Generasi muda yang sejak awal sudah mengenal gadget, atau istilah sekarang disebut sebagai generasi milenial tumbuh dengan perkembangan teknologi yang turut menyertai dalam kehidupan sehari-hari. FWD Life sebagai perusahaan asuransi mendukung gelaran FWD Hackathon 2017, ajang anak muda berkreasi digital ubah pandang asuransi.

Jumat, 4 Agustus 2017, telah digelar peluncuran program Hackathon 2017 yang adakan oleh FWD Life, asuransi yang berbasis digital. Hadir Rudi Kamdani sebagai Vice President Director FWD Life dan Andy Zain sebagai Director Founder Institute yang turut berkolabari dalam program ini.

Be Kraft pun menyambut baikn program FWD hackathon 2017, karena program ini melibatkan bukan hanya anak muda kreatif digital, tetapi programmer, pengembang software dan hardware, desainer grafis, desainer interface dan project manager yang berkolaborasi secara intensif dalam proyek pengembangan software.

Hackathon merupakan sebuah ajang bagi generasi muda yang tertarik pada pengembangan digital, yang para developer muda ini menunjukkan bakatnya dengan menciptakan sebuah produk. Hackathon sendiri berasal dari kata hack dan marathon, yang berarti kegiatan pemograman secara marathon. 

Andy Zain sebagai Director of Founder Institute Jakarta memaparkan bahwa dalam pengembangan startup itu membutuhkan empat komponen, yaitu ide, tim, produk dan jaringan market. 

Generasi muda sekarang lebih mengenal gadget daripada media lainnya. Gadget bukan lagi menjadi media komunikasi, tetapi telah menjadi media bermain, berkreasi dan berinovasi. Telah tumbuh para start up sekaligus pebisnis muda dalam kreativitas dengan teknologi. 

Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), generasi muda Indonesia sangat membutuhkan sebagai generasi penerus dalam perkembangan ekonomi. Oleh karena itu, dibutuhkan pembekalan, pelatihan dan pembinaan pada generasi muda dalam berkreasi dengan IT. 

Rudi Kamdani menjelaskan bahwa FWD Life sendiri industri asuransi yang berbasis IT dalam alur kerjanya sehingga dapat mempermudah agen, polis dan calon polis dalam berasuransi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Triwulan I 2017 hanya mencapai 2,70 persen dari PDB. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di wilayah Asia seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang sudah berada di level 5 persen.

FWD Life memiliki tanggung jawab untuk ambil bagian dalam meningkatkan penetrasi asuransi, salah satunya dengan membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan memanfaatkan inovasi digital teknologi. 
Oleh karena itu, wujud nyata yang dilakukan FWD Life, yakni dengan mengadakan ajang kompetisi untuk mengeksplorasi ide kreatif, inovatif dan solutif dari generasi muda yang dapat menciptakan ekosistem digital sehingga mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi melalui FWD Hackathon 2017 bekerjasama dengan Founder Institute.  

Pendaftaran untuk mengikuti FWD Hackathon dimulai pada hari Jumat, 4 Agustus sampai 11 September. FWD Life dan Founder Institite pun akan melakukan roadshow untuk mempromosikan program dan memberi pemahaman mengenai industri asuransi ke beberapa daerah, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota lainnya. 

Acara puncak FWD Hackathon 2017 sendiri dilaksanakan pada tanggal 22 h 24 September 2017. Semoga dengan adanya FWD Hackathon2017, ajang anak muda berkreasi digital ubah pandang asuransi dapat melahirkan embrio-embrio startup dan generasi milenial yang kuat, tegar, mandiri, kolaborasi dan inspirasi. Membangun ekonomi Nusantara dengan cinta dan harapan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Amin

Advertisements