Tags

, , ,

Tak terasa sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Puasa, salah satu rangkaian ibadah dalam proses mendekatkan diri kepada Allah swt dan membersihkan diri dari berbagai penyakit ruhani. Ibarat detox, maka Bulan Ramadhan menjadi detox pembersihan jiwa dan raga dari segala keduniawian. Namun, tak dapat dipungkiri, titian menuju pembersihan batin membutuhkan proses, terutama niat yang kuat. Karena tak jarang puasa malah hanya sekedar perpindahan waktu makan dan minum saja. Hal tersebut malah menjadikan perut buncit, eh kaget. Bersama Philips, makan sehat dan praktis ketika puasa. Bagaimana caranya?

Hal yang membuat malas itu ketika waktu sahur. Nah, makan di waktu sahur itu sesuatu, perpaduan ngantuk dan males. Pengennya langsung lup lep aja, makan langsung lep tidur lagi hehehehe… Jangan ditiru ya kelakuan yang ini mah. Tetapi memang sih, bagi yang tidak terbiasa bangun sahur, maka makan sahur menjadi beban berat. Setidaknya beban lain dapat teralihkan dengan beban sahur, dan beban makan sahur ini dapat dibantu dengan peralatan masak yang tepat.

Untuk makanan yang bisa cepat tersaji, salah satunya dengan peralatan dapur dari produk Philips. Nah, beberapa hari lalu, tepatnya, Senin, 15 Mei 2017, Philips menyelenggarakan talkshow sambut Bulan Ramadhan.

Ketika tiba di tempat acara, Ayana Midplaza, saya langsung tes kesehatan. Nah, kali ini saya terbengong-bengong dengan berat badan yang turun. Wow, apakah ini efek saya naik turun bukit hampir setiap minggu? Karena kalau makan mah, setelah menggendut, makan saya malah berkurang, karena bawaanya engap, alias cepet kenyang. Baiklah, ternyata piknik bisa menurunkan berat badan euy, tapi pikniknya ke bukit dan air terjun, hehehe… Sebetulnya mah alesan aja karena nggak pernah olahraga, maka itulah kayaknya salah satu penyebabnya saya gemuk.

Surprise ketika lihat timbangan berkurang, tapi baju masih tetap terasa sempit, maka pola makan sehat tetap menjadi motivasi, semangat…semangat…

Nah, habis tes kesehatan, saya ke booth minuman jus. Ada dua jus, jus yang ada seratnya dan tidak. Wow, keren… Jadi, saya memilih jus buah tanpa serat. Es sedikit dan hanya tambahan madu. Rasanya enak.

Saya pun mencari tempat duduk. Lalu mengobrol dengan teman karena acara belum dimulai. Saya masih terbengong-bengong dengan hasil timbangan, dan itu membuat semangat untuk diet. Kali ini saya menuju jus yang berserat, enaaaaak. Lama-lama saya jadi penasaran sama sistem kerja blender penghasil dua jus yang berbeda ini.

Cara Kerja Blender Philips

Sebetulnya sih bebas mau buat jus buah apa saja. Kali ini adanya buah melon, mangga dan jeruk. Buah-buahan tersebut lalu dimasukkan ke blender, jangan lupa buahnya dipotong dan dicuci dulu sebelum dipotong. Campur es batu sesuai selera. Belender selama kurang lebih 30 detik, jadi deh… Cepat yaaaaa…

Nah, yang penting mah ketika mencuci blandernya, mudah dan nggak ribet. Blender Phillips ini bergaransi 2 tahun. Untuk daya listrik, 600 whatt. Dan prosesnya cepat.

Setelah asik di tempat jus, saya pun kembali ke tempat duduk. Talkshow pun dimulai, sessi yang memaparkan tentang tips makan sehat di bulan Ramadhan.
aktivitas tetap dilakukan.

Tips Makan Sehat Ketika Bulan Puasa

 

Hadir sebagai pembicara, Rita Ramayulis. Dokter kesehatan dan gizi ini bakal menaparkan proses menu sehat, terutama saat puasa.

Sebagai pembukan, Pak Yongky Sentos, Head of Personal Health Philips Indonesia. Dia memaparkan bahwa Philips dapat membantu yang berpuasa, Philips dapat membantu menyiapkan makanan selama 30 menit.

Lebih lanjut, Pak Yongky jelaskan, untuk dapat menjaga keseimbangan asupan makanan yang sehatbtentu bukanlah hal yang mudah. Philips mengerti kebutuhan masyarakat saat ini yang cenderung memiliki mobilitas tinggi dan keterbatasan waktu, namun tetap ingin menjaga kesehatan, baik pribadi maupun keluarga.

Peralatan dapur inovatif Pilips memungkinkan bagi ibu dan seluruh anggota keluarga untuk dapat menyiapkan makanan sehat dengan cara yang mudah dan praktis, khususnya saat berpuasa dimana setiap orangbharus menjaga stamina agar tetap sehat.

Rita Ramayulis, dengan detail jelaskan tentang pola makan sehat. Puasa memberikan kesempatan kita untuk hidup sehat. Berpuasa memungkinkan tubuh mengalami proses detokfisikasi atau pembuangan zat-zat beracun dari dalam tubuh secara alami. Namun, manfaat berpuasa tidak akan maksimal jika asupan makanan saat sahur, berbuka dan ketika makan malam tidak diperhatikan.

Puasa dan detoxification, dalam keadaan normal kita sudah memperoleh detoxification. Puasa sebagai upaya detoxipication, pada saat itu ada proses regenerasi.
Tidak ada bedanya yang puasa dan tidak. Saat kita berpuasa, organ kita sangat terlambat. Maka, kebutuhan kalori sangat tinggi yang akan memengaruhi berat badan. Pola makan itu bukan untuk diet, tetapi untuk kesehatan. Hal ini tentu memiliki dampak lainnya pada kesehatan psikologis.

Saat puasa, karena perubahan waktu makan, konsumsi makanan perlu diatur, makanan harus tetap seimbang antara karbohidrat, protein, lemah, sayur, buah, air, serta serat sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing, dan menghindari makanan dengan kalori tinggi dan yang menyebabkan dehidrasi karena akan mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi.

Acara semakin seru dengan adanya cooking class, kami pun mencoba praktik langsung menu puasa, seperti bola-bola daging dan jus buah. Memang cepat dan praktis, karena sambil ngobrol pun, masakan yang kami buat selesai.

Bersama Philips, makan sehat dan praktis ketika puasa dapat kuta jalankan. Semoga Bulan Ramadhan ini menjadikan kita lebih bisa menghadapkan diri kepada Yang Maha Kuasa, hidup sederhana dan sehat.

Advertisements