Cemilan, makanan ringan dan sehat seringkali menemani, baik di kosan, kantor maupun di perjalanan. Cemilan ini penting, apalagi kalau tiba-tiba lapar sedangkan jauh dari makanan. Maka, biskuit wafer menjadi andalan. Tentu saja, factory Visit Mayora Indah Divisi Wafer; Hebatnya Industri Makanan dan Minuman Indonesia sebagai hal yang menyenangkan karena menjadi tahu pengolahan makanan.

Kamis, 9 Agustus 2018, bersama dengan Kementrian Perindustrian, saya bersama teman blogger menuju pabrik wafer Mayora. Pabrik yang berada di perbatasan Jakarta dan Tangerang ini ditempuh dengan jarak kurang lebih satu jam dari sekitar Jalan Gatot Subroto. Bagi yang naik KRL, bisa juga turun di Poris, KRL arah Duri – Tangerang.

Kementrian Perindustrian sangat konsen dalam makanan industri dalam negeri, hal ini bukan hanya untuk makanan dan minuman dalam negeri saja, tetapi industri ini dapat menyerap pekerja tanah air.

Dengan berkunjung ke pabrik wafir Mayora, ini menunjukkan hebatnya industri makanan dan minuman dalam negeri. Ibu Eni Ratna Ningtyas selaku Direktur Industri Hasil Laut dan Perikanan dalam sambutannya memaparkan bahwa kita harus mencintai makanan dan minuman dalam negeri.

Ada empat hal hebat industri makanan kita, yaitu:

  1. Mendatangkan banyak investasi dari dalam dan luar negeri.
  2. Membuat banyak orangtua lain mendapat pekerjaan.
  3. Makin banyak orang yang bisa berjualana produk olahan makanan.
  4. Daerah-daerah di Indonesia bisa lebih sejahtera.

Hadir pula 30 repcil alias reporter cilik dari Media Indonesia. Mereka secara antusias berdiskusi seputar Mayora dan industri. Mayora Indah merupakan perusahaan makanan dan minuman yang berdiri sejak tahun 1982. Dengan jumlah karyawan saat ini sekitar 2624. Luar areanya 3500 meter persegi, dengan luas bangunannya 2000 meter persegi.

Untuk masuk ke area pabrik, kami diberi pemahaman pengamanan, seperti kuku tangan harus pendek, tidak membawa logam termasuk peniti, memakai sepatu yang berkaos kaki, memakai masker, diberi baju seragam putih, kemudian tutup kepala. Hal tersebut untuk keamanan dan menjaga kebersihan serta kehigienisan pabrik. Jangan sampai ada logam dan rambut yang jatuh. Kami juga cuci tangan setiap memasuki ruangan yang berbeda.

Setelah pengamanan, kami masuk ke dalam ruangan bahan makanan. Dalam bahan makanan ini, Mayora malah sudah memiliki tepung terigu Mayora yang hanya untuk konsumsi pabrik saja. Kemudian kami masuk ke ruang pembuatan wafer, lalu ke ruang isian wafer keju, lalu ke ruang toping wafer seperti karamel dan coklat. Wow, keren… Kemudian ke ruang pendinginan wafer coklat beng-beng, setelah itu ke bagian akhir pengenasan wafer beng-beng.

Bukan hanya ke area pembuatan Beng-Beng, kami juga diajak ke olah produksi dan pengemasan makanan untuk ke luar negeri, seperti Thailand. Orang-orang di luar negeri membutuhkan dan menyukai produk makanan dari Indonesia lho… Karena kita punya jenis produk makanan yang beragan. Jadi, nggak perlu lagi beli banyak makanan dari luar negeri.

Selanjutnya, kami pun diajak ke gudang makanan Astor yang siap kirim. Di sini khusus pabrik saja, adapun untuk penjualan harus ke divisi lain.

Pabrik ini beroperasi selama 24 jam dengan 3 sift karyawan yang bergantian, dan libur pada hari Ahad. Di negera kita, ada sekitar 1.041.266 orang bekerja untuk industri makanan. Banyak ya…

Setelah berkeliling pabrik wafer Mayora Indah, maka sesungguhnya Indonesia punya potensi besar jadi jagoan soal indistri makanan dan minuman di ASEAN. Bukan hanya itu, dari industri makanan dan minuman tersebut bisa menyebarkan lagi pada bisnis pengolahan makanan. Ada 8.507 unit usaha yang mengolah produk makanan menjadu jajanan enak yang bisa kita nikmati. Di dekat saya aja, ada empat warung yang jual olahan makanan, dan mereka memiliki rezekinya masing-masing.

Pemerintah Indonesia sendiri senantiasa berupaya agar industri makanan tetap sehat. Maka, pemerintah memiliki lima hal dalam menjaga industri makanan sehat, yaitu:

  1. Tax. Keringanan pajak (tax holidau dan tax allowance).
  2. Memberikan bantuan peralatan, mesin, promosi di dalam dan luar negeri.
  3. Memberi pelatihan desain, teknologi dan keterampilan baru pegawai di perusahaan.
  4. Peraturan dalam rangka melindungi konsumen.
  5. SNI. Standarisasi agar kualitas produk Indonesia nggak kalah dengan negara lain.

Perusahaan makanan dan minuman termasuk dalam sektor terbesar yang mendukung keberhasilan Indonesia di era industri 4.0. Produk kita akan semakin banyak dibeli di luar negeri dan industri kita ajan semakin canggih.

PT. Mayora Indah tbk adalah salah satu pelaku industri andalan Indonesia karena saat ini sudah menjadi glibal yang sudah dikenal di banyak negara di dunia.

Suatu hal yang bangga dan menyenangkan karena bisa berkunjung dan berkeliling pabrik Mayora Indah Divisi Wafer. Dengan melihat langsung industri makanan dan minuman, maka saya sebagai orang dewasa semakin percaya akan kandungan makanan cemilan yang dimakan oleh anak-anak.

Anak-anak yang kuat, sehat dan cerdas merupakan pebentu keberlangsungan bangsa Indonesia. Salah satu faktir penting yang menentukan hal tersebut adalah jumlah asupan gizi yang mampu memenuhi kecukupan gizi. Asupan gizi ini dapat berasal dari pangan yang disediakan di rumah, pangan olahan terkemas yang diperdagangkan.

Mayora Indah ini memiliki produk andalan yang disukai oleh anak-anak. Anak-anak ini membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dengan gizi seimbang. Dengan factory visit Mayora Indah Divisi Wafer; Hebatnya Industri Makanan dan Minuman Indonesia ini kita melihat langsung proses pangan olahan kemasan yang dimakan oleh anak-anak, apalagi didukung oleh pemerintah lewat Kementrian Perindustrian, maka cintai produk dalam negeri dengan memakan makanan hasil olahan pangan produk dalam negeri.

Advertisements