Tags

, ,

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi pemicu daya saing bagi para UKM Indonesia. Dengan adanya MEA, masyarakat Indonesia yang berbisnis dalam berbagai lini menjadi lebih termotivasi dalam beraktivitas dan berkreativitas.

Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah turut serta memotivasi masyarakat Indonesia dalam berdaya saing. Rabu, 3 Agustus 2016, Kementrian KUKM mengadakan seminar yang bertema, “Menguji Ketangguhan Daya Saing UKM di Pasar Global.” 

Hadir para pembicara dari praktisi UKM yang sudah mengglobal ke luar negeri. Ada Pak Buyung dari Cirebon yang menggeluti usaha pangan, Pak Sofyan Solihin yang konsen dengan usaha kosmetik Indonesia, dan Pak Anto yang memilih menjadi kurator UKM sekaligus multibisnis, seperti tas dari kulit. Hadir pula Pak Ahmad Zabadi selaku Direktur Smesco. Dengan dipandu oleh moderator Miing sebagai duta KUKM, talkshow berlangsung sangat interaktif dan menarik. Untuk itu, yuk kita mengintip tips berjaya dalam daya saing usaha.

Ahmad Jabadi, paparkan bahwa Smesco merupakan rumah bagi para UKM. Di sini para UKM bisa mengembangkan kreativitas, aktivitas, pelatihan dan relasi. Oleh karena itu, Smesco memiliki tagline Rumahku. Hal inu menunjukkan bahwa pemerintah sudah mempersiapkan semua fasilitas untuk perkembangan para UKM Indonesia.

Saya sendiri awal ketika ke Smesco sangat terkagum dengan berbagai karya para pengusaha Indonesia yang terkumpul dari seluruh wilayah Indonesia. Keunikan dan budaya dari masing-masung daerah yang teraplikasikan pada produk, sungguh karya yang luar biasa.

Smesco menjadi rumah para UKM disetujui oleh para pengusaha UKM. Pak Buyung, Pak Sofyan dan Pak Anto memaparkan bahwa Smesco sangat memengaruhi dalam perkembangan bisnis mereka.

Buyung, seorang pengusaha herbal dari Cirebon menyebutkan bahwa Smesco menjadikannya mendapat tambahan jaringan penjualan. Pak Sofyan dan Pak Anto berpendapat sama juga. Pak Buyung paparkan bahwa dalam bisnis yang terpenting adalah kreatifitas dan inovasi. Dari paparan ketiga para pengusaha UKM tersebut, ada benang merah yang menjadi inspirasi, di antaranya:

1. Relasi atau networking

Smesco telah mengajak para pengusaha UKM untuk menjelajah Nusantara, baik dalam pameran maupun festival, sehingga mereka dapat memperkenalkan produknya ke seluruh Nusantara. Bukan hanya dalam negeri, para UKM ini akan dilibatkan pada proses marketing luar negeri dengan mengikuti berbagai pameran atau festival di luar negeri.

Hal tersebut dapat mengembangkan penjualan usaha para UKM. Bukan hanya maju di dalam negeri, tapi bisa ke pasar luar negeri atau go internasional. Setelah itu, pada tahap berikutnya menjaga relasi atau hubungan baik dengan para steakholder sehingga memudahkan dalam penjualan.

2. Kemasan produk

Kemasan produk yang cantik dan menarik akan membawa pada ketertarikan pembeli. Para UKM harus memiliki kreatifitas dan inovasi. Penjualan produk tanpa ada kreatifitas dan inovasi yang mengiringinya akan menjadi batu sandungan pada proses penjualan berikutnya.

Kemasan produk harus menarik dan cantik. Sebagus atau seenak rasa produk, bila tidak dikemas dengan cantik, menarik dan higienis maka itu akan menghilangkan kualitas produk itu sendiri. Pada kemasan produk ini para UKM masih harus butuh pelatihan dan pelatihan.

3. Promosi

Dalam proses penjualan, promosi menjadi hal yang sangat penting. Woro-woro atau pengumuman produk, harus bisa mengemas dengan menarik. Di era digital sekarang ini, promosi menjadi hal yang mudah. Internet dapat membantu dalam penjualan produk. Hanya saja tetap dalam mempromosikannya harus memiliki strategi, seperti buat foto produk yang menarik, penjelasan produk yang jujur dan pengantar kata yang menarik, serta bisa ditambah video yang akan menambah lengkap dalam promosi produk.

Dengan demikian, ketika meningkatnya daya saing, maka akan mengembangkan kreatifitas dan inovasi para pengusaha. Maka, kita harus terus mengasah ide dan mengaplikasikannya pada produk atau usaha yang kita jalani. Bisa dikatakan bahwa daya saing adalah kreatifitas dan inovasi.

Advertisements