Hampir seluruh masyarakat Indonesia telah menikmati aliran listrik yang digunakan untuk sehari-hari dengan lancar. Sebagian besar dari mereka sudah menggunakan sistem listrik prabayar yang tidak perlu lagi melakukan kegiatan rutin bayar tagihan PLN  setiap bulannya. Tetapi, tidak sedikit masyarakat yang masih bertahan menggunakan listrik pascabayar dengan berbagai alasannya. Padahal, pemerintah sendiri telah menghimbau masyarakat untuk dapat beralih ke listrik prabayar. Jika dilihat dari kelebihan yang dimilikinya, sistem listrik ini memang baik untuk penekanan penggunaan masyarakat sendiri maupun untuk penghematan cadangan listrik negara.

litrik

Sebenarnya untuk besar atau kecilnya tagihan setiap bulan itu tergantung dari penggunaan masing-masing masyarakat. Karena setiap rumah memiliki tingkatan kebutuhan yang berbeda-beda, pemerintah sendiri juga telah menawarkan untuk pemasangan listrik dari mulai 450 VA, 900 VA, 1300 VA dan seterusnya. Sebelum memasang listrik, baik yang prabayar maupun pascabayar, perkirakan dahulu aliran daya listrik yang Anda butuhkan supaya tidak membebani dari banyaknya biaya pemakaian. Biasanya, semakin besar daya listriknya, harga per kWh listrik juga mengikutinya. Jadi, jika memang dirasa daya listrik terlalu besar, bisa minta ke pihak PLN untuk menurunkan.

Jika hal tersebut masih membuat tagihan listrik mahal, mungkin cara di bawah ini bisa Anda coba. Beberapa tips dalam penghematan listrik, di antaranya:

  1. Gunakan listrik token atau prabayar. Mungkin solusi dari pemerintah untuk beralih dari penggunaan listrik pascabayar ke prabayar memang salah satunya untuk penghematan masyarakat sendiri ataupun dari penekanan listrik dari cadangan negara. Karena memang banyak sekali kelebihannya dari sistem baru tersebut, Anda dapat memperkirakan sendiri untuk pemakainya sesuai kebutuhan. Sistem ini tidak mengharuskan Anda untuk melakukan kegiatan bayar tagihan PLN secara online di toko online ataupun offline setiap bulan, melainkan Anda harus membeli voucher listrik yang tertera nomor token untuk dimasukkan melalui alat meteran.
  2. Cabut kabel atau saklar tidak terpakai. Jangan biasakan untuk tetap memasang saklar ketika Anda telah selesai menggunakannya. Misalnya, pemakaian komputer, charger gadget, TV, setrika atau alat elektronik lainnya. Hal tersebut akan membuat listrik tetap mengalir, sehingga secara tidak langsung Anda akan membuang sia-sia aliran listrik. Setelah penggunaan, periksa kembali untuk tidak melakukan kebiasaan buruk yang mengakibatkan penggunaan listrik berlebihan.
  3. Hemat lampu. Lampu sendiri merupakan alat elektronik pertama yang wajib ada di setiap rumah. Anda bisa mensiasatinya dengan penggunaan lampu sistem hemat energi seperti sekarang ini yang banyak ditawarkan. Biasakan untuk mematikan lampu pada tempat-tempat tertentu dan di jam tertentu yang mungkin sudah tidak digunakan. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi penggunaan listrik dan dapat menghemat pemakainya.
  4. Matikan alat elektronik saat akan tidur. Hal ini yang sering menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, yaitu melihat televisi saat akan tidur. Anda sudah tertidur karena terlalu capek, tetapi televisi tetap nyala sampai Anda terbangun. Jika cara penghematan listrik orang Indonesia, mungkin selamanya tidak akan pernah hemat. Matikan semua peralatan elektronik saat menjelang tidur, baik itu lampu, televisi, AC atau lainnya supaya tidak terjadi pemborosan listrik karena ceroboh dalam pemakaian.
  5. Matikan AC. Penggunaan AC yang berlebihan dapat mengakibatkan pemborosan pada listrik yang digunakan. Biasanya, orang yang masuk golongan atas terkadang tidak terlalu memikirkan untuk bayar tagihan PLN yang mahal, karena memang mereka mampu. Tetapi, cara berpikir seperti itu tidak baik untuk keberlangsungan listrik ke depannya.

 

Advertisements