Dalam melihat kemajuan suatu bangsa, di samping riset dan inovasi, maka yang dilihat standarisasinya. Oleh karena itu, kebijakan nasional membangun standar perkebunan sawit Indonesia dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai rujukan standar perkebunan sawit Indonesia perlu didukung. Maka, Konferensi ISPO 2018, menuju percepatan ISPO. Mengapa demikian?

Rabu-Kamis, 21-22 April 2018 telah diselenggarakan Konferensi ISPO 2018. Dalam sambutannya, Dirjen Perkebunan, Pak Bambang, pun mendukung adanya percepatan ISPO.

Bertempat di Balai Kartini, Konferensi ISPO ini dihadiri oleh para petani sawit dan pengusaha sawit. Acara yang berlangsung selama dua hari ini sangat padat dan bergizi ilmu pengetahuan serta wawasan seputar perkelapasawitan.

Pak Bambang memberikan Pemberian ISPO Award kepada para petani dan pengusaha kelapa sawit. Kemudian berlanjut pada sessi talkshow. Sessi talkshow ini dihadiri oleh para ahli dan pakar yang kompeten di bidangnya.

Hari pertama ada 3 sessi talkshow yang disajikan. Pada sessi awal dimoderatpri oleh Tungkot Sipayung selaku Direktur Eksekutif PASPI
(Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute). Pada sessi ini membahas Kebijakan Replanting Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Sesuai Sistem Sertifikasi ISPO dengan pemaparan oleh Pak Bambang, Dirjen Perkebunan. Peran Legislasi Dalam Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan oleh Ketua Komisi IV-DPR-RI. Dimensi Manajemen Kekuasaan Negara Dalam Politik Perkelapasawitan oleh Pengamat Politik ( Dr. J. Kristiadi), Strategi Diplomasi Menghadapi Isu Negative Kelapa Sawit oleh Perwakilan Uni Eropa di Indonesia. Peran Strategis BPDP-KS Dalam Program Diplomasi, Promosi dan Advokasi Sawit Berkelanjutan oleh Direktur Utama BPDP-KS dan Keberterimaan ISPO dan Tantangan di Pasar Global
oleh Ketua Umum GAPKI
(Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia).

Sessi pertama ini menjadi suatu hal yang menarik dalam pemaparan kelapa sawit secara kebijakan politik nasional dan internasional.

Sessi dua ini dimoderatori oleh Dedi Junaedi dengan menguoas Solusi Permasalahan HGU Mendukung Pembangunan Kelapa Sawit, Terobosan Pelepasan Kawasan Hutan Untuk Perkebunan. Adapun sessi ketiga dimoderatori oleg Tofan Mahdi dengan tema Penerapan Kemitraan Petani untuk Sertifikasi ISPO, Akselerasi ISPO Untuk Kebun Plasma dan Swadaya, Kerja bersama Pemerintah Daerah dan Swasta memberdayakan Petani
Kelapa Sawit.

Memasuki hari kedua, hadir sebagai pengantar kata kunci, Ibu Haryani Rumundang, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pada hari kedua ini, sessi pertama diskusi dimoderatori Sulung Raspati yang mengupas ISPO dalam Perdagangan Global, Percepatan Sistim Sertifikasi ISPO, Peran Lembaga Sertifikasi Dalam Akselerasi Sertifikasi ISPO, Model Kemitraan Ideal Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit – Koperasi Pekebun Sawit Rakyat menuju ISPO, Komunikasi yang Harmonis dan Transparan dalam Kemitraan Inti
Plasma

Diskusi panel kedua dimoderatori oleh Peppy Fachrial,Tangungjawab Pekerja Terhadap Industri Minyak Sawit, Penerapan Standar Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit, ndustri Kelapa Sawit, Penerapan K3 di Perkebunan Sawit. Adapun sessi ketiga dimoderatori oleh R. Azis Hidayat yang mengupas Desa Peduli Api di Perkebunan Sawit, Komitmen Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat di Papua Barat dengan Perkebunan Sawit.

Demikianlah rangkaian acara Konferensi ISPO 2018 yang berisi pemaparan pengetahuan dan wawasan. Bukan hanya itu, networking bisnis pun terjalin dari para peserta. Maka, Konferensi ISPO 2018, menuju percepatan ISPO semoga tercapai.

Advertisements