Tags

, ,

Harus saya akui, kalau senam atau olahraga itu harus memiliki niat yang kuat. Mungkin berbeda dengan yang lainnya, saya termasuk pemalas dalam berolahraga. Kalau masih kurus mah nggak masalah, tapi saya merasa sangat pentingnya olahraga dan gerak itu ketika badan sudah mulai gemuk. Engaaaap… Sebagai pemalas dalam olahraga, maka tahapan olahraga sangat penting, karena biar nggak kaget (ini mah alesan saya sih aja hehehe). Senang rasanya ketika mendapatkan informasi adanya senam Jumat. Yuk senam Jumat, hidup sehat dan segar!

Jumat, 13 Januari 2017, cuaca cerah, matahari bersinar terang dan angin sepoi pagi membuat udara terasa segar. Suasana pagi sudah mulai ramai di halaman gedung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Ada banyak stand sayuran, buah-buahan dan makanan yang berjajar. Maklum tukang makan, saya malah nyari makanan, bukan langsung ke tempat senam, hahaha.

Ada banyak hal yang terjadi dengan berbagai keadaan yang ada. Termasuk saya yang malah melihat-lihat stand dan menyaksikan para ibu yang transaksi jual beli sayuran, terutama cabe rawit. Laku pisan… (Nah, ini kok malah cerita cabe-cabean, hehehe). Tapi memang saya sempat tergoda beli cabe rawit, tapi ingat harus senam dulu. Sempat juga pegang buah-buahan, itung-itung nandain dulu buat nanti saya beli sesudah senam.

Senam Jumat, Sehat Badan

Setelah asik berkeliling stand, saya pun melihat ada stand cek kesehatan. Karena senam sudah diumumkan mau dimulai, saya pun bergegas ke halaman gedung Kementrian Kesehatan. Saya turut berbaris, dan bergerak mengikuti instruksi dari instrukur senam.

Asli, saya merasa agak ribet sama gerakannya, karena memang jarang ikutan. Yang lain ke kanan, saya malah ke kiri. Yang lain ke belakang, saya malah gerak ke depan. Maklum sudah sekian lama tidak ikut senam, jadi kesulitan dalam gerakan dan mengikuti iramanya.

Dari sini saya sadar, ternyata niat aja tiada artinya bila tidak dilaksanakan. Bagaimana saya bisa sehat dan bugar, bila menggerakkan badan untuk senam aja kesulitan. Padahal sudah saya sadari, bahwa aktivitas fisik sangat penting. Saya sudah merasakannya, ketika jarang gerak, maka badan saya pun terasa berat, dan lemak pun menumpuk tak dapat dihalang.

Tidak berlebihan bila Kementrian Kesehatan sangat menekankan pola hidup sehat atau gerakan masyarakat hidup sehat. Dalam tuturannya, Bu Nila Moeloek, Mentri Kesehatan menyebutkan ada tiga hal penting dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta cek kesehatan. Kementrian Kesehatan pun setiap hari Jumat pagi mengadakan senam dan cek kesehatan.

Harapan Ibu Nila, Mentri Kesehatan, senam pada Hari Jumat menjadi titik awal dalam berolahraga. Kebiasaan Senam Jumat bukan hanya di lingkungan Kementrian Kesehatan, tetapi di seluruh institusi negara dan masyarakat. Saya sendiri melihat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sangat penting dan perlu dukungan dengan konsep dari GERMAS sendiri yang memiliki poin penting sebagai berikut:

  1. Aktivitas Fisik

Pada dasarnya tubuh manusia diciptakan Tuhan untuk bergerak, agar manusia dapat melakukan aktivitas. Aktivitas fisik yang teratur dan menjadi satu kebiasaan akan meningkatkan ketahanan fisik. Aktivitas fisik dapat ditingkatkan menjadi latihan fisik bila dilakukan secara baik, benar, teratur dan terukur. Latihan fisik dapat meningkatkan ketahanan fisik, kesehatan dan kebugaran. Latihan fisik yang dilakukan dengan mengikuti aturan tertentu dan ditujukan untuk prestasi menjadi kegiatan olahraga.

Aktivitas fisik ini harus dimulai sejak dini. Saya merasakan sendiri, karena waktu kecil tidak terbiasa olahraga, maka sekarang pun malas untuk memulai olahraga. Padahal aktivitas fisik bagi anak sangat penting. Apalagi di era digital yang anak-anak terbiasa duduk bermain gadget atau laptop, maka aktivitas fisik sangat penting. Maka, biasakan anak-anak untuk bergerak dengan mengatur jadwal bermain gadget sehingga dia bisa lebih banyak melakukan gerak.

Adapun untuk orang dewasa dan usia produktif bisa melakukan aktivitas fisik di tempat kerja. Maka dalam hal ini bisa dilakukan beberapa hal berikut:

  • Latihan fisik sebaiknya dilakukan 150 menit per minggu dengan interval 3-5 kali per minggu.
  • Latihan diawali dengan pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.
  • Menggunakan sarana dan prasarana yang aman dan nyaman termasuk pakaian olahraga dan alas kaki.
  • Memperhatikan keseimbangan asupan nutrisi untuk mendapatkan hasil maksimal.

2. Konsumsi Sayur dan Buah.

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Konsumsi sayur dan buah akan menurunkan resiko sulit buang air besar (BAB) dan kegemukan.

Saya sendiri sedang berupaya untuk merutinkan diri makan buah-buahan dan sayuran setiap hari.

3. Pemeriksaan Kesehatan secara Rutin.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya promotif preventif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui kesehatan.

Saya sendiri melakukan pemeriksaan cek kesehatan sebagai upaya mengetahui kondisi tubuh, sehingga dapat melakukan pencegahan dan pengobatan.

Selesai senam, saya, eh kami para blogger berkesempatan bincang-bincang dengan Bu Nila Moeleok dan tim Kemenkes, kami duduk lesehan sambil bincang dan tanya jawab seputar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Pemerintah sudah membuat program dan bertekad untuk membantu mengarahkan pola hidup sehat, seyogyanya saya merasa senang sudah diingatkan dan diarahkan pada tahapan-tahapan hidup sehat oleh Kementrian Kesehatan.

Usai berbincang dan foto bersama dengan Ibu Nila Moeloek, Mentri Kesehatan, saya berkeliling kembali ke stand-stand bazzar untuk melihat-lihat dan berniat membeli buah-buahan.

Setelah itu saya berniat cek kesehatan dengan antrian yang lumayan panjang. Saya pun kemudian berkeliling melihat fasilitas olahraga di Kementrian Kesehatan, yang ternyata ada tempat fitnessnya. Bukan hanya itu, ada juga penitipan anak atau baby care, dan kebetulan sudah ada adik-adik bayi lucu. Semoga saya segera memiliki anak, eh nikah, biar bisa melahirkan (permohonan ketika melihat adik-adik bayi yang lucu dan imut. Sekalian berdoa juga… Amin kan ya… 🙂 ).

Fasilitas fitness yang disertai dengan dokter konsultasi kesehatan ini membuat saya mupeng pengen ikut fitness di sini. Untuk saat ini masih khusus untuk pegawai Kementrian Kesehatan, yang buka dari sekitar jam 6 sampai jam 8, kalau sore dari jam 4, hanya weekday. Sabtu-Ahad dan tanggal merah libur.

Demikianlah, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat telah dimulai oleh pola hidup di lingkungan Kementrian Kesehatan sendiri, semoga bisa berkembang ke instansi lainnya, baik negeri maupun swasta. Yuk, Senam Jumat, hidup sehat dan segar!

Advertisements