Hanya dengan waktu yang menjadi saksi atas setiap usaha gerak menuju langkah yang lebih baik. Titik dalam setiap titian menjadi hal yang ada pada setiap kehidupan. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit, kelapa yang bisa bertahan 20 tahun ini mengalami replanting menuju sawit berkelanjutan sehingga penaman kembali kelapa sawit dapat meningkatkan produktivitas sawit itu sendiri.

Media Perkebunan sebagai salah satu media yang konsen dengan perkebunan Indonesia mengadakan seminar nasional dan pameran selama dua hari, Rabu-Kamis, 21-22 Februari 2018 dengan teman, Kiat Sukses Replanting dan Meningkatkan Produktivitas Kelapa Sawit secara Berkelanjutan.

Bertempat di Menara 165, Jakarta, hadir para peserta dari berbagai daerah Indonesia, baik dari kalangan petani, organisasi petani dan industri kelapa sawit.

Replanting

Replanting sebagai suatu usaha dalam penanaman kembali bibit kelapa sawit. Replanting kelapa sawit ini merupakan penanaman ulang kelapa sawit dengan benih bersertifikat perlu dukungan semua pihak.

Gamal Nasir selaku Pimpinan Media Perkebunan dalam sambutannya memaparkan bahwa masyarakat maupun petani pekebun hendaknya mengetahui tips sukses replanting sawit sebagai upaya dalam meningkatkan produktivitas sawit secara berkelanjutan.

Sawit Berkelanjutan

Sawit yang berkelanjutan menjadi sebuah keniscayaan dalam produksi perkebunan kelapa sawit. Dalam replanting yang harus diingatkan bahwa adanya kehati-hatian pada bibit kelapa sawit, maka memilih bibit yang bersertifikat agar terhindar dari bibit palsu. Apalagi dengan beredarnya benih-benih sawit palsu akibat masih kurangnya informasi tentang bahan tanaman yang baik, benar dan bermutu. Padahal, benih unggul bermutu sangat penting dalam pencapaian produksi maksimal.

Maka, sebelum membeli bibit hendaknya lebih meneliti sertifikat sumber benih. Hal ini penting dilakukan guna menghindarkan membeli sawit tidak bermutu atau bibit palsu.

Bambang selaku Direktorat Jenderal Perkebunan dalam sambutannya pun menekankan pentingnya para petani untuk menggunakan bibit yang bersertifikat sehingga dapat menghasilkan kelapa sawit yang bagus.

Untuk lebih membuka wawasan tentang kiat sukses replanting, berlanjut dengan diskusi yang pada sessi pertama dengan moderator Rusmab Heriawan. Sessi pertama ini narasumber Herdjajat Natawijaya selaku Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) membawa materi pembiayaan replanting di perkebunan kelapa sawit. Mudarisun selaku Ketua KUD Sadar Sejahtera- Lubuk Linggau menekankan pentingnya kemitraan yang menguntungkan. Bambang selaku Ketua KUD Musi Banyuasin dengan membawa materi pengalaman replanting sawit rakyat.

Pemaparan Mudarisun selaku Ketua KUD Sadar Sejahtera- Lubuk Linggau yang menekankan pentingnya kemitraan yang menguntungkan ini sangat menarik, bahwa upaya produktivitas sawit berkelanjutan telah menjadi hal yang sudah tertera dengan berbagai upaya replanting. Penanaman kembali benih sawit bersertifikat sangat penting karena penggunaan benih tidak bermutu dapat mengakibatkan kerugian biaya, waktu, tenaga, produksi bahkan pendapatan pekebun.

Adapun Bambang selaku Ketua KUD Musi Banyuasin dengan membawa materi pengalaman replanting sawit rakyat ini sangat antusias dan bangga menjadi petani sawit. Dari petani sawit inilah dia bisa memiliki mobil dan rumah mewah, serta menyekolahkan anak hingga ke jenjang pendidikan strata dua.

Kepergiannya bertransmigrasi ke Sumatera Selatan untuk mengubah nasib. Awalnya belum dia dapatkan, yang ada hanya tinggal di ladang untuk menjaga tanamannya. Berbeda ketika dia mulai menanam sawit, kehidupan cerah pun mulai ia rasakan dalam kesejahteraan perekonomian.

Berlanjut pada pemateri Herdjajat Natawijaya selaku Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang secara panjang lebar memaparkan materi pembiayaan replanting di perkebunan kelapa sawit.

Demikianlah, untuk meningkatkan produktivitas, maka replanting menuju sawit berkelanjutan akan menjadi suatu upaya dalam menyejahterakan para petani dan pengebun kelapa sawit, begitu pula dengan industri sawit yang lebih baik dan berkualitas.

Advertisements