Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting sebagai estafet pemilik negara. Apabila generasi muda memiliki kualitas yang mumpuni, maka hampir dipastikan bahwa tidak sulit dalam mendorong kemajuan ibu pertiwi tercinta. Sejarah membuktikan bahwa perubahan di berbagai belahan dunia menempatkan pemuda pada baris terdepan. Tidak berlebihan bila Samsung, brand yang hadir di Indonesia membuat program Indonesia Next Apps 4.0 dorong karya aplikatif untuk negeri.

Pemuda memiliki peran menyeluruh dalam semangat dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negara. Hasil pembangunan dalam aspek apa pun sebenarnya adalah untuk kepentingan diri dan masyarakat. Di era digital sekarang ini, teknologi memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat.

Indonesia Next Apps 4.0

Samsung Electronics Indonesia mendukung perkembangan developer lokal di Indonesia, di antaranya dengan membuat program Samsung Developer Academy Indonesia. Suatu program yang bertujuan untuk menyediakan wadah pembelajaran dan praktek mengenai pengembangan aplikasi.

Bekerja sama dengan Dicoding, Samsung menerapkan sistem academy dan challenge. Untuk academy, membuka kelas Tizen Game HTML5 Academy, Tizen Unity Academy, dan Samsung SDK. Adapun tantangannya ada Tizen Incentive Program, Tizen Thematic Challenge dan Samsung SDK Challenge. Setelah mengikuti academy dan challange, developer mendapat kesempatan dalam kompetisi Indonesia Next Appps (INA).

Indonesia Next Apps 4.0 sudah diadakan sejak tahun 2013. Kegiatan ini sebagai kompetesi dalam merangkul para developer aplikasi di Indonesia agar dapat menjadi sumber daya industri ICT yang mumpuni dan bermanfaat untuk kebutuhan pasar dan industri lokal. Program ini diselenggarakan oleh Samsung Electronics Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi melalui pembuatan aplikasi lokal.

KangHyun Lee, Corporate Affair Vice President Samsung Elctronics Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia Next Apps 4.0 sebagai salah satu wujud komitmen Samsung dalam meningkatkan kompetensi anak muda Indonesia dalam membuat konten atau aplikasi yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat dan industri Indonesia.

Tahun 2017, tahun ke-4 program Indonesia Next Apps 4.0 (INA 4.0) diselenggarakan oleh Samsung. Kali ini, Samsung menggandeng partner industri, seperti BRI, Sinarmas Land, Jakarta Smart City dan Angkasa Pura II untuk turut serta berkolaborasi memberi tantangan kepada para developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri para partner.

Dengan memperebutkan jumlah total hadiah Rp.600 juta, ada empat kategori dari Samsung dan satu kategori tantangan industri yang didukung oleh empat entitas besar dari industri yang berbeda. Samsung merangkul developer lokal juga untuk berinovasi pada empat platform utama, yaitu Samsung SDK (Software Development Kit), Tizen Wearable, Tizen Smartphone dan Gear VR. Ditambah dengan mengembangkan solusi bagi permasalahan industri lewat tantangan indstri yang mencakup industri perbankan, properti, tata kota, dan jasa publik.

Periode kompetisi INA 4.0 dibuka sejak 25 Juli – 18 September 2017 dengan jumlah peserta 1.600 developer dari seluruh Indonesia. Berikut beberapa kategor yang diperebutkan, yaitu:

  • Samsung SDK Challenge
  • Gear VR Challenge
  • Tizen Smartphonr Challenge
  • Industry Challenge, dengan sub kategori:
    • Perbankan (bekerja sama dengan BRI)
    • Tata Kota (bekerja sama dengan JAkarrta Smart City)
    • Properti (bekerja sama dengan PT Sinar Mas Land)
    • Jasa Publik (bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II)

Senin, 9 Oktober 2017, dengan dihadiri oleh Bapak Rudiantara, Mentri Komunikasi dan Informatika, pemenang kompetisi diumumkan dengan para pemenang pertama sebagai berikut:

  1. Kategori Samsung SDK Challenge, pemenang juara 1 bernama Arrival Sentosa dari ODT Indonesia dari Jakarta. Nama aplikasinya Mona. Dengan menggunakan teknologi Samsung SDK berupa Pass SDK, Mona sebagai aplikasi android fintech untuk mengatur keuangan pribadi dan membantu engguna mencapat target yang ditetapkan berdasarkan kondisi dan kebiasaan transaksi yang dilakukan oleh pengguna.
  2. Gear VR Challenge, pemenang juara 1 bernama Iki Mazadi dari Gerobak Sodor Interactive dari Semarang. Nama aplikasinya GoSimulator VR, suatu aplikasi simulator edukasi untuk mempelajari mekanisme suatu sistem. Saat ini yang sudah bisa digunakan adalah belajar mekanisme mesin motor empat tak, beserta uji evaluasi belajar. Aplikasi ini pun dapat ditambahkan konten untuk berbagai simulasi edukasi.
  3. Tizen Smartphone Challenge, pemenang juara 1, bernama Rudy Sumarso dari Wisageni dari Jogjakarta dengan nama aplikasi Crazy Cargo. Crazy Cargo, suatu aplikasi yang mengajak melewati rintangan di tiga daerah yang berbukit-bukit, dengan empat tipe kendaraan berbeda aksi dan cara kemudi.
  4. Tizen Wearable Challenge, pemenang juara 1, bernama Frida Uwi dari Studio Noobzilla dari Jogjakarta dengan nama aplikasi Fishing Go. Fishing Go, suatu game simulasi memancing yang bisa dimainkan di wearable device Samsung.
  5. Industry Challenge sub kategori Perbankan dari BRI. Pemenangnya Toyo Studio dari Bandung, dengan nama aplikasi UKM Bersama BRI. Suatu aplikasi yang menggunakan teknologi Samsung SDK berupa Pass SDK. Dengan Pass SDK, pengguna dapat login menggunakan sensor fingerprint sehingga memberikan kemudahan dan keamanan bagi pengguna saat mengakses aplikasi.
  6. Industry Challenge sub kategori Pelayanan Publik dari PT Angkasa Pura II. Pemenangnya Puja Pramudya dari Bandung, dengan nama aplikasinya Skypass. Suatu aplikasi yang membantu untuk mengetahui loyalty program yang tersedia dan transaksi pembayaran hanya melalui ponsel. Bisa juga dikatakan sebagai suatu gaya baru yang lebih menyenangkan dalam berbelanja di area bandara.
  7. Industry Challenge sub kategori Tata Kota dari Jakarta Smart City. Pemenangnya Davis Ray dari Jakarta, dengan nama aplikasi vMuseum. Suatu aplikasi yang menawarkan pengalaman virtual reality di dalam museum yang berjalan pada platform Gear VR.
  8. Industry Challenge sub kategori Properti dari PT Sinarmas Land. Pemenangnya Ade Rifaldi dari Bandung, dengan nama aplikasinya City Point. Suatu aplikasi yang membantu mencari informasi loyalty program yang tengah berlangsung di area perumahan dengan gaya augmented reality.

Perempuan Pemenang 1 Tizen Wearable

Para pemenang pun terlihat sangat gembira. Di antara para pemenang tersebut ada seorang perempuan yang menjadi juara 1 pada tantangan Tizen Wearable. Namanya Frida Uwi dari Studio Noobzilla dari Jogjakarta dengan nama aplikasi Fishing Go.

Frida Uwi mengikuti kompetisi INA yang kedua, tahun sebelumnya dia menduduki juara 3. Perempuan yang selalu mengembangkan senyuman ini bekerja di Studi Noobzilla, dan kompetisi ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

Dia memilih kategori lomba yang sama dengan tahun sebelumnya, Frida Uwi fokus dalam mempertajam kreasi dan inovasi gamesnya. Keceriaan dan optimisnya terlihat jelas pda gerak geriknya, sehingga ia pun mendapatkan kemenangannya.

Demikianlah, teknologi bisa menjadi alat peningkatan kinerja generasi muda, menambah skill yang mumpuni dan generasi muda mandiri. Dengan adanya Indonesia Next Apps 4.0 dorong karya aplikatif untuk negeri ini membawa angin segar untuk menjadikan generasi muda yang berkualitas tinggi dan berkemampuan mumpuni.

Advertisements