Tags

,

Ada tips foto makanan ala Captain Ruby yang menggigit dan wajib diaplikasikan dalam memotret makanan. Seringkali ketika menemukan makanan, kita, eh saya, lebih memilih memotret makanan tersebut dahulu sebelum memakannya. Malah kebiasaan tersebut telah dijadikan meme oleh para kreator akan kebiasaan moto makanan sebelum makan. Hobi jepret yang hampir merata (tanpa survei, hanya ngamati dari medsos) telah menarik minat semua pihak, selain orang moto yang mengejawantahkan keeksisannya, produk makanan pun jadi dikenal, apalagi bagi makanan yang bermerk.

Beberapa media sosial malah sudah berkolaborasi dengan brand dalam penyebutan atau penulisan makanan. Hal ini tentunya mempermudah pengguna dalam menampilkan eksistensinya di ranah media sosial. Namun demikian, hasil dari gambar yang dipublikasikan harus tetap indah dan menarik sehingga bisa membuat orang yang melihatnya langsung belanja makanannya.

Penampakkan gambar yang ciamik dan asik ternyata gampang-gampang susah, tetap harus menggunakan effort yang besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seperti dari gambar-gambar yang ditampilkan oleh Captain Ruby, gambar tersebut lahir dari rasa, cinta dan citra.

Yups, perpaduan menarik ketika melihat satu kesatuan utuh dalam berbagai rangkaian membentuk beberapa hal yang menjadi keindahan dalam penempatan dan komposisinya. Beruntungnya, beberapa hari lalu, tepatnya hari Ahad, 2 Oktober 2016, saya mendapat kesempatan bertemu dan menyimak tips Foto Makanan ala Captain Ruby  pada event Jenius di Senayan City.

Tips Foto Makanan

  1. Berteman dengan jendela. Pada dasarnya yang terpenting pemotretan adalah cahaya. Bagi yang memotret di ruang makan, seperti cafe atau restoran, pencahayaannya agak kurang, maka dibutuhkan sumber cahaya. Sinar matahari adalah sumber cahaya yang sangat bagus dalam pemotretan. Maka, untuk mendapatkan kualitas foto yang menarik dengan mendekati sumber cahaya, dan biasanya masuk lewat jendela. Maka, berteman dengan jendela agar mendapatkan pencahayaan sinar matahari yang sempurna.
  2. Arah cahaya. Setelah mendapatkan cahaya, lalu perhatikan arah cahaya. Hal ini memengaruhi dalam pengambilan arah foto. Untuk memotretnya, Captain Rudy juga menyebutkan untuk tidak memotong dari arah depan cahaya, tetapi fotolah dari arah kanan, kiri atau belakang cahaya.
  3. Selfie. Selfie ini menjadi hal menarik bagi saya, karena sejujurnya saya kurang suka selfie, tetapi foto-foto hobi. Untuk mengetahui angel atau rasa, saya memang senang foto-foto. Tak jarang untuk menentukan rasa foto yang pas, ketika memoto pada suatu objek bisa memotretnya berkali-kali. Saya anggap ini sebagai modal dalam memperoleh foto yang bagus.

Tips Foto Makanan dari Captain Ruby sangat bermanfaat, terutama soal cahaya. Selama ini saya biasanya aspret atau asal jepret. Bahkan, Captain Ruby menekankan kalau tidak ada cahaya, lebih baik tidak perlu foto makanan.

Captain Ruby, Food Blogger dan Photography

 

Captain Ruby, nama panggilannya. Akun media sosial Twitter dan Instagramnya bernama Captain Ruby juga. Untuk blognya, akunnya bernama wanderbits.com.

Menggeluti dunia foto makanan, setelah selama dari tahun 2009 ngeblog dan hobi foto-foto. Setelah mengekspresikan foto-fotonya di media sosial, ternyata banyak menampilkan foto makanan dan jalan-jalan. Sejak tahun 2012, Captain Ruby pun fokus pada foto makanan, maka pada blognya berfokus Food blogger dan Food photography studio.

Hal yang menarik, ketika hobi ditekuni dan fokus, maka menjadi kesuksesan. Pekerjaan yang dilakukannya berdasarkan passion, maka bukan hanya foto-foto, Captain Ruby pun berbagi pengalaman dan tips dalam pekerjaan yang dijalaninya.

Alhamdulillah, lagi-lagi saya mendapat pencerahan dari narasumber yang menginspirasi. Bukan hanya berbagi mental yang tekun, tetapi juga berbagi teknik tips Foto Makanan ala Captain Ruby. Terima kasih

Advertisements