Ketika pertama kali ngeblog, saya hanya menuangkan isi pikiran dalam sebuah tulisan. Biasanya menulis pada buku harian atau lembaran kertas dengan berbagai pikiran yang bekejaran saya tuang dalam tulisan. Namun, sejak mengenal internet dan adanya blog, saya tulis di blog. Maka, Blogku, Pikiranku.

Kenapa Ngeblog?

Tak terbayangkan bila saya bisa menuangkan tulisan dan langsung dapat dibaca oleh orang lain. Selama ini saya menuangkan pikiran dalam huruf yang bermakna pikiran, kadang berbentuk simbol, kadang berbait-bait huruf, bahkan seringkali berbaris paragraf dalam jeda waktu setarikan napas.

Huruf yang tertuang terlihat usang pada kertas-kertas yang tersimpan di bawah bantal, tetapi kini huruf-huruf itu terpajang dalam barisan layar yang bergerak, terus bergerak.

Sebuah keniscayaan bila sang waktu telah memitarbalikkan sang rindu dalam kertas berlipat pada genggaman mesin berbingkai. Saya pun sekarang lebih tertarik dengan menulis di handphone atau smartphone.

Sungguh luar biasa ketika memaknai semua sebagai keniscayaan bagian dari perjalanan. Tak ada seorang pun akan percaya bahwa dunia berubah cepat seiring berlarinya waktu yang tak bisa kembali kecuali dengan menyentuh memori pada sang layar yang menyimpan huruf dan warna kita pada gambar yang berlayar.

Cerita belum usai. Ketika pikiran menangkap perjalanan, di sana ada banyak hal ungkapan pikiran yang tertangkap dari olahan mata dan telinga yang menyaksikan dan mendengarkan.

Yups, setiap rasa menggema dalam pikiran, tertulis sebagai sebuah kegalauan, keindahan, kecantikan, kegelisahan, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai rasa sebagai simbol dari pikiran yang tertuang dalam tulisan.

Kenapa ngeblog? Karena pikiran itu ingin eksistensi dan tertuangkan sehingga dibaca oleh diri sendiri dan orang lain. Pikiran yang menjadi dasar untuk menuliskannya di blog sebagai bagian perjalanan kehidupan. Catatan tersebut menjadi ungkapan dari pikiran. Kenapa ngeblog?

1. Blogku, Pikiranku. Menulis Pikiran. Hal demikian sebagai kesimpulan yang saya tuang. Persepsi yang saya tuang ketika sang indra menjadi penyaksi, maka pikiran pun mengajak untuk mengungkapkannya kembali dalam sebuah tulisan. Maka, tulisanku, pikiranku.

2. Blogku, Rekamanku. Merekam Ingatan. Sebagai manusia, kita tiada terlepas dari lupa. Dengan adanya tulisan yang tertuang, bisa untuk mengungkapkan pikiran dan membacanya kembali secara berulang atau kadang-kadang.

3. Blogku, Pengingatku. Instrospeksi Diri. Setiap peristiwa tentu memiliki persepsi yang tertangkap dalam pikiran, kemudian tertuang pada tulisan. Dengan menuliskannya di blog, ini menunjukkan sebagai membangun diri untuk instrospeksi. Ketika kita membaca ulang kembali catatan, di sana pembelajaran untuk terus belajar dan belajar.

4. Blogku, Pekerjaanku. Menambah Pendapatan. Tiada menyangka bahwa menulis di blog akan menambah pendapatan keuangan. Dulu, saya selalu berlomba-lomba menulis artikel atau opini untuk tembus media massa. Alangkah senangnya bila tulisan kita menghasilkan pendapatan. Sekarang, blog pun dapat menjadi media dalam mendapatkan tambahan penghasilan, bahkan tak jarang yang malah menjadi pekerjaan.

5. Ada Blog, maka Aku Ada. Personal branding. Blog menjadi ciri khas dari diri penulis, maka tidak berlebihan bila blog menjadi personal branding. Keberadaan tulisan kita di blog menunjukkan diri kita, maka seakan berkata, ada blog, maka aku ada di dunia maya.

Demikianlah lima hal yang saat ini terpikirkan kenapa saya ngeblog? Blogku, pikiranku, bagaimana dengan Anda?

Wallahu’alam.

Advertisements