Tags

,

Sering terkagum dengan foto yang menampilkan Candi Borobudur. Candi yang belum pernah saya kunjungi ini hanya dapat saya lihat pada gambarnya, sebagai tempat yang pernah menjadi tujuh keajaiban dunia sangat saya kagumi, memang candi ini sebagai wujud karya keajaiban yang indah dan menawan. Maka, ketika menemukan ebook Kho Ping Hoo yang berjudul Banjir Darah Borobudur langsung saja saya beli. Rasa penasaran dan ingin tahu yang membuat saya ingin langsung membacanya.

Judul buku: Banjir Darah Borobudur

Penulis: Kho Ping Hoo

Buku ini bercerita pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Syailendra. Meski setelah saya telusuri di Om Google, masih ada perbedaan pendapat tentang Wangsa Syailendra dan Wangsa Sanjaya berada pada Kerajaan Mataram Kuno.

Disusun dengan 7 Bab, Kho Ping Hoo mengisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Indrayana, dia sangat menyukai Putri Dyah Ayu Pramodawardani, putri Raja Samaratungga dari Kerajaan Syailendra.

Indrayana mencintai sang putri sehingga berencana membuat patungnya. Untuk menjadi seorang pematung tidaklah mudah, membutuhkan keahlian dan spiritual yang tinggi.

Indrayana pun belajar pada kakeknya, dengan ditemani oleh Candra Dewi dan Raden Pancapana. Buku ini menyajikan cinta dan candi, dalam setiap prosesnya memiliki arti.

Prabu Samaratungga melakukan sayembara untuk mempersunting putrinya yang cantik jelita. Salah satu syarat dalam sayembara tersebut adalah membuat candi Budha. Dalam sayembara tentunya ada kompetisi dan pertarungan untuk memenangkannya.

Untuk lengkapnya bisa dibaca buku Banjir Darah di Borobudur. Buku ini bisa menjadi salah satu bacaan untuk mengisi libur lebaran teman-teman, seru dan menarik kisahnya. Selamat membaca 🙂

Advertisements