Hidup adalah pilihan. Tentunya, setiap pilihan ada konsekuensi yg diambil. Ketika mengambil pilihan yg kita ambil, yakin dan percaya, bahwa pilihan yang kita ambil karena Allah s.w.t.

Sosok Abu Dzar, adalah sahabat Rasulullah yang memilih hidup zuhud. Ia mengamalkan wasiat Rasulullah, yaitu bertakwa, membaca al-Qur’an, berzikir, berjihad, tidak banyak tertawa, mencintai orang miskin, mengatakan kebenaran walau itu pahit, menyampaikan pengetahuan walau sedikit, orang yg berakal adalah orang yg berpikir, bukanlah orang yg wara bila meminta-minta, dan orang yg menghisab dirinya dengan berakhlak baik.

Dalam kemiskinan bukan berarti tidak ada peluang untuk memberi, Abu Dzar selalu bersedekah dan berbagi. Ia mengamalkan sabda Rasulullah untuk berbagi walau hanya dengan kuah sayur. Sebuah cerminan untuk memerhatikan lingkungan sekitar, apakah masih ada yg kelaparan atau memerlukan kebutuhan hidup lainnya.

Kembali pada kisah Abu Dzar, ia pernah berjalan sendirian krn untanya yg lambat sehingga ditinggalkannya untuk menyusul rombongan perang yg dipimpin oleh Rasulullah. Menyaksikan semangat Abu Dzar, Rasulullah bersabda, “Semoga Allah mengasihi Abu Dzar, ia berjalan sendirian, meninggal sendirian, dan dibangkitkan kelak pun dalam sendirian.”

Ketika masa khalifah Usman, karena ada perbedaan pendapat Abu Dzar beserta anak dan istrinya dipindahkan ke daerah terpencil. Di sana Abu Dzar meninggal, namun sebelumnya Abu Dzar berpesan kepada istri dan anaknya untuk memandikan dan mengkafaninya. Lalu letakkan jenazahnya di tengah jalan supaya nanti rombongan yg melewati jalan tersebut menyalatkan dan menguburkannya. Dibawalah jenazah tersebut ke jalan, dan lewatlah rombongan Abdullah bin Mas’ud.

Ibnu Mas’ud kaget ketika melihat seorang anak dant jenazah, anak itu berkata, “Ini Abu Dzar, sahabat Rasulullah, tolonglah kami untuk menguburkannya.” Ibnu Mas’ud dan rombongan para sahabat pun menguburkannya.

Ibnu Mas’ud pun menceritakan hadis tentang perang Tabuk dan Abu Dzar yang berjalan sendirian (seperti hadis di atas) kepada rombongannya.
Wallahu ‘alam

*referensi tanbihul ghafilin bab hadis2 Abu Dzar

Advertisements