Tags

,

Setiap orang memiliki keunikan tersendiri, termasuk dalam sistem ketubuhan. Mengenal diri menjadi hal yang mesti, termasuk dalam mengenal golongan darah dan tipe darah, sehingga sehat tanpa anemia. Hal tersebut untuk menjaga dan memelihara sistem ketubuhan, sehingga sehat wal’afiat.

Berdasarkan penelitian yang diadakan oleh Research Sampeorna 2004 menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang Indonesia berisiko menderita anemia. Rata-rata terjadi pada perempuan usia produktif sekitar 22,7%, padahal anemia ini bisa berdampak pada penurunan produktivitas kerja sebanyak 20%. 

Untuk itu, Merck menggandeng Indonesia Mengajar untuk melakukan edukasi anemia dari Aceh sampai Papua. Hal ini sebagai rangkaian kampanye kesadaran publik “Indonesia Bebas Anemia.” Demikian kata Holger Guenzer, Direktur Merck.

Sehat tanpa anemia untuk Indonesia yang lebih produktif merupakan hal yang menjadi prioritas bagi Merck dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia. Kerjasama ini sebagai upaya untuk menyehatkan masyarakat Indonesia menjadi sehat tanpa anemia.

Sabtu, 29 Oktober 2016, bertempat di Pejaten Village, Jakarta telah berlangsung talkshow yang bertema Sehat Tanpa Anemia untuk Indonesia yang Lebih Produktif. Acara yang berlangsung secara terbuka ini menekankan pentingnya hidup sehat, terutama sehat tanpa anemia.

Sehat Tanpa Anemia

Yustina Anie Indriastuti sebagai Wakil Ketua PDGMI memaparkan tentang anemia dan pencegahannya. Dengan jelas beliau paparkan bahwa gejala Anemia itu 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lelah dan lalai. Lima L yang menjadi gejala ini secara dampak kuat pada tubuh dengan pusing atau sakit kepala.

Untuk pencegahannya dengan makan yang mengandung zat besi, baik itu hewani maupun nabati. Jenis makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi bisa terdapat pada daging, ikan, ati ayam, sayuran dan buah-buahan.

Mona Ratuliu, seorang selebritis yang pernah mengalami anemia. Kesibukannya seringkali melupakan dan kurang memerhatikan asupan gizi makanan, salah satunya kekurangan zat besi. Ketika tubuhnya mulai terasa cepat lelah, pusing, mata berkunang-kunang dan sulit berkonsentrasi, segera konsultasi ke dokter. Dia pun disarankan untuk melakukan pengecekan anemia.

Pola hidup sehat menjadi pencegahan sekaligus pengobatan anemia. Dia jelaskan, setelah dokter menyebutkan dia terkena anemia, maka dia mengubah pola hidup dan makan, serta selalu berolahraga. Untuk menambah asupan gizi zat besi, dia juga dengan minum multivitamin tablet tambah darah.

Edukasi pola makan sehat sangat penting. Mona pun menekankan bahwa pengetahuan tentang anemia ini hendaknya disebarkan juga kepada yang lain, sehingga bukan hanya kita, keluarga ataupun tetangga serta lingkungan sekitar dapat mengetahui tentang pola makan sehat dan pencegahan anemia.

Anie Rachmayani sebagai Associate Director Marketing PT Merck mengungkapkan bahwa Merck berkomitmen untuk kampanye edukasi Indonesia bebas anemia. Di antaranya dengan diskusi, seminar dan pengajaran yang dilakukan oleh Indonesia Mengajar.

Donasi Merck untuk Indonesia Mengajar

Kesadaran masyarakat Indonesia akan kecukupan zat gizi dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari masih kurang, terutama makanan yang mengandung zat besi. Oleh karena itu, Merck bekerjasama dengan Indonesia Mengajar memperluas edukasi sehat tanpa anemia ke seluruh pelosok Indonesia.

Dennise Shafire dari Indonesia Mengajar paparkan kegiatan dan program Indonesia Mengajar. Program yang bersifat pendidikan ini hadir untuk membantu pendidikan tingkat dasar di wilayah Indonesia, terutama daerah pelosok.

Salah satu pengajarannya tentang pola hidup dan makan sehat pada para siswa. Untuk itu, Merck donasi materi pada para pengajar tentang sehat tanpa anemia.

Setelah sessi talkshow, berlanjut pada sesi pengumuman pemenang foto kontes Indonesia Bebas Anemia. Berlanjut dengan games shopping competition yang bekerjasama dengan Hipermart.

Di antara games, saya berkesempatan turut cek tes anemia. Dengan beberapa pertanyaan keseharian tubuh, lalu periksa bola mata. Dengan skor kuesioner 0-12 kemungkinan tidak beresiko anemia, sedangkan 13-32 beresiko anemia. Adapun untuk skor lebih daei 10, berarti normal. Sedangkan skor kurang daripada 10 berarti tergolong pucat.

Setelah melalui tes anemia tersebut, alhamdulillah hasilnya sehat tanpa anemia. Namun demikian, saya tetap harus memerhatikan pola hidup atau makan sehat, serta berolahraga. Bagaimanapun, lebih baik mencegah daripada mengobati. Yuk, kita jaga tubuh dengan menjalankan pola hidup sehat agar tubuh sehat dan kuat, termasuk sehat tanpa anemia.

Advertisements