali2

Dengan tiket Rp.5000, kita bisa mengelilingi kawasan wisata sejarah. Di sini ditemukan 6 buah prasasti, 3 batu menhir dan 11 makam. Di situs purbakala Astana Gede yang ada mata air Cikawali yang dipercaya sebagai petilasan pemandian putri Dyah Pitaloka. Mata air ini tidak pernah kering meski kemarau panjang.

  1. Situ Lengkong Panjalu

img_2751

Situ Lengkong Panjalu adalah sutau danau yang terletak di Kecamatan Panjalu, Ciamis. Situ Lengkong ini ditetapkan sebagai cagar alam. Harga tiket masuk ke Situ Lengkong ini sebesar Rp.3000. Adapun untuk menyewa perahunya sebesar Rp.10.000 untuk satu orang. Dengan perahu tersebut, kita bisa keliling danau dan masuk ke Nusa Gede, hutan lindung yang berada di tengah danau.

img_2756

Saya sendiri pernah ke Situ Lengkong Panjalu beberapa kali. Situ Lengkong Panjalu ini menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi oleh berbagai warga. Cerita yang menyertai kisah Situ Lengkong Panjalu ini berkaitan dengan perkembangan agama Islam di tatar Sunda.

  1. Kampung Adat Kuta

kampung-adat-kuta

Kampung Adat Kuta merupakan sebuah kampung adat yang sampai saat ini masih memegang teguh budaya adat leluhur Sunda. Berada di desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis ini berada di lembah curam yang dikelilingi oleh tebing-tebing perbukitan.

kampung kuta

Saya sendiri pernah ke sana dan menikmati suasana desa yang asri dan menyegarkan. Menurut cerita, kampung ini dulunya akan menjadi calon ibukota Kerajaan Galuh. Di kampung ini terdapat hutan larangan, yang ternyata untuk masuk ke sana harus sesuai aturan yang ada. Sewaktu saya ke sana, kebetulan hari Sabtu-Ahad, kami tidak diperbolehkan masuk hutan larangan. Adapun waktu masuk ke hutan larangan pada hari Senin dan Jumat. Itu pun dari jam 8 sampai jam 11 saja. Peraturan ini bukan hanya bagi wisatawan, tetapi bagi warga kampung adat dan sekitarnya juga sama.

  1. Situs Gunung Susuru

Situs Gunung Susuru ini berada di Kampung Bunder, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis. Saya sendiri pernah ke perbukitan Gunung Susuru, yang memiliki pemandangan yang indah. Dari Situs Gunung Susuru ini kita bisa melihat aliran sungai Cimuntur di sebelah utara, sungai Cileueur di sebelah selatan, patimuan sebalah timur. Patimuan ini adalah daerah pertemuan dua sungai Cimuntur dan Cileueur.

gunung susuru

Di sini ada benteng kuno yang membentang melintasi desa dari sisi Cimuntur ke sisi Cileueur dengan susunan benteng terbuat dari batu. Menurut cerita, dinamakan Gunung Susuru karena di perbukitan tersebut tumbuh bunga susuru, sejenis bunga kaktus.

Demikianlah lima tempat wisata sejarah di Ciamis yang layak untuk dikunjungi. Bagi Anda yang suka sejarah dan budaya, bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dan hal yang paling menyenangkan, kita bisa menikmati kuliner dengan murah meriah. Maka, bagi yang ingin ke Ciamis, sudah tersedia banyak fasilitas dan infrastruktur untuk menjelajahi kota Galuh tersebut.

 

2 thoughts on “Lima Tempat Wisata Sejarah di Ciamis

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: