Seiring waktu tak terasa lebaran tinggal seminggu lagi. Suasana lebaran sudah mulai terasa dengan tampilannya bermacam kue lebaran dan parsel. Di antara sajian pangan yang beredar, kita harus hati-hati ketika membeli parsel jangan sampai salah pilih atau cacat. Untuk itu, ingin lebaran aman pangan? Cek Klik aja…

Selasa, 5 Mei 2018, saya berkesempatan menyimak talkshow Lebaran Aman Pangan. Acara ini dihadiri oleh narasumber Bapak drs. Suratmono MP selaku Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM dan Bapak Adi S Lukman selaku Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI). Hadir pula Peny K Lukito MCP selaku Kepala BPOM, Roy Nicholas Rambe selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dan Sukriyadi selaku Balai POM DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ibu Penny K Lukito selaku Kepala BPOM mengatakan, bahwa pentingnya memeriksa kemasan produk makanan ataupun obat perlu diperhatikan masyarakat agar tidak berakibat pada hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi menjelang lebaran sekarang ini, yang konsumsi pangan lebih banyak, maka BPOM ingin membangun partisipasi masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan memeriksa terlebih dahulu kemasannya.

Lebaran Aman Pangan

Menjelang lebaran ini, konsumsi pangan lebih banyak. Hampir di setiap rumah ada olahan pangan. Kue kaleng selalu ada, baik beli sendiri maupun pemberian parsel dari saudara, teman atau tetangga.

Biasanya, kalau ada yang memberi kue kaleng atau sirop, kami mengecek tanggal kadaluarsa. Kalau sebentar lagi, segera kami makan atau buka, bila banyak kami bagikan ke tetangga dengen mengabarkan untuk segera dimakan.

Dalam pembuatan kue lebaran, tentunya tidak lepas dari bahan-bahannya. Seperti kebiasaan keluarga membuat kue bolu, maka bahan-bahan kue ini juga harus diteliti. Biasanya sudah ditentukan brand produk barangnya, lalu dilihat kemasannya. Begitu pula dalam pembuatan kue kering lainnya, biasanya hanya melihat brand produk kemudian kadaluarsanya. Benarkah yang selama ini keluarga kami lakukan dalam memilih pangan lebaran?

Berdasarkan pemaparan Bapak drs. Suratmono MP selaku Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, saya berpendapat bahwa yang keluarga kami lakukan sudah benar, tetapi belum lengkap secara panduan BPOM. Karena bukan hanya melihat kadaluarsa, tetapi secara detail dalam memilih pangan harus cek KLIK. Apa itu Cek KLIK?

Cek KLIK

Cek Klik merupakan program Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memandu masyarakat dalam memilih makanan dan obat yang baik dan aman. Cek KLIK itu sebagai berikut:

1. Kemasan

Hal awal ketika membeli produk pangan, kita memeriksa kemasan pangan, apakah masih layak beli atau tidak? Contohnya, ketika membeli produk, kita melihat boksnya sudah usang dan berlubang, atau kalengnya penyok, itu berarti pangan tidak disimpan di tempat yang layak. Hal tersebut bisa memungkinkan isinya sudah rusak dan tidak layak konsumsi. Perhatikan juga kalau kemasannya sudah pudar, tampak luntur, atau robek. Sebaiknya jangan dibeli dan dikonsumsi karena kemungkinan umur produknya sudah lama.

Seringkali hal di atas diabaikan. Saya sendiri heran kenapa di antara sekian produk, malah memilih kemasan yang penyok? Meski terburu-buru ketika belanja, kita tetap harus teliti ketika membeli.

2. Label

Membaca label pada kemasan memang agak males, dan sering terlewatkan. Padahal ini penting dalam mengetahui isi dari produk pangan yang kita beli. Maka, selalu baca lagi label produk yang akan kita beli. Seringkali ketika kita membeli brand yang sama, mengabaikan label, padahal sangat penting untuk tetap membaca label. Setiap pangan seharusnya mengandung label atau informasi.

Seringkali ketika kita membeli brand yang sama, mengabaikan label, padahal sangat penting untuk tetap membaca label. Setiap pangan seharusnya mengandung label atau informasi seperti nama produk, komposisi atau bahan dan kedaluwarsa.

3. Izin edar

Ketika memilih pangan, pastikan produk tersebut telah mengantongi izin edar dari Badan POM Indonesia. Pangan yang sudah memiliki izin, biasanya akan mencantumkan nomor registrasi. Bagi pangan impor, maka kemasannya menggunakan Bahasa Indonesia.

4. Kedaluwarsa

Ketika membeli, maka selalu cek waktu kedaluwarsa. Ketika melihat tanggal kedaluwarsa, maka jangan membeli pangan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsanya.

Begitu pula bila kita kelupaan menyimpan makanan yang tanggalnya melewati kedaluwarsa, lebih baik dibuang saja, jangan dimakan. Ketika cek KLIK menemukan produk yang tidak sesuai, maka segera laporkan.

Dalam pengawasan bekerjasama dengan masyarakat, atau istilahnya Permesta, Pengawasan Semesta. BPOM bermitra dengan Pramuka, yang bila menemukan cacat produk maka langsung dilaporkan.

Lebih lanjut, Bapak Adi S Lukman selaku Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) memaparkan bahwa peran masyarakat dalam cek KLIK ini sangat penting. Bila menemukan produk yang tidak sesuai dengan KLIK segera bilang ke tokonya untuk dikembalikan ke produsen. Kali ini Pak Adi menyebutnya pengawasan 360, alias pengawasan secara menyeluruh, oleh pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Perusahaan yang memproduksi pangan, biasanya secara reguler menarik produknya yang akan kedaluwarsa. Namun terkadang ada yang terselip di retail atau toko eceran, maka dibutuhkan peran masyarakat untuk membantu menginformasikannya.

Talkshow yang diadakan di Mall Pejaten Village, bukan hanya sekedar edukasi kepada khalayak, sekaligus sebagai awareness atau kesadaran kepada masyarakat untuk memerhatikan cek KLIK ketika membeli obat dan makanan.

BPOM sendiri bertugas dalam pengawasan pengolahan pangan. Selama ini kita, eh saya mengira kalau kasus beras plastik itu ada dalam pengawasan BPOM, ternyata itu berada dalam pengawasan Kementrian Pertanian. Dalam penjelasannya, Pak Suratman menegaskan kalau BPOM hanya bertugas dalam pengolahan makanan. Dan memang tidak dapat lepas dari instansi lainnya, seperti Departemen Perdagangan, Departemen Kelautan atau Departemen Pertanian.

Pak Sukriyadi selaku Balai POM DKI Jakarta paparkan penanganan BPOM selama Bulan Ramadhan dengan adanya intensifikasi pengawasan pangan dengan menggunakan mobil laboratorium. Pengawasan tersebut dilakukan di Summarecon Kelapa Gading, Benhil, Jalan Sabang dan Jalan panjang. Dari keempat tempat tersebut, pada tiga tempat awal ditemukan mie dan tahu formalin. Maka, BPOM selalu hadir dalam pengawasan olahan pangan dan bekerjasama dengan instansi terkait dalam keamanan pangan Indonesia.

Bakal ada lomba cek Klik pangan, yang ketentuannya bisa dilihat di website dan media sosial BPOM. Lihat di http://www.bpom.go.id, twitter @BPOM_RI, panfage facebook BPOM Official dan Instagran @BPOM_RI. Yuk, kita nulis… Mudah-mudahan menang. Amiiin

Selesai tanya jawab, dilanjutkan dengan survei produk pangan ke supermarket yang berada di lantai bawah mall bersama Kepala BPOM. Sangat menarik pada setiap uraian dan paparan narasumber, menambah wawasan dan pengetahuan bagi kami. Ingin lebaran aman pangan? Cek KLIK aja…

Advertisements