Sinar mentari pagi hangat menyelusup kulit. Perjalanan pagi ini menuju sumber mata air yang ada di kawasan Sukabumi terasa cerah dan ceria. Nature for water, solusi air berbasis alam menjadi tema pada langkah kali ini. Dengan kendaraan bermotor saya menuju titik berkumpul, mentari pagi sangat terasa, udara segar pun seakan menyambut sang pengelana yang bergerak dini hari sampai senja.

Aqua Lestari di Sukabumi

Tanggal 22 Maret 2018 diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Bersyukur pada hari tersebut saya bisa belajar dan memahami akan manfaat dan pengelolaan air. Tahun ini tema hari air sedunia dengan Nature for water atau alam untuk air.

Bersama teman-teman lainnya saya berkesempatan untuk menelusuri pengelolaan air sekaligus melihat sumber mata air Aqua. Menuju Sukabumi sejak pagi, alhamdulillah perjalanan lancar meskipun sempat beberapa kali nyasar. Akhirnya kami sampai ke pabrik Aqua, daerah Mekarsari, Sukabumi.

Suasana sejuk langsung terasa dengan rimbun pepohonan yang menaungi. Pohon pinus berbaris, kami berjalan menuju aula yang bersebelahan dengan masjid pabrik. Sejenak sebelum masuk acara pembukaan, kami menikmati berbagai olahan makanan rebusan, pisang, kacang dan jagung. Belum lagi dengan aneka jajanan kue pasar yang sangat enak untuk disantap bersama kopi yang sudah tersedia.

Pembukaan oleh MC, Mas Gilang, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberitahuan security system di Pabrik Aqua yang dipaparkan oleh Pak Yayi. Pembicara selanjutnya Arif Mujahidin selaku Corporate communications Director Danone Indonesia mengatakan, bahwa air memiliki peranan penting untuk kehidupan makhluk hidup. Danone selalu berupaya untuk turut menjaga kelestarian air dan lingkungan. Salah satunya dengan cara alamiah, yaitu memanfaatkan potensi alam untuk menyelesaikan tantangan terkait air.

Dalam hal ini, Danone Aqua melalui konservasi air dengan memanfaatkan solusi ilmiah yang digabung dengan pembangunan infrastruktur dengan tujuan konservasi (grey infrastructure). Pembicara berikutnya, Karyanto Wibowo selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia paparkan bahwa SWAT (Soil Water Analysis Tools) memiliki beberapa manfaat, dianataranya membangun strategi perencanaan kanservasi yang efektif.

Dengan SWAT, bisa melakukan penanaman pohon dan konservasi teknis yang tepat dan sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Selain itu, SWAT dapat menghitung dampak dari upaya/praktik pengelolaan lahan, seperti menghitung tingkat resapan air ke dalam tanah, pengendapan tanah hingga penggunaan kimia dari praktek pertanian. SWAT juga bermanfaat untuk memprediksi risiko terjadinya bencana alam.

Setelah pemaparan seputar air dan Aqua, kami pun diajak jalan-jalan ke sumber air Aqua. Di sini terdapat tiga sumur, dua sumur untuk digunakan, yang satu untuk pemantauan air.

Natur for Water

Setelah asik menikmati suasana di sana, kami pun berlanjut ke daerah konservasi yang bekerjasama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat) IPB Bogor dalam mengembangkan permodelan Soil Water Analysis Tools (SWAT) di Hulu DAS Citatah Mekarsari, Sukabumi.

Konservasi dengan penanaman 580.000 pohon yang tersebar di delapan desa, yaitu Desa Pasawahan, Desa Tenjolaya, Desa Cisaat, Desa Kutajaya, Desa Jayabakti, Desa Tangkil, Desa Girijaya dan Desa Cidahu.Penanaman pohon ini sangat penting sebagai salah satu cara dalam melestarikan air.

Adapun dalam pengelolaan air, kami pun diajak ke Water Pond, pembuatan kolam resapan air.Water pond ini merupakan limpasan air dari kolam dimasukkan ke dalam tanah melalui lubang resapan yang ada di sekitar area kolam.

Di tempat water pond ini, kami berbincang dengan Nana Mulyana selaku Dosen dan Peneliti Fakultas Kehutanan IPB. Dalam paparannya secara gamblang menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan kita semua.

Bukan hanya dalam proses adanya air, manfaat dan pentingnya air, Nana juga memaparkan cara mengelola air dengan sebaik-baiknya. Bila di negara lain air menjadi mahal, maka di negara kita, air seringkali dihujat, apalagi air hujan. Padahal, air itu sendiri berkah, termasuk air hujan. Setitis air yang turun dari langit menjadi keberkahan bagi makhluk bumi.

Dalam pengelolaan air, Nana memaparkan sangat mudah, hanya kemauan saja yang akan mewujudkan bahwa kita dapat mengelola air dengan benar. Selain water pound, kita juga dapat mengelola air hujan, yaitu dengan pembangunan permainan air hujan (PAH). Pembuatannya dengan menadah air hujan ke dalam toren, lalu bisa disalurkan ke tempat lainnya. Menadah air hujan ini bisa dilakukan oleh setiap rumah, sebagai bentuk pengelolaan dan pemanfaatan air hujan.

Dalam hal ini, Danone telah menggunakan PAH untuk pemenuhan air bersih di mushola, madrasah, sekolah, atau rumah warga yang tersebar di Desa Pesawahan, Desa Tenjolaya dan Desa Cisaat.

Kami pun berjalan-jalan, ke rumah warga yang sudah ada sumur resapan dengan kapasitas resapan sebesar 2200 untuk setiap sumur resapan yang tersebar di tiga desa, yaitu Desa Pasawahan, Desa Tenjolaya dan Desa Cisaat.

Menarik ketika menelusuri jejak yang sudah dilakukan oleh Danone, Aqua Lestari. Nature for water, solusi air berbasis alam dengan pembuatan berbagai pengelolaan air yang dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih. Pun, dalam melestarikan air dengan menanam pohon di sekitar sumber air.

Advertisements