Tags

Suasana lantai 4 Indosat sangat meriah dengan berbagai ragam Batik. Ketika masuk, saya langsung terpukau dengan berbagai batik yang hadir di ruangan tersebut. Teringat batik-batik yang dimiliki oleh almarhum nenek di kampung. Batik-batik lawas yang selalu dipelihara dan dirapikan, bahkan menjadi salah satu harta warisan bagi anak-anaknya. Tidak heran bila Indosat dukung batik mendunia lewat pameran batik dan komunitas batik di kalangan karyawan Indosat.

rps20161018_123600_517.jpg

Saya langsung berkeliling melihat-lihat batik yang terasa beberapa coraknya familier ada di rumah nenek. Saya mulai dari ujung sayap kiri, dekat tempat duduk. Corak yang indah dari batik ini berasal dari daerah Parahyangan. Wuih, pantesan kayak kenal, ternyata berasal dari Parahyangan, daerah tempat tinggal saya. Cuma memang saya keterlaluan, masa batik daerah sendiri nggak kenal ya… Ampuuun, sepertinya ini PR bagi saya untuk mengenal corak dan tradisi batik dari kampung halaman sendiri.

rps20161018_124434_852.jpg

Satu per satu saya amati dari setiap batik yang terpajang, ternyata semua batik tersebut adalah koleksi batik Ibu Aan Khunaefi. Wow, keren. Tapi memang sih orang-orang jaman dulu, eh para orangtua dulu selalu koleksi batik. Saya malah pernah dengar dari nenek, kalau dulu itu bahan batik menjadi mas kawin pernikahan, makanya selalu dirawat dan dipelihara. Tidak heran kalau Ibu Aan Khunaefi sangat memelihara batiknya sehingga tetap terlihat cantik, padahal kalau lihat pembuatannya dari tahun 50-an.

rps20161018_124109_840.jpg

Indosat Dukung Batik Mendunia

Berdasarkan keputusan UNESCO, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Batik sebagai salah satu model pakaian tradisi Indonesia yang ditetapkan sebagai pakaian yang menjadi ciri khas Indonesia. Untuk mengglobalkan batik sebagai identitas bangsa Indonesia, Indosat dukung batik mendunia.

Alexander Rusi, Direktur Utama Indosat Ooredoo menyebutkan bahwa untuk menunjukkan eksistensi batik sebagai identitas bangsa Indonesia jangan hanya berhenti pada penetapan UNESCO, Indosat Ooredoo membantu pemerintah untuk terus memperkenalkan batik hingga ke pelosok dunia. Dunia harus tahu bahwa batik sebagai identitas kebanggan bangsa Indonesia.

rps20161018_123923_479.jpg

Demikian yang saya simak pada sambutan Pak Alex saat event Hari Batik Nasional, Rabu, 12 Oktober 2016 di Gedung Indosat Ooredoo, Jakarta. Hadir pada event ini Bapak Agung Gumelar beserta istri, Ibu Linda Gumelar. Ada Ibu Ginanjar Kartasasmita sebagai pecinta batik. Pada event tersebut saya menemukan Indosat Ooredoo bukan sekedar mendukung secara lisan, tetapi dalam aplikasinya dengan terjun langsung dan melakukan beberapa hal berikut:

rps20161018_124006_755.jpg

  1. baticology.org.  Portal khusus batik. Portal ini menyajikan ragam corak batik beserta desainnya.
  2. komunitas batik. Komunitas batik ini hadir dari dalam karyawan Indosat Ooredoo sendiri. Para pecinta batik dari karyawan Indosat Ooredoo tampil cantik menjadi model fashion batik rancangan Sjully Darsono.
  3. pameran batik priangan klasik. Event ini menyajikan koleksi Ibu Aan Khunaefi yang menyajikan batik priangan klasik, yang hampir semuanya dibuat tahun 50-an dan bercorak khas Jawa Barat.
  4. bazzar batik. Bukan hanya pameran koleksi batik priangan, tersedia juga batik dari berbagai daerah yang menampilkan berbagai variasi dan pola yang menarik. Saya menemukan batik pekalongan, yang harganya mantap sekali, paling mahal yang saya temukan Rp.16 juta, dengan corak dan bahan yang mengagumkan. Di sini saya lama sekali, mupeng bangeeeeet. 🙂
  5. fashion show batik rancangan Sjully Darsono. Dengan model dari para pecinta batik jajaran direksi Indosat  Ooredoo, mereka menampilkan busana batik rancangan Sjully Darsono yang akan dipamerkan di Praha, Cheko.

rps20161018_124150_917.jpg

Demikian suasan peringatan Hari Batik Nasional yang diadakan oleh Indosat Ooredoo. Dengan pernyataan Pak Alex menunjukkan komitmen Indosat Ooredoo dukung batik  mendunia.

Advertisements