Tags

,

Gorengan menjadi salah satu makanan kesukaan saya. Dari mulai bala-bala alias bakwan, tahu goreng, cireng atau tempe mendoan. Apalagi ditambah dengan cabe rawit, wuih rasanya enak sekali. Satu gorengan itu rawitnya bisa habis 3, tapi di era rawit mahal, terpaksa dikurangi, jadi cukup satu aja. Sebagai perantau, pulang ke rumah menjadi momen makan gorengan, karena rasa dan minyak gorengannya lebih terjamin. Gorengannya kriuk, dikit nempelnya.

rps20170126_134843.jpg

Minyak Goreng Baik, Dikit Nempel

Sebagai penyuka gorengan, saya selalu membayangkan makanan gorengan baik di rumah. Gorengan kesukaan kami bala-bala alias bakwan. Bakwan ini menjadi camilan yang kadang malah jadi lauk nasi. Saking doyannya sama bakwan, hahahaha…

Bakwan ini terdiri dari sayuran, seperti kol, toge, dan wortel. Memasaknya pun dengan minyak goreng baru, jadi kami merasa terjamin dalam hal gizi dan proses memasaknya.  Saya memang suka sayuran, lebih tepatnya mah lalapan. Segala sayuran mentah atau dedaunan muda, saya makan. Sampai dulu waktu di asrama ada kaka kelas yang bilaang kalau Yuli mah semua daunan doyan, cuma tiga daun yang kayaknya nggak doyan, daun pintu, daun jendela dan daun telinga, hahaha…

Sebagai penyuka daun, eh sayuran, jenis makanan seperti karedok, lotek, pecel, dan gado-gado, saya suka. Setelah mengembara ke kota, daunan yang dimakan mentah, bukan hanya karedok, ternyata ada salad. Serius, saya sebagai penyuka daun muda, eh sayuran, menemukan salad sangat senang karena mirip karedok cuma beda bumbu dan sayurannya. Yah, ibarat ngegado lalaban sama sambel, tetap nikmat untuk dimakan dengan nasi. Tapi salad kayaknya nggak pas kalau dicapur nasi ya, enaknya digado.

rps20170126_135133_450.jpgNah, kebetulan pas hari Rabu, 25 Januari 2017, saya berkesempatan mendapat resep masakan dari Chef Nanda Young, nama menunya, Mayonaise ala Sunco. Untuk mengingat bila saya ingin buat, saya catat di sini hahan-bahan dan cara mengolahnya dari Chef Nanda.

Nama Menu: Resep Mayonaise ala Sunco

Bahan-bahan:

  • 500 cc minyak sunco
  • 1 sdt garam halus.
  • 2 sdm gula pasir.
  • 3 kuning telur ayam.
  • 1 sdm cuka dapur.
  • 2 sdm sari jeruk nipis.

Variasi:

Untuk membuat salad sayuran, maka pada mayonaise dapat ditambahkan 1 sdt merica bubuk serta dua helai daun bawang yang diiris hallus sebeum akhir pengocokan.

Nah, penasaran kan cara masaknya gimana? Untuk metode dan resep gorengan lainnya, bisa dilihat di sini. Motekarers bisa langsung praktek dan mencoba resep sehatnya.

Edukasi Gizi Sehat

Selain mendapat menu resep masakan ala Sunco, saya pun mendapat edukasi gizi dalam bentuk simposium dengan tema, Makanan Rumah Silent Killer. Tema yang membuat harap-harap cemas bagi para ibu.

rps20170126_134948_620.jpgHadir para pakar, Bapak Entos Zainal, Ibu Theresia, Ibu Tirta Prawiasari, Gurina Wijaya dari Sunco dan Cristian Sugiono sebagai brand ambbassador Sunco.

Pak Entos melihat pentingnya asupan gizi pada tubuh terutama untuk kecerdasan otak. Oleh karena itu, makanan bergizi hendaklah dimulai sejak dini, bahkan sejak 1000 hari pertama kelahiran.

rps20170126_135016_345.jpgSecara detail, Pak Entos memaparkan fungsi otak dan pengembangannya. Termasuk dalam asupan gizi yang memengaruhi kerja fungsi otak. Sangat menarik dan harus lebih banyak belajar lagi tentang otak. Materi Pak Entos ini bikin saya makin kepo, hehehe…

Selanjutnya, Ibu Theresia yang memaparkaan bahwa pemerintah telah menggalakkan pola hidup masyarakat sehat atau sering disebut Germas, gerakan masyarakat sehat.

Program pemerintah ini hendaknya kita dukung bersama, karena pada dasarnya pemerintah menginginkan masyarakat Indonesia sehat. Salah satu yang terpenting dalam gerakan masyarakat sehat adalah aktivitas gerak atau olah raga, makan makanan sehat seperti sayuran dan rutin cek kesehatan.

Lebih lanjut lagi, Ibu Tirta memaparkan tentang pola tumbuh manusia. Secara nilai gizi, pada dasarnya setiap jenis bahan makanan memiliki nilai gizi dan nutrisi, namun dalam metode pengolahan dan fungsinya yang harus diperhatikan. Maka, dari sini kita harus mengetahui kandungan dari masing-masing jenis makanan, sehingga tahu pengelolaan dan penggunaannya.

rps20170126_135103_274.jpgIbu Gurina Wijaya pun memaparkan bahwa Sunco sebagai minyak goreng baik yang berasal dari kelapa sawit, sangat mengedepankan mutu dan kualitas produk. Maka, Sunco lahir dengan menunjukkan 3 tanda sebagai #MinyakGorengBaik, yaitu:

  1. Minyaknya berkarakter seperti air dan #dikitnempel pada makanan.
  2. Tidak mudah beku. Ini untuk menunjukkan bahwa kandungan minyak jenuhnya terendah sehingga meminimalkan kolesterol jahat.
  3. Bening. Kelapa sawit segar menjadi kunci minyak goreng bening, sehingga tidak mudah teroksidasi yang aakan meminimalkan resiko kanker.

Ibu Gurina Wijaya pun menjelaskan bahwa minyak goreng tidak dianjurkan digunakan berulang kali, regulasinya cukup dua kali. Jangan sampai berubah warna minyak gorengnya.

Cristian Sugiono pun sebagai brand ambassador Sunco merasa senang dengan gorengan, maka ketika ditawari menjadi brand ambassador Sunco dia merasa senang karena selama ini menggunakan minyak goreng tersebut.

Hal yang menarik memang ketika membahas masakan, makanan dan gizi. Termasuk gorengan yng menjadi kesukaan saya, maka dari sini menjadi tahu dan ingin membuat makanan yang gorengannya kriuk, dikit nempelnya.

Fanspage: Sunco Indonesia (https://www.facebook.com/SunCoIndonesia/)

Advertisements