Waspada Ancaman Hukuman dalam Media Sosial

Adanya media sosial mempermudah dalam mengekspresikan diri. Pernahkah dalam menulis status di media sosial malah memunculkan banyak masalah? Yups, jangan sampai dalam menggunakan media sosial menjadi  medsosmu, nerakamu. Waspada ancaman hukuman dalam media sosial yang terdapat UU ITE sebagai aturan hukumnya. Melek hukum itu wajib, bantuan hukum pun penting.

Ada banyak kasus yang telah menjerat para netizen dalam menggunakan internet. Hampir rata-rata terjerat hukum dalam penggunaan media sosial. Apalagi menjelang pemilihan pimpinan daerah, seringkali orang terpancing saling menghujat dan mencela, bahkan SARA dan pencemaran nama baik  hanya untuk mendukung jagoannya. Bagaimana dengan Anda?

Ada aturan atau hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur dan melindungi masyarakat Indonesia dalam menggunakan media online. Ada beberapa pasal-pasal yang mesti kita ketahui, karena berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari dalam menggunakan internet.

20161010_210909.jpg

Melek Hukum sebagai Waspada Ancaman Hukuman

Sebagai pengguna internet, saya sangat tertarik dengan hukum yang berkaitan dengan internet. Tentunya, bagi netizen, pengetahuan hukum atau UU ITE sangat penting kita ketahui untuk waspada ancaman hukuman dalam sosial media.

Sesungguhnya kita sudah punya UU ITE, yang sudah berlaku sejak tahun 2008. Peraturan ini berlaku untuk setiap orang dan semua yang melakukan ITE, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Bentuk-bentuk turunan daru UU ITE, sehingga masyarakat tidak tertipu dalam bisnis online.

Ada banyak isu kasus hukum yang disebabkan oleh media sosial. Tak dapat dipungkiri bahwa dalam kemajuan teknologi tidak lepas dari dampak positif dan negatif. Secara positif, internet dapat memudahkan dalam mendapatkan informasi, memperoleh pekerjaan dan meningkatkan bisnis dan promosi, baik secara personal maupun organisasi.

Dampak negatif dari internet dapat membuka ruang terjadinya perdagangan gelap, penipuan dan pemalsuan. Belum lagi dengan adanya konten-konten yang merusak moral, seperti pornografi dan SARA. Dengan demikian, maka dalam bersosial media, kita harus waspada ancaman hukuman dalam sosial media.

Kita harus hati-hati dalam memanfaatkan media sosial. Saya mengaku bahwa sebagai netizen dan blogger, tidak lepas dari sosial media dalam berkomunikasi. Kita masih ingat dengan berbagai kasus media sosial yang dapat menjadi contoh bahwa kita harus waspada ancaman hukuman dalam media sosial, seperti Prita dan Frolance.

Pada berbagai kasus tersebut, kita harus mengetahui masalah hukum pada media sosial yang termaktub dalam Undang-undang ITE. Ini berarti ada aturan yang menunjuk dan melindungi masyarakat agar tidak salah langkah dalam menggunakan internet.

Untuk itu, sebagai pengguna sosial, saya pun mencari tahu tentang aturan atau hukum UU ITE. Pada UU ITE No. 11 Tahun 2008, terdapat beberapa aturan jelas yang harus kita pahami dan perhatikan dalam menggunakan media sosial.

  • Pasal 27. Pada pasal 27 UU ITE, yaitu: setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan: (1) Kesusilaan (2) Perjudian (3)penghinaan dan/atau pencemaran nama baik (4)pemerasan dan/atau pengancaman. Kalau pelanggaran pasal 27, maka akan berkaitan dengan pidana yang terdapat pada pasal 45, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Untuk Pasal 27 tentang pencemaran nama baik ini sedang direvisi oleh DPR.
  • Pasal 28. Pasal 28 berkenaan dengan berita bohong. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik – Informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Hukumannya pada pasal 28, terdapat pada pasal 45 (2) …. dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  • Pasal 29. Pada pasal 29, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi. Adapun hukumannya terdapat pada pasal 45 (3) …. dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

20161010_210221.jpg

Pasal-pasal tersebut harus kita ketahui dan pelajari, sehingga kita dapat waspada ancaman hukuman dalam sosial media. Apabila merasa terdapat unsur penipuan, kriminal atau SARA, maka adukan ke Bareskrim atau polisi setempat, dan mencari bantuan hukum di justika.com.

Bantuan Hukum; Justika.com Sediakan Praktisi Hukum yang Tepat

Tak dapat dipungkiri bahwa di era teknologi sekarang ini siapa pun dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan internet. Salah satu yang menarik dari internet adalah media sosial. Media sosial telah menjadi bagian yang tak dapat terlekakkan bagi para netizen. Di sini, kita dapat berbagi pesan melalui tulisan, audio maupun video. Tidak berlebihan bila Marshal McLuhan menyebut internet sebagai global village, suatu desa yang global.

Ibarat suatu desa, media sosial pun memiliki aturan atau norma-norma yang harus kita taati, termasuk dalam berjejaring sosial. Media sosial menjadi ruang terbuka, yang bagi siapa saja dapat mengaksesnya. Meskipun terdapat ruang-ruang tertutup, tetapi tetap saja terdapat celah dalam mempublikasikannya.

Namun demikian, teknologi umpama pisau yang tergantung kita sebagai pengguna dalam menggunakannya. Begitu pula dengan internet, ada banyak informasi dan wawasan yang kita dapatkan, salah satunya yang berkaitan langsung dengan hukum dan bantuan hukum.

20161010_210826.jpg

Ahad, 2 Oktober 2016, saya berkesempatan mengikuti diskusi hukum yang diadakan oleh justika.com. Hadir Pak Anggara sebagai praktisi hukum sekaligus netizen yang memaparkan tentang hukum. Sebagai warga negara, sangat penting bagi kita untuk mengetahui hukum. Bagaimana pun, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari norma dan hukum, karena negara kita berdaualat berdasarkan hukum.

Ada banyak isu hukum yang disebabkan oleh ketidaktahuan akan hukum pada permasalahan tersebut. Bahkan, tak jarang yang malah ketakutan bila berhubungan dengan praktisi hukum, karena identifikasi mereka yang mahal dan membuat blunder permasalahan.

rps20161010_211022_281.jpg

Dalam hal ini, Mas Andhika menawarkan justika.com sebagai media yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan hukum dengan menyediakan bantuan para praktisi hukum yang tepat. Di sini kita bisa memilih bantuan hukum yang kita butuhkan. Ada pengacara/advokat, notaris dan penterjemah.

Sebagaimana kita ketahui, ketika sedang dirundung masalah, seringkali kebingungan memilih orang yang tepat untuk diminta bantuan, apalagi perkara yang berkaitan dengan hukum. Ada banyak persepsi dan ketakutan duluan, maka justika.com hadir sebagai media yang mempertemukan warga yang butuh bantuan jasa hukum dengan penyedia jasanya.

Etika Bersosial Media

Untuk waspada ancaman hukuman dalam media sosial, kita dapat memerhatikan pasa-pasal di atas dan beretika menggunakan media sosial. Hal ini sangat penting karena media sosial tampil sebagai media yang mengejawantahkan eksistensi diri dengan mempublikasikan setiap peristiwa dan hal-hal yang dipikirkan oleh setiap warga, baik dalam bentuk tulisan, audio maupun video. Oleh karena itu, etika menjadi kewajiban dalam bersosial media.

Etika bersosial media tidak lepas dari etika komunikasi. Teringat dengan perkataan Jalaludin Rakhmat (1993), bahwa terdapat 3 etika komunikasi, yaitu komunikasi yang benar dan jujur, komunikasi yang mengandung pesan inspiratif dan komunikasi yang pantas untuk dikomunikasikan.

Sebetulnya, dalam pasal undang-undang di atas mencakup etika dalam bersosial media, yaitu:

  1. Mengisi konten di media sosial, baik tulisan, audio maupun video dengan tidak mengandung unsur kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan atau pengancaman.
  2. Mengisi konten dengan informasi bohong.
  3. Isi konten yang mengandung ancaman atau menakuti orang lain.

Ketiga hal tersebut dapat dijabarkan dengan perilaku kita sehari-hari dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, hendaknya kita menggunakan etika bersosial media sebagai penerapan waspada ancaman hukuman dalam media sosial.

81 Comments Add yours

  1. Hastira says:

    bahkan aparatpun belum banyak yg tahu ya, jadi harus sama2 banyak belajar agar implementasinya gak salah

    Like

    1. Iya Mbak, harus sama-sama belajar 🙂

      Like

  2. Shintaries says:

    Nah, emang klo bermedia sosial kudu beretika ya. Banyak yang masih kurang paham nampaknya. Apalagi kalau share sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Ngeri deh salah upload, salah ngomong, bisa kena tuntutan 😦

    Like

    1. Iya, salah upload malah masuk penjara ya Mbak… 🙂

      Like

  3. noe says:

    Etika bersosial mediaaa.. banyaak yg masih cuek ya, padahal ancaman hukumannya ngeriiyyy

    Like

    1. Yups Mbak, kita hrs benar2 teliti ttng konten 🙂

      Like

  4. Intinya kita harus bijak gunakan medsos ya

    Like

    1. Iya, jangan sembarangan upload 🙂

      Like

  5. naaah ini yang penting, yang aktif di media sosial harus berhati2 sekarang UU ITE sudah ada, dan sudah ada korban pula yang tersandung masalah hukum gara-gara nulis status di media sosial..

    Like

    1. Harus waspada, sekarang mah inboks yg privat jg bs nongol di wall, dan itu memungkinkan jeratan hukum

      Like

  6. Mike says:

    hebat ya.. sampai ada UU nya segala.. bahaya nih kalo status sembarangan..

    Like

    1. Iya, kudu hati-hati 🙂

      Like

  7. Dunia Fauna says:

    Mulai dari sekarang harus baik2 dalam menggunakan Medsos, kalo sampai membuat sesuatu di Medsos yang gk sesuai UU bisa kena ancaman

    Like

    1. yups, hukumannya lumayan berat

      Like

  8. Medsos sekarang bikin saya ragu kebenarannya, belum lagi pro n kontra, penebar kebencian bikin males liatnya hehehe

    Like

    1. Iya, yg berantem mah cuekin aja, klu sdh ada yg tersinggung dg diperkarakan secara hukum, baru deh bingung….

      Like

  9. Bener nih, kita harus bisa menggunakan internet secara positif aja ya 🙂

    Like

  10. UNA says:

    Ngga boleh sembarangan share ya di sosmed, harus hati-hati, akibatnya ceyeeemmm…

    Like

    1. Akibatnya bisa fatal, Mbak

      Like

  11. novariany says:

    iya ya kadang karena ngerasanya di “dunia maya” ini jadi banyak yg gak paham soal etikanya. dikiranya etika cuma berlaku di dunia nyata aja kali yah huhu..
    tapi jadi reminder buat aku juga nih kak :))

    Like

    1. Iya, kadang lupa klu nyata dan maya tetap ada aturan hukumnya 🙂

      Like

  12. 🌺Dina Safitri🌺 says:

    memang baik di sosmed atau di ‘real life’ kita seharusnya bertindak hati2 ya.. jangan sampai ke’sangkut’ kasus hukum, apalagi kalau krn ketidaktahuan kita

    Like

    1. Iya, kita harus melek hukum, bantuan hukum jg penting

      Like

  13. ulu says:

    Wah memudahkan pisan jaman sekarang ya. Tapi juga sebaliknya, justru harus makin hati-hati. Kelakuan yg ceroboh bikin gampang kena kasus. Heeuuu… ribet juga nyari informasi terkait hukum klo kena kasus kayaknya. Baguslah ada Justika, termasuk yg memudahkan nih.

    Like

    1. Iya, justika menyediakan bantuan jasa praktisi hukum

      Like

  14. Hastira says:

    ih sebetulnya kalau kita pakai nalar dan nurani, apa mungkin kita membagikan berita atau buat status yang gak bener ya,memang bermedsos itu hrs beretika

    Like

    1. iya Mbak, etika itu penting dan sangat berkaitan dengan hukum

      Like

  15. Agung Han says:

    Bermedia sosialpun musti tahu rambu-rambunya ya mbak

    Like

    1. Iya Mas, kita harus melek hukum agar tdk terkena ancaman hukuman

      Like

  16. Ophi Ziadah says:

    Pelanggaran UU ITE ini kadang2 malah gak disadari sms pelakunya. Banyak yg blom paham etika bermed sos…
    Asiknya bs Tanya2 sm ahlinya scr online sekarang ya

    Like

    1. iya Ka… bila butuh jasa praktisi hukum, sekarang lebih mudah 🙂

      Like

  17. yeay! ada beking hukum untuk masyarakat yang kurang mampu!

    Like

    1. Siap beking juga buat yang butuh bantuan jasa hukum

      Like

  18. punyapista says:

    Iyesss, bener banget nih mak, kudu hati2 dalam memilih kata2 di medsos ya..
    Semoga Justika juga bisa bantu kita untuk menyelesaikan masalah hukum yang terjadi ya mak 🙂

    Like

    1. Iya Mak, melek hukum itu wajib, bantuan hukum pun penting 🙂

      Like

  19. niaharyanto says:

    Baru tahu saya dengan isi dari pasal-pasal UU ITE ini. Semoga dwngan adanya Justika, masyarakat yang awam hukum kayak saya bisa tahu lebih banyak. Iya, semoga dunia online bisa mendekatkan ranah hukum yang asalnya begitu seram menjadi bersahabat. Supaya kita semua melek hukum.

    Like

    1. iya Teh, kita harus melek hukum dan butuh bantuan hukum juga. Justika hadir dalam jasa praktisi hukum 🙂

      Like

  20. mhr99 says:

    wah harus lebih melek hukum nih, bahaya juga kalo menggunakan sosmed dengan sembarangan…

    Like

  21. Mukhofas says:

    Halo Yulia Rahmawati

    Ngeri banget kalo apa yg kita lakuin di medsos membawa ke neraka.

    Semoga saudara saudara pembcaa bisa berhati hati..

    Thanks

    Like

  22. Iya, setuju banget era digital harus pandai menjaga ketikan jempol untuk update status, wah justika ini merupakan solusi bagi mereka yang ingin berkenalan dengan dunia hukum ya Teh Yuli

    Like

  23. Waya Komala says:

    Memang harus hati-hati banget menggunakan sosmed ya.. biar aman. 🙂

    Like

  24. Widya Dewi says:

    Ngeri nih kalau ngetik terus typo, takutnya ada yang tersinggung, eh, dilaporin deh. :v

    Like

  25. Ngeri ya kalau sampai terjerat hukum UU ITE. Semoga kita bijak menggunakan media sosial

    Like

  26. Media sosial kita = “harimau” kita.., generasi milenials kini.., smg sentiasa waspada, dan dlm penjagaan Sang Langit, Aamiin YRA…. 😇

    мαтυя ηυωυη sharing -nya мϐä Yuy.., Barokallah ♥

    Like

  27. Sudah sepatutnya warga melek hukum

    Like

  28. etybudiharjo says:

    Tulisannya bernas nggak bikin takut, emang begitu seharusnya bermedia sosial itu harus bisa bikin kita tambah pinter dan tambah teman bukan sebaliknya. Tapi kalau emang ada yg begitu gampang ko delete aja…Makasih inpohnya yaa…

    Like

  29. TheGold.Asia says:

    Dulu ada istilahnya yang sempat populer yaitu netiket. Sayangnya ada beberapa orang yang merasa di dunia maya itu identitasnya bisa dirahasiakan. Lalu mereka membuat keonaran (bully, haters, fitnah, dst). Padahal tidak sama sekali. Semua pengguna internet bisa di tracking kembali sehingga ditemukan data identitas penggunanya. Hal ini yang masih sebagian orang belum sadari sepenuhnya. Semoga kita termasuk orang yang menggunakan internet dengan penuh tanggung jawab. Hehe😀

    Like

  30. Bener-bener harus berhati-hati dalam segalanya, agar kejadian buruk bisa kita hindari.
    Harus lebih belajar melek hukum.

    Like

  31. ratusya says:

    Nahhh pasal.28 ini kan yg ttg sering forward2, broadcast2 berita yg ga jelas apalagi kalo di group -_-

    Like

  32. yuniarinukti says:

    Sebenernya Undang-undang ITE sudah banyak diketahui orang. Bahkan hukumannya apa mereka sudah tau. Tapi masih banyak aja yang suka menebar berita kebencian. Jadi pengingat diri semoga lebih hati-hati menggunakan medsos

    Like

  33. Lidya says:

    masyarakat awam juga harus belajar hukum ya

    Like

  34. makasi infonya ya kak Yulia,memang kudu bijak di sosmed ini gak boleh seenaknya juga, semua aturan dibuat untuk menertibkan

    Like

  35. Uwan Urwan says:

    Makin gampang mencerca.. Makin gampang masuk penjara.. Wjwjqj

    Like

  36. wow, harus berhati-hati nih kalau main medsos…

    Liked by 1 person

  37. Betul… Aku juga hati2 banget kalo bikin status…

    Like

  38. Cindi Riyanika says:

    sekarang jamannya ‘jempolmu harimaumu’ ya Mbak..
    bener-bener jadi pengingat untuk bijak bermedsos… 🙂

    Like

  39. Busur Nusantara says:

    Hmmm sekarang kalo bersosmed harus sopan dan gak sembarangan yah.. kalo sara bisa kena hukum..

    Like

  40. jalanjalanbarenglangit says:

    Ahh pas banget ini, aku lagi mau tanya soal tanah keluarga, keren ih ada justika

    Like

  41. nikah muda says:

    bener nih.. dalam menggunakan medsos juga harus yang bijak, jangan sembarangan biar g merugikan siapapun..

    Like

  42. Doyanbanget says:

    ngeri juga yah sekarang maen medsos ga boleh asal posting, musti tahu batasannya.

    Like

  43. Kinesio Tape says:

    harus lebih cerdas menggunakan sosmed, gak asal share begitu saja informasi yang ada di timeline

    Like

  44. gita siwi says:

    wajib mengetahui dan membagi informasi ini.

    Like

  45. Abby Onety says:

    Waaahh…. baru tahu nih undang2x seperti apa. Sipp dah jelas skg. So kedepannya harus lebih hati2.

    Like

  46. BungaTongeng says:

    Agar waspada, pikirkan baik-baik sebelum posting sesuatu.

    Like

  47. Mugniar says:

    Pasal 27 ayat 3 itu, mudah sekali menjerat orang ya Mbak kalo kita tidak berhati-hati.
    Untungnya sekarang ada Justika, konsultasi hukum lebih mudah ya

    Like

  48. Bener banget kita harus melek hukum. Jadinya harus hati-hati juga dalam bermedia sosial.
    Untunglah ada Justika sekarang ini, jadi mudah dapat bantuan hukum.

    Like

  49. yuzarsif says:

    perlu banget ini hukum internet diterapkan dengan ketat. soalnya udah banyak netizen yang kebablasan dengan alasan kebebasan. padahal tetap ada etika yang harus dijaga.

    Like

  50. davin davin says:

    ngeri juga ya hukumannya, jadi harus lebih waspada lagi nih..
    makasih infonya mbak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s