Tags

,

Memanfaatkan air buangan rumahtangga, kok bisa? Mungkin sekilas pikiran itu akan terkesan jorok. Tapi mengingat susah dan mahalnya air di ibukota, itu bukan hal yang luar biasa. Kita hanya memanfaatkan air dengan semaksimal mungkin dalam penggunaannya. Bagaimana caranya?

Awalnya, saya juga merasa canggung ketika sisa air minum yang nggak habis dikumpulkan lalu kadang digunakan untuk cuci piring. Itu yang pertama saya rasakan ketika awal di ibukota. Belum lagi selalu diingatkan untuk mengambil minum secukupnya. Sangat terasa berbeda ketika di kampung yang berlimpah air.

Di ibukota, serapan airnya sudah berkurang, jadi ketika masuk musim kemarau, air kran pun terlihat mengecil. Sebetulnya sih di kampung juga sama, ketika kemarau berkepanjangan, maka kita akan menelusuri selokan menuju sungai dengan giliran antar warga untuk mendapatkan aliran air sungai.

Air itu sumber kehidupan. Laksana udara yang kita butuhkan untuk bernapas, maka air menjadi ruang dalam setiap sendi dari tubuh kita. Dalam kehidupan ini, pada dasarnya kita tidak lepas dari air. Air memegang peranan penting di dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, sangat penting kiranya bila kita mulai menghargai setetes air, sehingga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, pemanfaatan air dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin. Kita dapat mulai dalam lingkup kecil, diri kita sendiri dan lingkungan rumah dalam mengelola air limbah dengan sebaik-baiknya.

Dalam kehidupan kita sehari-hari sendiri, air dipergunakan untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Ternyata, tindakan kita dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara sengaja ataupun tidak, telah menambah jumlah bahan anorganik  pada perairan dan mencemari air. Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan dalam mengatasi pencemaran air. Dalam rumahtangga kita munggunakan air dengan bijaksana, seperti mengurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan gunakan dalam jumlah yang tepat. Ketika menggunakan detergen. Sebisa mungkin memilih detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.

Pada ranah lingkungan sekitar, dengan tidak menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor. Tidak juga untuk memandikan hewan ternak dan sebagai tempat kakus.

Sungai atau danau  bukan tempat buang sampah rumah tangga. Perubahan pola pemanfaatan lahan menjadi lahan pertanian, tegalan dan permukiman serta meningkatnya aktivitas industri akan memberikan dampak terhadap kondisi hidrologis dalam suatu Daerah Aliran Sungai.

Namun demikian, kita menyadari bahwa dalam pengelolaan air bermula dari diri dan rumah kita sendiri. Dalam pemanfaatan air,  kita dapat mengelola air buangan rumah tangga. Kalau kita cermati, ada dua air limbah buangan rumah tangga, yaitu air yang mengandung kotoran kita sebagai manusia yang sering disebut tinja dan air buangan yang dihasilkan dari proses mencuci, seperti pakaian, sayur, buah-buahan, mandi, wudhu, atau mengepel.

Kalau di Jakarta, pembuangan tinja ini dengan menggunakan sepitank, pipa khusus untuk mengalirkan kotoran dan menampungnya. Nah, tinja ini bisa dimanfaatkan lho, makanya bila penuh segera panggil jasa sedot WC, mereka ini yang selanjutnya mengolah dan memanfaatkannya.

Kita secara sederhana bisa dalam pengelolaan air buangan proses mencuci. Kalau air limbah cuci pakaian, mandi atau pel. Dalam keluarga kami, dalam menggunakan air sangat efisiensi dan hemat sekali.

Ketika mengambil air untuk minum, kami biasa diterapkan oleh orangtua untuk mengambil secukupnya. Ada istilah kalau kurang bisa mengambil lagi, sedangkan kalau nyisa akan mubazir. Tetapi seringkali bila anak-anak tidak mengindahkan pesan orangtua, suka ada air sisa minum yang tidak habis. Air tersebut biasanya kami kumpulkan, dan kami gunakan untuk mencuci piring atau perlaatan lainnya dan menyiram tanaman. Termasuk sisa air teh, biasanya sisanya kami gunakan untuk menyiram tanaman.

Untuk memudahkannya, kami membuat penampungan air limbah ini masih menggunakan ember atau  baskom. Begitu pula dengan air buangan AC dan kulkas. Air ini kami tampung untuk kemudian digunakan untuk mencuci piring dan peralatan lainnya.

Air dari bekas mencuci sayuran, buah atau air wudhu, biasanya kami tampung juga untuk digunakan menyiram tanaman. Adapun air buangan cucian pakaian atau yang mengandung diterjen, biasanya kami lakukan dengan memanfaatkannya secara detail. Yups, air bekas bilasan air, kami gunakan untuk mencuci lap pel, terus untuk membersihkan kamar mandi atau tempat cuci piring atau pakaian.

Demikianlah yang biasa kami lakukan dalam pengelolaan air. Untuk menjaga dan melestarikan air dapat dimulai dari diri kita sendiri. Bukan hanya hemat air, buang sampah pada tempatnya, menanam pohon bisa kita lakukan di lingkungan kita sendiri. Yuk, kita lestarikan hutan dan kelola air, terutama mengelolanya. Yuk, memanfaatkan air buangan rumahtangga…

Advertisements