Mineski Siap Menuju Kejayaan Industri Esports

Game bukan lagi iseng permainan atau hiburan, tetapi sekarang ini game sudah menjadi industri yang memiliki penghasilan tinggi. Permainan yang kita unduh dari playstore membuat kita mengerti bahwa para pembuat game online ini memiliki pendapatan yang tinggi, belum lagi dengan iklan yang menjadi selingan ketika main games. Para pemain games ini disebut juga dengan esports, maka Mineski siap menuju kejayaan industri esports.

Kamis, 13 Desember 2018, Mineski sebagai indistri esports mengumumkan siap menuju kejayaan. Bekerjasama dengan provider Telkomsel, Mineski Indonesia hadir dengan berbagai event esports dalam memfasilitasi para gamers.

Saya sering mendengar kalau para pembuat game itu bisa meraup kauntungan yang tinggi. Dari awalnya coba iseng buat game, kemudian banyak yang minat sehingga pembuat game ini nemiliki penghasilan tinggi dari gamenya. Apalagi kalau dikerjakan dengan serius dan penuh data, maka game akan menjadi industri yang sangat digemari.

Sejujurnya saya belum lama mengetahui dunia gamers, meskipun saya sering memainkan game online, tetapi jarang, malah hampir nggak pernah pindah dari game tersebut. Kesetiaan sama satu game online inilah yang membuat saya kurang tahu dunia game.

Apa itu Esports?

Esports merupakan suatu istilah untuk kompetisi permainan video game secara jamak alias banyakan yang memainkannya.

Olahraga elektronik atau umum disingkat eSports, memang berangkat dari dunia gaming. Namun ternyata, keduanya tidak bisa disamakan. Karena esports masuk sebagai profesi, sedangkan game itu hanya rekreasi.

Saya yang main game hanya untuk rekreasi menyadari ternyata game itu bisa menjadi profesi, bukan hanya industri games saja. Esports sendiri sebagai suatu bagian dari cabang olahraga dengan permaianan secara online. Makin bingung dan penasaran kan?

Akhir-akhir ini saya sering nonton drama Korea yang menyajikan drama roman fantasi yang menuturkan kisah yang berpadu dengan games. Dari sini saya memahami esports itu sebagai profesi, karena dalam setiap levelnya membutuhkan kecerdasan otak dan ketangkasan badan.

Tidak berlebihan bila atlet eSPorts juga dilatih secara profesional, termasuk soal kebugaran, demi menunjang peforma di arena pertandingan.

Sebagai warga Indonesia, saya bangga akan perkembangan industri game di Indonesia yang terbilang sangat pesat. Dilansir dari laporan Newzoo tahun 2017 lalu, Indonesia menempati posisi ke-16 di daftar negara dengan pasar game besar. Dengan sekitar 43 juta gamers di Indonesia, total pendapatan yang didapatkan dari industri ini mencapai USD 879 juta. Secara global, pasar games dunia diprediksi masih akan terus bertumbuh pesat, mencapai pendapatan tahunan hingga USD 180 miliar di tahun 2021.

Berdasarkan hal tersebut, tidak berlebihan bila Agustian Hwang, Country Manager MET Indonesia mengatakan bahwa dengan melihat potensi industri esports di Indonesia, kami akan melakukan investasi yang agresif dalam beberapa tahun ke depan untuk mempercepat pertumbuhan esports di tanah air dan mengejar negara-negara lain yang telah mapan.

Lebih lanjut Agustian memaparkan bahwa dengan berbekal pengetahuan dan 14 tahun pengalaman Mineski di ekosistem esports, besar harapan kami dapat meningkatkan standar industri esports di Indonesia.

Mineski, Industri Esports

Mineski adalah salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara yang berdiri tahun 2017 di Filipina. Kehadiran Mineski dengan misi membawa ekosistem esports Indonesia ke tahap kejayaan, dengan kata lain hadir untuk semakin memperkuat posisi esports di Indonesia.

Perkembangan game di Indonesia membuka kesempatan yang lebih luas bagi para peminat esports, baik melalui kompetisi, infrastruktur, serta dukungan para gamers.

Saat ini, Mineski telah memiliki tiga cabang bisnis utama; Mineski Infinity, MET, dan Mineski Professional Team. Di tahun 2019, MET Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis yang signifikan dengan menyiapkan investasi sebesar 30 miliar rupiah.

Bukan hanya itu, untuk membuktikan keseriusannya, MET telah berencana untuk menyelenggarakan event-event raksasa di Indonesia, diantaranya yaitu Garuda Cup, Indonesia Professional Gaming League (IPGL), dan Jakarta Masters.

Jakarta Masters sendiri termasuk dalam rangkaian The Masters, diadopsi dari event Manila Masters di Filipina. Di tahun 2019, MET berencana untuk mengadakan event ini di dua negara, salah satunya Indonesia.

Mineski juga menjalin kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem esports yang tak terbatas. Saat ini, Mineski bermitra dengan Telkomsel. Auliya Ilman Fadli, General Manager Games and Apps Telkomsel mengatakan bahwa pelanggan Telkomsel yang memberikan pendapatan tertinggi berasal dari segmen gaming yang mencapai 34 persen dengan lebih dari 60 juta pelanggan memainkan game di ponsel mereka setiap bulannya. Untuk industri game, pangsa pasar Telkomsel di Indonesia mencapai lebih dari 22 persen.

Begitu pula dengan Tokopedia, Herman Widjaja selaku VP of Engineering Tokopedia mengatakan, bahwa Tokopedia memiliki kegiatan serupa seperti turnamen ‘Tokopedia Battle of Friday’ yang sejalan dengan salah satu fokusnya untuk memajukan industri kreatif esport di Indonesia.

Demikianlah, sangat menarik bila melihat perkembangan teknologi yang telah mengubah kita selaku masyarakat menjadi digital lifestyle. Dan Mineski siap menuju kejayaaan industri esports.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: