Tags

,

Dalam membangun keluarga, dibutuhkan kolaborasi ayah dan ibu. Pengasuhan dan pengaturan yang tepat dalam membesarkan, membimbing dan mendidik anak sejak awal memang harus ada aturan yang jelas dan cerdas. Di sini, pentingnya peran ayah dalam perkembangan anak.

Perkembangan seorang anak tidak lepas dari peran kedua orangtuanya, kehadiran ayah dan ibu menjadi pelengkao dalam pertumbuhan anak, baik secara fisik maupun psikis. Hal tersebutlah menjadi hal terpenting dalam mendidik dan membimbing anak.

Dude Herlino, Pentingnya Peran Ayah

Bukan hanya ibu, tetapi ayah memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak. Komunikasi ayah dan anak akan memengaruhi pada perilaku atau kejiwaan anak itu sendiri kelak. Kadang kita mudah menyepelekan pada sesuatu yang tidak ada dengan berbagai aturan yang mendukung pada bagian yang menjadi pemersatu dengan segala yang ada pada dua sisi yang berbeda. Ayah pun demikian, hadir pada sisi lain dari perkembangan anak.

Jumat, 30 September 2016, saya berkesempatan menyimak Dudi Herlino sebagai artis dalam perannya sebagai ayah. Dudi yang telah memiliki satu anak balita ini memaparkan kesehariannya bersama anaknya.

Tentunya, sebagai artis, Dude memiliki banyak kesibukan. Waktunya banyak dihabiskan di luar. Namun, bagaimana Dude menyiasatinya dalam kebersamaan dengan anaknya?

  1. Hadir ketika anak bangun. Dirga, atau lengkapnya Muhammad Dirgantara Ariendra Herlino, biasanya bangun setelah Subuh. Selepas shalat Subuh, Dude akan selalu hadir di dekat anaknya. Ketika Dirga membuka matanya, maka yang pertama kali dilihatnya adalah Dude, ayahnya.
  2. Selalu bersama ketika di rumah. Setelah Dirga bangun, maka Dude pun yang selalu ada bersamanya, mulai dari memberi makan, mengganti popoknya dan mengajak jalan-jalan pagi.
  3. Komunikasi. Komunikasi ini dilakukan ketika sedang istirahat di tempat kerja. Dude akan menghubungi istri dan anaknya lewat video call. Yups, di era digital ini, komunikasi ayah dan anak bukan hanya lewat suara saja, tetapi bisa bertatap muka lewat video call.
  4. Menghabis hari libur bersama. Pada hari libur, peran yang mengasuh dan mengajak bermain Dirga adalah Dude. Dia siap memberi makan, mengganti popok dan mengajak jalan-jalan serta bermain.

Demikian yang biasa Dude lakukan dengan anaknya. Dia berusaha hadir pada setiap perkembangan anaknya. Dude Herlino sebagai ayah dalam pola asuh anak dengan berbagi tugas bersama istrinya. Dia menyiasati dengan menyentuh anaknya, saat bangun langsung digendong, kemudian bermain sebelum berangkat kerja. Bisa menyiasati dengan video call.

Pada hari libur, Dudi menghabiskan waktu dengan anak sampai mengganti popok dan memberi makan. Dude mengeksplor karakter anak. Persiapan Dude sudah dimulai sejak istrinya hamil, ia langsung belajar parenting dan siap sebagai ayah yang hadir untuk anak-anaknya.

Kenapa Peran Ayah Penting bagi Perkembangan Anak?

Naomi Soetikno, psikolog anak dan dosen Universitas Tarumanegara menyebutkan bahwa ada empat unsur yang menjadikan ayah memiliki peran pentinh, yaitu struktur, warm, accesibility dan playing.

  1. Struktur. Pada struktur rumah tangga, ayah merupakan kepala keluarga. Dalam perkembangan anak, ayah dan ibu harus bersepakat dan jelas dalam mengambil model pendidikan anak. Ketika proses penerapannya, ayah sebagai kepala keluarga harus tegas dalam menerapkan aturan bagi anak-anaknya. Memberi tanggung jawab. Bersama2 dengan ibu saling mengingatkan jadwal anak.
  2. Warm. Meskipun tegas, ayah tetap harus mengimbanginya dengan kehangatan, sehingga anak tetap dapat mencurahkan isi hatinya kepada ayah.
  3. Accessibility. Seorang ayah harus mudaj diakses oleh anak disela-sela pekerjaannya. Hal ini akan membuat anak selalu merasa aman dan terlindungi walaupun ia sedang tidak bersama ayahnya.
  4. Playing. Bermain bersama anak pada setiap fase usia anak. Usia 0-2 tahun akan membantu perkembangan sensor motorik anak, usia 2-5 tahun akan membantu perkembangan logika anak. Kecerdasan anak pada kognitif melalui kecerdasan tertinggi, seperti permainan. Anak-anak yg biasa mendapat tantangan akan lebih cerdas karena lebih banyak berpikir.

Naomi, psikolog. Penting kehadiran ayah dibutuhkan oleh anaknya. Ayah dan ibu dibutuhkan oleh anak.

Anak berkembang di area motorik, kognitif dan sosial. Ketiga area ini akan berkembang dengan kehadiran ayah dan ibu.

Anak-anak yang dibesarkan oleh ayah dan ibu memiliki problem solving yang baik, mudah bersosialisasi atau tidak kiper, logika berpikirnya lebih baik.

Bagi anak single parent, peran ayah bisa diganti oleh paman atau kakeknya.

Peran Ayah dan Baby Happy

Interaksi yang intensif antara orangtua, khusus ayah dengan bayi akan menciptakan adanya keseimbangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi, hal tersebut penting untuk seorang anak tumbuh menjadi anak yang hebat. Oleh karena itu, Baby Happy mengajak para ayah untuk senantiasa berkomunikasi dan berinteraksi, baik secara verbal maupun non verbal, salah satunya dalam mengganti popok bayi.

Keterkaitan ayah pada baby happy, membuat anak nyaman dan aman. Wings perusahaan lokal dengan produk yang berkualitas. Baby happy dapat menyerap 50% lebih banyak sehingga aman dan tidak bocor walaupun dipakai selama beraktivitas.


Julie Widyawati, Marketing Manajer Baby Happy menekankan bahwa ayah tidak perlu khawatir dengan popok bayinya bocor ketika berinteraksi dengan buah hatinya. Lebih lanjut lagi,  dengan teknologi double pressure, Baby Happy tetap tipis meskipun memiliki banyak kapas. Ada karet pinggang yang lebih tinggi dan fleksibel sehingga tidak mudah melorot karena menggunakan perekat ultra sonic.

Baby Happy hadir untuk turut serta membantu peran ayah dalam berkativitas dengan bayinya. Dari diskusi ini menunjukkan betapa pentingnya peran ayah dalam perkembangan anak.

Advertisements