Tiada yang tidak menginginkan hidup tanpa utang. Namun, sekarang ini terasa sulit bila hidup tanpa utang. Seringkali kita mendengar orang yang terlilit utang atau terjebak oleh kartu kredit, karena tidak bisa bayar. Awalnya mungkin bisa menyiasati dalam pembayaran sampai utang lunas, lalu peminjaman kembali dilakukan sehingga lama-lama terbiasa, terlena, dan bila tidak bisa mengendalikannya bisa sampai terlilit utang. Apalagi dalam bisnis properti, menyicil pembayaran properti sudah menjadi hal biasa. Untuk itu, dalam bisnis, harus memiliki strategi bisnis properti tanpa utang.

rps20160823_170101_969.jpg

Cipto Junaedy

 

Anggapan bahwa sekarang ini tidak mungkin punya rumah tanpa utang telah didobrak oleh Cipto Junaedy, seorang penulis dan mentor. Dia dalam tulisan dan seminarnya mengajarkan untuk membeli rumah tanpa utang. Bagaimana caranya?

Strategi Bisnis Properti Tanpa Utang

Cipto Junaedy memiliki gagasan dan implementasi berbisnis properti tanpa utang. Dalam paparan dan diskusi dengannya tentang bisnis properti tanpa utang, terdapat beberapa hal menarik.

rps20160823_155635_333.jpg

  1. Persepsi.Cipto Junaedy mengajak kita untuk mengubah persepsi bahwa hidup itu tidak lepas dari utang, menjadi hidup bahagia tanpa utang. Persepsi seringkali menggiring pada pengaplikasian dan menentukan pada perilaku sehari-hari. Apalagi bila lingkungan mendukung sehingga bisa membentuk budaya.Untuk mendobrak persepsi utang ini, Cipto Junaedy pada setiap bukunya terdapat banyak  quote yang mengingatkan dan mengajak untuk memikirkan hakikat kehidupan. Bahkan, saking pentingnya dalam mendobrak persepsi utang, Cipto Junaedy, menuliskan kumpulan quote pendobrak utang dalam buku ke-5 (lima) yang berjudul, “Kata-Kata Lecutan Harian”. Buku ini menjadi kata-kata lecutan yang menjewer. Saya menafsirkannya sebagai kata-kata atau quote pendobrak utang.

    Maka, untuk mendapatkan rumah atau berbisnis properti, maka kita harus memiliki persepsi bahwa kita bisa mendapatkan rumah tanpa utang atau berbisnis property tanpa utang. Ibarat jarum-jarum lintaasan pemikiran, maka penetapan pemikiran untuk hidup tanpa utang dikukuhkan dalam niat dan hati, sehingga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Iya, persepsi ini dapat mengukuhkan niat, sehingga bila dalam prosesnya banyak terjadi berbagai rintangan dan tantangan, orang yang memiliki persepsi kuat akan terus berjalan dan melangkah sesuai dengan pandangan dan niatnya.

  2. StrategiUntuk mendapatkan rumah tanpa utang atau berbisnis properti tanpa utang tidak lepas dari strategi dalam mendapatkannya. Strategi ini Pak Cipto Junaedy paparkan dalam buku-bukunya. Dalam bisnis properti, strategi tersebut tidak lepas dari sistem penjualan dan model marketingnya.Dalam strategi ini Pak Cipto paparkan terdapat pada beberapa bukunya yang sudah diterbitkan, salah satunya pada buku Strategi B25. Namun, untuk lebih mendalam dan memahami dalam bisnis property tanpa utang ini bisa dengan mengikuti seminar yang Pak Cipto adakan. Di sana nanti akan dikupas tuntas dan dibimbing langsung strategi berbisnis property tanpa utang.
  3. KerjakanSetelah persepsi berubah dengan memiliki niat yang kuat untuk berbisnis properti tanpa utang dan berstrategi, maka kerjakan. Karena kalau hanya niat dan strategi tanpa langkah awal mengerjakannya, maka akan sia-sia.Yups, ibarat buku, tanpa berawal dari satu huruf, kata atau kalimat, maka tidak akan membentuk satu buku. Dalam hal ini, Pak Cipto Junaedy menekankannya dengan “nyetrum, dimentori dan kerjakan.”

Tiga hal tersebut menjadi titik poin untuk dikembangkan dalam berbisnis properti tanpa utang. Semoga setelah ini saya pun mendapatkan rumah, sawah dan kebun tanpa utang. Amin

Cipto Junaedy, Luncurkan Buku Strategi Bisnis Properti Tanpa Utang

rps20160823_155323_977.jpg

Peluncuran buku 101 kali

Jumat, 12 Agustus 2016, bertempat di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, saya berkesempatan mengikuti peluncuran buku yang mengupas bisnis properti tanpa uang dan utang. Terdapat dua buku terbaru Cipto Junaedy yang berjudul, Strategi B25 dan Kata-Kata Lecutan Harian. Kedua buku ini merupakan bagian terbaru dari seri, Strategi Membeli Properti Tanpa Uang Tanpa Utang. Sungguh saya merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti peluncuran buku yang mengajarkan kita untuk tidak berutang.

Siapa sih yang ingin hidupnya dalam utang, tentu tidak mau kecuali terpaksa. Tetapi sekarang ini tak dapat dipungkiri bahwa utang menjadi jalan dalam mendapatkan apa yang kita inginkan. Utang yang seringkali diasosiasikan dengan kredit, telah mempermudah kita mendapatkan barang yang kita inginkan, dengan menyicil dan membayar kemudian.

Properti, salah satu bisnis yang sering kita temui dengan sistem kredit. Memiliki rumah dengan cara menyicil sudah lumrah dan biasa, maka hal tersebut seakan menjadi salah satu cara mendapatkan rumah.

Sudah lama saya ingin memiliki rumah, sawah dan kebun, tetapi apa daya saya belum mendapatkan uang yang cukup untuk membeli hal tersebut. Terutama memiliki rumah, karena selama di Jakarta saya ngontrak atau menyewa rumah. Tidak menyenangkan ketika harus angkut sana sini dari satu tempat berpindah ke tempat lainnya, maka saya selalu berharap mendapatkan rumah dengan tanah yang bisa digunakan untuk berteduh dan berkebun tanpa uang dan utang.

101 Kali; Kata-kata Lecutan Harian

Buku yang diberi judul, “Kata-kata Lecutan Harian; Baca Buku Ini Jewer Diri Anda 101 kali, Maka Anda akan Kesetrum, Nambah Rumah Tanpa Utang,” berisi berbagai quote inspiratif berkenaan dengan hakikat hidup dan pembebasan diri dari utang.Di antara quote yang ditulis oleh Cipta Junaedy, yaitu:

rps20160823_155551_938.jpg

101 Kali, Cipto Junaedy

  • “Beri teladan tindakan nyata ke anak, jangan utang. Jangan hanya jago cerama rohani kepada anak, tapi hidup masuk utang.”
  • “Jangan masuk akhirat dengan bawa koper isi utang.”
  • “Jadilah bintang-Nya, bersinar cerminkan dua sifat-Nya; tanpa utang dan penuh kelimpahan. Jangan di balik; penuh utang dan malah masih kekurangan.”
  • “Lahir bukan untuk tenggelam utang.”
  • “Kumpulan kita membentuk hidup kita. Jika kumpulannya pengutang, maka ketularan utangnya.”

Dengan tebal buku 211 halaman, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, tahun 2016, memberi kita kesempatan untuk menulis komitmen pada buku tersebut. Setiap jeweran kata, terdapat lembar isian komitmen.

Strategi B25
rps20160823_155432_820.jpg

Strategi B25

Dengan judul, “Strategi B25;  Membeli Properti Tanpa Uang Tanpa Utang,” buku ini terdiri dari 175 halaman. Terdiri dari lima bagian isi, buku yang mengkalim sebagai revolusi bisnis properti, masih diterbitkan oleh Gramedia Pusaka Utama.

Lima bagian buku tersebut di antaranya membahas:

  1. Membahas dua karakter pencipta, yaitu tanpa utang dan penuh kelimpahan.
  2. Hidup tidak sebesar dompet atau rekening.
  3. Kenapa utang itu keliru?
  4. Arti tanpa utang.
  5. Strategi B25.

Secara pendahuluan, Cipta Junaedy paparkan pengantar dengan tema, cerminkan citra pencipta kita, dan sebagai penutup buku mengambil tema, nyetrum, dimentori dan kerjakan.

rps20160823_155706_838.jpg

Peluncuran buku Cipta Junaedy

Demikianlah peluncuran buku-buku Cipta Juanedy, yang dihadiri juga oleh murid-muridnya yang telah sukses dalam menjalankan strategi bisnis properti tanpa utang. Untuk pelecut dan motivasi, sesungguhnya buku-buku ini sangat bermanfaat dalam mengawali sekaligus mengembangkan strategi bisnis properti tanpa utang.

 

 

 

 

 

 

Advertisements