Tags

Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah Indonesia sendiri menetapkan wajib belajar 12 tahun. Namun, kesenjangan ekonomi masih sangat terasa di negeri tercinta ini, maka wajib belajar 12 tahun masih terasa berat, apalagi untuk jenjang perguruan tinggi. Passion for better dengan SCG sharing the dream hadir untuk menjadi salah satu alternatif solusi dalam melanjutkan pendidikan.

Undang-undang Dasar Negara Indonesia telah mengamanatkan tentang upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa setiap warga negara usia sekolah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi harus mengenyam pendidikan.

Kenyataannya banyak warga negara usia sekolah tersebut yang tidak dapat mengenyam pendidikan, lebih-lebih pendidikan tinggi. Banyak komentar yang disuarakan masyarakat tentang ketidakberdayaannya menyekolahkan anak karena terkendala oleh biaya pendidikan. Pemerintah pun telah berupaya untuk mengurangi angka putus
sekolah dengan alasan ekonomi.

Untuk menghindari putus sekolah, langkah strategis yang tepat adalah memberikan bantuan biaya pendidikan dengan memberikan beasiswa. Maka, dengan passion for better, SCG sharing the dream dalam membantu mewujudkannya melalui beasiswa.

SCG sendiri merupakan Siam Cement Group (SCG), perusahaan yang berpusat di Thailand ini bergerak pada sektor produksi material dan sebagai perusahaan penyedia semen.

Seti dalam Sharing The Dream

Setiawan Revaldi namanya. Senyuman terpancar dari wajahnya yang belia ketika kami berkenalan. Pemuda yang memperkenalkan diri dengan nama panggilan Seti satu meja dengan kami. Bukan hanya Seti, ada dua pemuda yang satu meja dalam kelompok meja 3.

Yups, kegiatan kali ini terasa berbeda, karena kami sudah diarahkan dengan duduk berkelompok. Meja 3 terdiri dari 8 orang yang setelah berkenalan dengan latar pendidikan yang berbeda.

Ketika memasuki sessi talkshow, tiada sangka kalau Seti turut menjadi narasumber yang mendapat beasiswa pendidikan dari SCG. Pemuda yang ramah dan rendah hati ini memang layak mendapatkan beasiswa. Dalam SCG sharing the dream, Seti sangat memahami apa yang disampaikannya.

Bersama Tasya Kamila, selebritis yang mendapatkan beasiswa S2 Colombia University dan Novia Kardiyanti dari Brand & Marcom SCG , Seti memaparkan pengalamannya dalam mendapatkan beasiswa.

Dia mendapatkan beasiswa SCG sudah memasuki tahun ketiga, sejak dia masih di bangku SMU. Bermula dari tawaran guru BP untuk mengikuti pendaftaran beasiswa SCG, Seti pun berkompetisi untuk mendapatkan beasiswa selama di jenjang SMU.

Ketika lulus, Seti mendapatkan email untuk penawaran pendaftaran beasiswa perguruan tinggi. Ibarat pucuk dicita ulam pun tiba, Seti pun langsung mendaftar dan memenuhi persyaratan beasiswa.

“Saya mengirim berkas beasiswa seminggu setelah lebaran, ketika aktivitas kurir yang melambat. Alhasil bolak balik untuk mengirimkan paket berkas,” demikian sepenggal cerita perjuangan Seti dalam mendaftar beasiswa.

Dalam salah satu persyaratan beasiswa yang harus dipenuhi adalah membuat essay berbahasa Inggris dengan tulisan tangan. Dari proses tersebut, Seti pun berpengalaman dalam terus belajar bahasa Inggris.

Untuk mendapat beasiswa memang membutuhkan perjuangan dan kefokusan. Demikian kata Tasya Kamila. Artis cantik ini telah menyelesaikan S2 dengan beasiswa. Meskipun dia artis, orangtua Tasya mengajarkan untuk mandiri, sehingga untuk memenuhi cita-citanya, Tasya pun mencari beasiswa.

Beasiswa merupakan bantuan pendidikan, terutama bagi yang masih sekolah atau kuliah agar dapat menyelesaikan tugasnya dalam rangka mencari ilmu pengetahuan hingga selesai. Bantuan ini biasanya berbentuk dana untuk menunjang biaya atau ongkos yang harus dikeluarkan oleh anak sekolah atau mahasiswa selama menempuh
masa pendidikan di tempat belajar yang diinginkan.

Dalam beasiswa SCG, Novia Kardiyanti dari Brand & Marcom SCG memaparkan bahwa beasiswa sebagai sharing the dream. Dengan konsep passion for better, SCG memilih beasiswa sebagai sharing the dream. Melalui pendidikan, maka negara pun akan lebih baik dan maju.

Pemberian beasiswa yang tepat sasaran akan memberikan pemerataan kepada mahasiswa untuk dapat mencapai prestasi akademik yang tinggi meskipun secara ekonomi sedikit mengalami hambatan. Pemberian beasiswa berupaya mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga kelangsungan studi dan berprestasi. Beasiswa
yang diberikan kepada mahasiswa tentu mengandung konsekuensi yang perlu dijalani mahasiswa.

Menarik bila menyimak apa yang dikatakan oleh para narasumber, bahwa keberhasilan mendapatkan beasiswa tidak lepas dari perjuangan. Setiap langkah demi langkah dalam perjalanan mendapatkan beasiswa, ada hikmah dan pengalaman untuk menjadi lebih baik.

Passion for Better

Memasuki sessi FGD, ada 6 kelompok yang sudah terbagi. Dan saya berada di meja 3, alias kelompok 3. Kelompok kami mendapatkan tema diskusi tentang penerima beasiswa.

Kebetulan Seti berada pada kelompok kami, diskusi tentang seputar penerima beasiswa pun semakin seru. Dari hasil diskusi tersebut, terdapat beberapa poin penting tentang penerima beasiswa, yaitu:

1. Penerima beasiswa termasuk orang yang tidak mampu secara ekonomi.

2. Mempunyai prestasi terutama di
bidang yang digelutinya.

3. Semangat yang tinggi dalam belajar dan mencari ilmu pengetahuan.

4. Mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Demikianlah, Passion for better dengan SCG sharing the dream yang kali ini memasuki tahun pertama dalam memberikan beasiswa pada mahasiswa. Acara seru yang dihadiri pula oleh Nantaphong Chantrakul selaku Country Director SCG Indonesia memberi sambutan pada sharing the dream. Dengan pendidikan, semoga anak-anak Indonesia lebih baik dan Indonesia menjadi negara lebih maju.

 

Advertisements