Sedang asik ngetweet, tiba-tiba ada yang menyapa dan duduk di sebalah. “Assalamu’alaikum, saya Nadia,” sambil mengulurkan tangan bersalaman lalu memeluk seperti teman yang sudah lama tidak jumpa. Perempuan berjilbab pink yang serasi dengan baju putrinya yang masih balita. Shafira blogger gathering, Shafira berbagi kisah inspirasi dan tips photography.

Kamis, 23 Agustus 2018, saya mengikuti blogger gathering Shafira-ISB. Acara yang meliputi kegiatan kisah inspirasi dan tips photography dihadiri oleh blogger Indonesia Sosial Blogpreneur (ISB). Para blogger cantik sangat antusias dalam menyimak sesi demi sesi.

Alangkah senangnya saya berada di sana, bersama para muslimah yang istiqamah dengan kejelitaan busana muslimahnya. Setiap orang memiliki gaya dan ciri khas masing-masing. Keunikan inilah yang menjadi pesona kecantikan dari setiap perempuan.

Namanya Nadia Fatimah, muslimah berkerudung pink tak segan menyapa saya yang sedang asik bercengkrama dengan handphone. Tak lama, muslimah cantik ini tersebut tampil ke depan ditemani oleh sang buah hati.

Usianya 37 tahun, namun dia sudah mengalami perjalanan hidup sebagai manusia yang tanpa daksa selama 11 bulan. Titik perjalanannya dimulai ketika dia menikah, maka setelah resepsi pernikahannya, Nadia divonis Lupus dengan masa hidup hanya 6 bulan.

Tentu tak seorang pun yang mengharapkan demikian, tetapi Nadia melihat hal tersebut sebagai proses dia dalam menemukan Tuhannya, Allah SWT. Dahaga dalam menemukan Tuhannya sudah lama ia rasakan, gejolak untuk dekat dengan Sang Pencipta hadir, tetapi keadaan alias pekerjaanlah yang memaksanya masih jalan di tempat.

Ketika sakit inilah dalam kondisi kelumpuhan, dia bersama suami instropeksi diri. Menyelami agama dengan berbagai kajian, mendekatkan diri dengan zikir yang terus dilantangkan. Alhamdulillah, dengan semangat, Nadia bersama suami melalui 11 bulan. Nadia mulai membaik, dan hal itu menjadikan keduanya terus mengunjungi satu majelis ke majelis lainnya untuk bermuhasabah.

Seiring perjalanan waktu, dengan harap akan kehidupan, Nadia melalui satu persatu tahap kehidupan dengan kuasa Tuhan. Sakit lupus yang dideritanya melemah dan tidak aktif pada titik penentu dirinya atau bayinya yang menjalankan kehidupan. Alhamdulillah, keduanya sehat dan selamat.

Kini, dengan segala rasa syukur, Nadia masih survivor Lupus, namun itu tetap dia nikmati dan syukuri. Demikianlah perjalanan, demikian kehidupan yang menyertai perjalanan kehidupan seseorang. Kisah yang menginspirasi tentang kehidupan.

Dalam 30 tahun perjalanan bisnis Shafira, Seli Maulani selaku Marcom Safhira menjelaskan tentang Shafira yang hadir sudah 30 tahun. Shafira yang didirikan oleh Feny Mustafa ini sangat mengutamakan kualitas produk, dari mulai bahan, pembuatannya dan penampilannya.

Shafira pun berbagi tips kecantikan dalam berkerudung. Kami mendapatkan tips berkerudung dan berpakaian yang rapi dan cantik. Saya menyimaknya dan mencoba langsung praktik. Dalam berpakaian, kebersihan dan kerapihan tentu sangat utama. Busana muslimah yang Shafira hadirkan memiliki keistimewaan bahwa dalamn setiap detailnya ada cinta dan dibuat oleh tangan-tangan pengrajin yang memang memiliki kualifikasi sebagai penjahit.

Aksesoris yang digunakan pun tidak lepas dari detail dan kajian penempatannya yang pas. Dengan keunggulan produknya, Shafira sebagai brand busana muslim telah melanglang dunia memamerkan pakaiannya dan menjaga kualitas produknya yang ini terbukti dari kehadirannya selama 30 tahun dalam berkiprah.

Saya sendiri memiliki produk busana Shafira, yang rasanya memang nyaman dan tampil elegan. Saya yang lebih mengutamakan kenyamanan, busana Shafira sangat nyaman, apalagi dengan keunggulan bahwa dengan pakaian tersebut saya menjadi lebih elegan. Hal tersebut sangat istimewa bagi saya yang biasa cuek, tetapi ketika memakai Shafira hadir dengan penampilan perempuan yang elegan dan istimewa.

Ada tiga busana yang dihadirkan pada gathering kali ini, yaitu busana yang Ngabaraga series dan Silukang Series. Saya langsung tertarik dengan pakaian tersebut yang ternyata memang unik, detail dan menarik. Busana-busana tersebut pernah dipamerkan di luar negeri. Contohnya, Silukang series ini pernah hadir di Newyork Fashion Week 2015.

Terlihat dari series yang dihadirkan Shafira selalu menampilkan ciri khas Indonesia, Silungkang berasal dari Sawahlunto, Sumatera Barat. Adapun Ngabraga terinspirasi dari jalan Braga yang legendari, di daerah Kota Bandung. Dari lokal menjadi tampil internasional, suatu inspirasi dalam mengenalkan seni busana daerah.

Memasuki sesi photography, kami mendapat ilmu dalam memotret. Bowie Yogi dengan interaktif dan praktek langsung memaparkan tentang tips menggunakan kamera yang menarik, di antaranya dalam memotret dengan menggunakan slide 1/3 layar.

Ketika memotret, kita membuat 3 garis bayangan, dan objek fokus foto ada pada 1/3 layar. Begitu pula cara memotret yang menampilkan objek hidup, terutama objek manusia, maka Bowie mengajak untuk praktek dan merasakan sendiri perbedaannya.

Blogger gathering ini sangat seru. Shafira berbagi kisah inspirasi dan tips photography yang menjadi bekal hidup dan ngeblog. Karena ngeblog sekarang bukan hanya butuh keahlian menulis, tetapi memotret menjadi hal yang utama juga.

Advertisements