Tags

Menjadi Ibu yang bekerja membutuhkan keseimbangan yang dapat membahagiakan atau menikmati setiap momen kehidupan. Dalam Z Womentalk kali ini mengupas seputar membangun keseimbangan hidup bagi ibu yang bekerja bersama Futri Zulya.

Futri Zulya sendiri seorang ibu sekaligus pebisnis. Ibu yang memiliki dua anak ini sangat disiplin dan memiliki visi yang jelas dalam menjalankan jenjang karirnya. Tidak berlebihan bila pada karir bisnisnya Futri Zulya memiliki tips yang dia sharing untuk berbagi ilmu dan motivasi bagi para ibu yang bekerja lainnya.

Futri Zulya sendiri memiliki lima tips dalam berbagi dalam membangun keseimbangan hidup bagi ibu yang bekerja, yaitu:

  1. Build your support system. Support system ini datang dari keluarga dan lingkungan. Dalam keluarga, terutama orangtua, suami dan anak memiliki peran penting dalam membangun karir yang sukses dan berhasil. Rangkaian support system ini bisa dimulai dari lingkaran terdekat, seperti orangtua, suami, dan anak yang dapat membantu dalam membangun berbagai hal dalam perjalanan kehidupan. Orangtua ada dengan berbagai keadaan yang menjadi suatu titik dalam keadaan yang menjadi bagian seperti adanya ART (Asisten Rumah Tangga) yang sesuai dengan kepribadian kita. Jangan takut untuk melakukan interview, cek kesehatan calon ART juga perlu dilakukan, karena bagaimana pun ART menjadi bagian dari perjalanan karir dan keluarga kita.
  2. Get organized. Membuat pengaturan secara terperinci dan terorganisir sehingga dapat mengaturnya dengan disiplin dan teratur. Pengaturan itu bisa menjadi peraturan dan pengelolaan, termasuk pada pakaian untuk anak dan suami bisa disiapkan malam hari sebelum tidur. Ibu atau MOM sebagai Master of Multitasking memiliki peran penting sebagai COO (Chief Operational Officer), maka ibu menjadi tumpuan pada pengelolaan rumah tangga.
  3. Komunikasikan dengan tempat kerja tentang fasilitas untuk ibu pekerja. Ibu yang bekerja hendaknya mengomunikasikan keadaan diri dengan lingkungannya, maka diusahakan untuk memilih tempat kerja yang ramah ibu. Misalnya, ketika ibu hamil, maka Ibu mengomunikasikan keadaannya dengan mengabarkan kehamilan, sehingga mendapatkan keringanan dalam aktivitas kerja. Begitu pula ketika menyusui, Ibu dapat menginformasikan keadaannya, sehingga diberi keluasan waktu untuk pumping.
  4. Set priority & reduce time waster. Kalau urusan transaksi bulanan bisa dilakukan secara autodebet dan set it up. Waktu kita bisa digunakan untuk prioritas lain, terutama dengan keluarga.
  5. Cermat dalam keuangan keluarga dengan memiliki financial goals. Perencanaan keuangan (financial planning) merupakan sebuah proses yang mana individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansial, seperti memiliki tabungan di bank sebesar satu milyar untuk 3 tahun kedepan, memiliki rumah sendiri tahun depan, menikah tahun ini, memiliki mobil untuk tahun depan, memiliki biaya pendidikan sekolah untuk anak, liburan keliling Indonesia dan ibadah haji di tahun 2022.

Berbagi inspirasi dan tips bukan hanya tentang kehidupan berumah tangga dan menjadi ibu yang bekerja, Futri Zulya juga membagi tips berdandan. Dengan cekatan dan detail, Futri Zulya menjelaskan tahapan demi tahapan dalam berhias, sehingga tampil cantik dan elegan sebagai ibu dan pekerja. Di sini tentunya memiliki aktivitas seperti me time, karena dalam berhias tersebut ada sebuah aktivtas dalam mengekspresikan diri sendiri menjadi lebih cantik dan elegan.

Pada paparan tips kecantikan tersebut, saya belajar bahwa pada setiap usapan dan olesan kuas hias, ada makna dan kecantikan yang ingin ditampilkan. Ada guratan yang mencerminkan bahwa kehidupan itu indah dan menawan dalam sebuah penghayatan melihat wajah dan aktivitas muka yang penuh dengan senyuman.

Demikianlah, dalam setiap prosesnya memiliki aktivitas yang menjadi suatu renungan dan pertimbangan dalam membuat suatu keputusan. Seorang ibu dengan segala aktivitasnya menjadi pusat kegiatan rumah tangga. Maka, membangun keseimbangan hidup bagi ibu yang bekerja sangatlah penting dan utama.

Advertisements