Tags

, ,

Menjelang senja saya baru buka google browser, dan saya menemukan Google Doodle bergambar wayang golek. Ada cepot dan semar, bersama dalang Asep Sunandar Sunarya. Sebagai orang Sunda dan penyuka Wayang Golek, selain terharu dan bangga, saya pun bertanya besar, hari ini mengapa google doodle tampilkan Asep Sunandar dan wayang golek?

20160903_172844.jpg

google

Google Doodle Tampilkan Asep Sunandar dan Wayang Golek

Sungguh membanggakan ketika membuka website google, menemukan tampilan doodle google yang berisi wayang golek, sebagai orang Sunda, saya bangga, terharu dan berterima kasih kepada google, karena telah menampilkan seni tradisional kami beserta pelakunya, wayang golek dan dalangnya. Meski terselip pertanyaan mengapa google doodle tampilkan Asep Sunandar dan wayang golek?

Pertanyaan tersebut menjadi tamparan tersendiri bagi saya pribadi, karena tidak tahu event spesial atau tokoh Sunda yang terjadi hari ini. Iya, sejujurnya sudah lama saya tidak mendengarkan atau menonton wayang golek, kesenian yang diam-diam saya sukai karena cerita dan musiknya. Ibarat, teater, wayang golek menjadi tontonan asik sekaligus tuntunan yang dalam ceritanya banyak mengandung siloka (simbol) kehidupan.

Masih teringat ketika dulu di TVRI ada wayang golek, sekeluarga kumpul semua, dengan hidmat menyimak wayang golek dari televisi semaleman. Mengapa secara diam-diam menyukai wayang, karena dulu, hiburan ketika pulang ke rumah dari asrama mendengarkan radio daerah Tasikmalaya, setelah mendengarkan puisi-puisi dari sastrawan Tasikmalaya, berlanjut dengan pemutaran wayang golek. Meskipun berujung tidur, saya mendengarkan wayang dalam lelapnya malam. Maka, ketika doodle google tampilkan Asep Sunandar dan wayang golek, saya pun setengah ngais terharu (serasa lebay ya, hehehe).

wayang

Google Doodle

Di era digital sekarang, siapa yang tidak tahu tentang google, search engine terbesar dunia. Google hadir pada halaman utama dengan logo google yang dimodifikasi dengan tampilan gambar yang unik untuk menggambarkan peringatan, event atau tokoh. Yups, Google mengajak kita mengingat sesuatu atau orang yang perlu kita ingat.

Gambar logo Google tersebut dikenal dengan nama Google Doodle. Dari sini, kita akan diajak untuk mengetahui lebih dalam tentang makna dari google doodle tersebut. Seperti saya, yang penasaran dan menelusuri, mengapa hari ini Google Doodle tampilkan Asep Sunandar dan wayang golek.

Asep Sunandar

Akhirnya, Google telah mengajak saya untuk menelusuri peristiwa yang terjadi hari ini. Saya menemukan bahwa hari ini, 3 September, sebagai hari kelahiran Asep Sunandar Sunarya.  Dalang terkenal dalam seni wayang golek.

Asep S

Tiada yang tak mengenal Asep Sunandar Sunarya, dalang wayang golek terkemuka bagi warga Jawa Barat. Dalang yang kakoncara ini telah berbagi dan menginspirasi lewat tradisi seni wayang golek. Saya masih teringat, kalau ada perayaan dengan menempilkan wayang golek yang dalangnya Asep Sunandar, meski ke ujung Tasik pun akan disusul oleh banyak warga.

Asep Sunandar yang memiliki nama lengkap Asep Sunandar Sunarya ini lahir di Kampung Jelekong, Baleendah, Bandung pada tanggal 3 September 1955 dan meninggal dunia pada 31 Maret 2014.

Kiprahnya dalam dunia pewayangan menjadi teladan dalam berkreasi dan berinovasi. Tokoh cepot menjadi ikon atas penampilannya. Cepot yang lugu, sederhana, kocak tetapi memiliki banyak makna kehidupan. Bersanding dengan semar, sebagai tokoh cerita yang menjadi bijak dan panutan, meski lucu juga sih dalam perannya.

Wayang Golek

Wayang golek sendiri pertunjukkan boneka kayu yang dimainkan oleh seorang dalang dengan menggunakan bahasa Sunda dan diiringi gamelan Sunda. Ada banyak cerita pewayangan yang dipaparkan, tetapi dalam setiap tuturnya banyak sekali mengandung hikmah dan makna kehidupan.

wayang1

Kesenian ini sudah hampir jarang ditampilkan, padahal masih banyak peminatnya. Mungkin akan melihat bahwa peminatnya para kaum tua Sunda, tetapi kesenian ini bisa menarik kaum muda dengan improvisasi dan inovasii pada penayangannya dan ceritanya.

Sudah jarang, hampir tidak ada yang menampilkan kesenian wayng golek secara utuh di televisi, bahkan di radio-radio pun sudah hampir tidak mendengarnya. Untungnya, beberapa seniman Sunda, termasuk Sule, mengangkat tokoh cepot dan semar di televisi dengan gaya dan cerita yang berbeda. Namun demikian, masih dibutuhkan para seniman dan budayawan yang bisa kembali mempopulerkan kesenian wayang golek dengan tutur cerita yang utuh dan gamelan yang menawan.

Akhir kata, terima kasih Google Doodle telah mengingatkan kami, eh saya bahwa telah lahir pada hari ini sosok inspiratif, seniman dan budayawan Sunda, Asep Sunandar. Google Doodle tampilkan Asep Sunandar dan wayang golek telah menyadarkan saya untuk kembali mengembangkan tradisi kesenian wayang golek dalam setiap keriaan. Mudah-mudahan dalam pernikahan saya dapat merayakannya dengan penampilan wayang golek. Amin

Advertisements