Tags

,

Taman Pandang Istana, salah satu destinasi baru untuk jalan-jalan di Jakarta. Taman yang berada di luar gerbang Monas ini bisa menjadi tempat strategis untuk memandang istana negara sambil berkreativitas bersama komunitas. Selain itu, taman tersebut bisa juga sebagai Taman Holcim.

Sabtu, 30 Juli 2016, ketika senja selepas lelah keliling-keliling Monas, keluar gerbang Monas, seberang Istana Negara, saya tertegun dengan aktivitas para seniman dalam berbagai aktivitasnya. Mereka asik dengan eksperimen karya seni dengan santai dan serius. Ada apa ini?

Taman Pandang Istana, Halaman Inspirasi dan Kreativitas Seni

rps20160802_202721_683.jpg

Sebuah dinding bertuliskan nama taman yang saya singgahi, Taman Pandang Istana. Taman ini memiliki tema unik, Meluaskan Persepsi, Untuk Menuai Inspirasi. Suatu tema besar yang menurut saya menekankan pada toleransi. Memang pada prasasti tersebut, tertuliskan, “Dengan kemajemukan Indonesia, taman ini adalah wadah bagi setiap warga untuk menuangkan aspirasi dan gagasannya secara kreatif, sebagai bentuk apresiasi terhadap seni, desain, dan keragaman budaya. Taman ini bertujuan untuk menjadi ruang kolaborasi publik untuk dalam rangka membangun Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.”

Taman Holcim ini menitikberatkan pada Bhineka Tunggal Ika, dengan mengukuhkan empat hal sebagai berikut: 1) Berbeda tapi satu, 2) Jejak inspirasi, 3) Ragam insan, dan 4) Dinding aspirasi.

Hal tersebutlah tercerminkan pada kegiatan hari ini, yang kebetulan bertepatan dengan peresmian Taman Pandang Istana terbuka untuk umum. Hadir Bapak Basuki Tjahaja Purnama selaku Gubernur DKI Jakarta yang meresmikan pembukaan Taman Holcim untuk umum.

rps20160802_202530.jpg

Ada banyak hasil rajutan yang terpajang, kemudian pada beberapa pohon dan tiang sekitar taman diselimuti oleh hasil rajutan. Seorang pria sedang asik menyelimuti pohon dengan rajutan. Sebelahnya, dua ibu sedang berusaha menyusun hasil rajutan pada tiang.

“Kami sedang membuat Yarnbombing, Mbak…,” ujar Ibu Tati sambil terus merajut.

“Apa itu Yarnbombing?” Tanya saya.

“Suatu kejutan dari benang, yang tiba-tiba idenya munculnya,” jalas Ibu Tati.

rps20160802_203143.jpg

Ibu Tati menyusun rajutan dengan Ibu Helen, mereka berasal dari Komunitas Rajut Kejut. Keduanya ternyata masih bersaudara, tante dan sepupu. Kounitas Rajut Kejut bergerak dengan menggunakan media sosial, dan biasanya kopdar di daerah Blok M. Anggota dariย  Rajut Kejut dari segala umur, baik laki-laki maupun perempuan, dan yang paling muda berumur 5 tahun, sedangkan Ibu Helen sendiri berusia 72 tahun.

rps20160802_202647_309.jpg

Berlanjut kaki melangkah ke arah orang-orang yang sedang membuat tulisan indah atau kaligrafi di atas potongan kayu. Mereka ternyata dari Komunitas Kaligrafina. Mereka pun berkiprah dengan menggunakan media sosial. Nah, si mas ini berasal dari Bandung, dia kebetulan sedang di Jakarta dan anggota Komunitas Kaligrafina, jadi sekalian turut berpartisipasi membuat hiasan dari tulisan tangannya di Taman Pandang Istana.

Dinding-dinding taman dihiasi dengan live-mural yang menjadi inspirasi bagi kami untuk berfoto di sini. Belum lagi dengan kotak-kotak lampu yang bergelantungan dengan hiasan pada setiap kotaknya ibarat pameran lukisan yang bertemakan aspirasi rakyat, dari mulai anak TK sampai mahasiswa.

rps20160802_202429.jpg

Saat itu sedang berlangsung penggambaran di tempat yang dilakukan oleh anak-anak SD. Mereka melukiskan dinding kotak lampu sesuai selera mereka, ada yang sendiri dan bekerjasama. Hasil hiasan anak-anak SD ini kemudian turut digantungkan pula sebagai penutup lampu-lampu yang bergelantungan.

Semakin sore, suasana semakin ramai. Taman Pandang Istana pembangunannya hasil kerjasama Dinas Pertamanan Pemprov DKI Jakarta beserta Holcim Indonesia dan CARAS. Berlokasi di silang Barat Laut Monas dan menghadap ke Istana Merdeka, Taman Holcim ini dibuat dengan konsep kemajemukan dan seni. Bukan hanya itu, taman ini juga dibangun untuk membantu masyarakat umum dalam menyampaikan aspirasinya dalam bentuk kegiatan yang positif.

Bangun Taman Pandang Istana

Ketika sedang asik melihat berbagai rajutan, saya tertegun dengan semen taman, yang terlihat berbeda dari biasa yang saya lihat di tempat lain. Biasanya menggunakan conblock, kali ini terlihat seperti ada pori-porinya yang dapat menyerap air.

rps20160802_203221_716.jpg

Lantai Taman Pandang Istana telah menggunakan teknologi terbaru, yaitu ThruCrete, beton berpori untuk resapan air yang lebih baik. Ada juga EzyFloCrete, beton dengan kemampuan mengisi ruang yang efektif, dan Holcim Mortar.

Taman Pandang Istana ini dibangun dengan volume total ThruCrete 68 m3, EzyFloCrete 8 m3, Holcim mortar acian 47 bag, Holcim mortar pasangan 160 bag dan Holcim mortar plesteran 175 bag. Lalu, apa sebetulnya ThruCrete, EzyFloCrete dan Holcim Mortar?

ThruCrete

ThruCrete merupakan solusi perkerasan beton berpori yang berfungsi mengurangi air pada permukaan dan sebagai media resapan limpasan air hujan untuk menjaga debit air tanah.

ThruCrete menjadi beton ramah lingkungan, karena dapat mengontrol limpasan air hujan dan polusi, jumlah area fasilitas parkir meningkat karena menghilangkan kebutuhan untuk daerah retensi air, menghilangkan atau mengurangi ukuran storm water, memingkinkan udara dan air untuk mencapai akar pohon, mengurangi hydroplanning pada permukaan jalan dan jalan raya, mengurangi silau pada permukaan jalan terutama ketika basah pada malam hari dan mengurangi interaksi kebisingan antara ban dan aspal.

EzyFloCrete

EzyFloCrete sebagai beton expose yang mempunyai workabilitas tinggi, memadat dengan sendirinya, cocok diaplikasikan pada bentuk yang rumit. Jenis ini akan mengurangi alat bantu dan jumlah tenaga kerja, karena proses pengecoran dapat berlangsung tanpa perlu tenaga kerja terampil yang banyak.

EzyFloCrete dapat diaplikasikan pada penulangan yang rapat dengan lebih cepat, tanpa mengurangi kualitas, tingkat kebisingan proyek karena tidak membutuhan vibrator untuk pemadatan dan jaminan kualitas akhir bebas keropos (honeycomb).

Holcim Mortar

Holcim mortar adalah mortar instan berdaya rekat tinggi yang menghasilkan permukaan dinding lebih halus dengan resiko keretaan yang minim.

Holcim mortar ini terbuat dari bahan terpilih dengan daya rekat lebih unggul, praktis, cukup tambahkan air bisa langsung diaplikasikan. Adukannya lebih pulen, hasil akhir menjadi lebih presisi, waktu kering yang cukup untuk perataan dan perapihan. Untuk Holcim Pasangan, spesi adukan lebih sedikit dengan daya rekat lebih kuat. Adapun untuk Holcim plesteran, adukan lebih ringan, waktu kering yang cukup, untuk daya sebar lebih halus dan luas. Begitu pula dengan Holcim Acian, dapat adukan lebih halus untuk tarikan yang lebih ringan dan warna lebih terang untuk langsung diaplikasikan pengecetan.

Membangun Bersama Taman Pandang Istana

Berdasarkan komitmen untuk membangun bersama, maka Holcim Indonesia dengan CARAS, sebuah organisasi yang bergerak di bidang seni, dan seniman grafis Yasser Rizky yang merancang empat jenis instalasi tipografis 3 dimensi dan keempat jenis instalasi yang terdiri dari patung, bangku taman dan kutipan tokoh Indonesia saling berkolaborasi dalam membangun Taman Pandang Istana.

rps20160802_202621_921.jpg

Langkah kaki yang tunduk ke lantai taman yang berteknologi ramah lingkungan dan modern ini yang dihiasi oleh quote inspiratif dari Bapak Bangsa Indonesia, Muhammad Hatta, “Aku Rela Penjara-Asalkan Bersama Buku-Karena dengan Buku-Aku Bebas,” mengingatkan untuk selalu belajar dan mencari pengetahuan, karena itu yang akan membebaskan kita.

Ahok Resmikan Taman Pandang Istana

Setelah asik berkeliling, Pak Ahok pun hadir untuk meresmikan pembukaan Taman Pandang Istana. Dengan MC, Arie Daging dan putranya. Sambil berkeliling, Pak Ahok mendapat sajian nyanyian dari anak-anak SD Kemang dengan musik dari Ruru Radio.ย  Seru dan asik, melihat anak-anak yang ceria bernyanyi dan berdendang bersama.

Pak Ahok menyambut gembira pembangunan Taman Pandang Istana, dan berencana untuk membangun beberapa taman di beberapa titik di Jakarta. Salah satunya Taman Inspirasi, yang bisa digunakan untuk demonstrasi. Sebetulnya taman ini sudah standar untuk tempat aspirasi demo, karena para pendemo sering sekali berkumpul depan Istana Merdeka, bangunannya sudah berkualitas tinggi. Namun demikian, Ahok ingin membangun Taman Aspirasi di dekat bundaran Hotel Indonesia.

Rencana pembangunan berbagai taman yang Pak Ahok tuturkan tidak lepas dari bantuan swasta, bisa berupa CSR, karena anggaran dana atau APBD DKI Jakarta akan digunakan langsung untuk kepetingan masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan.

rps20160802_202326_575.jpg

Suasana semakin seru ketika robot Holcim datang, banyak yang memilih berfoto dengan robot Holcim. “Cucu saya suka dengan robot,” ujar Pak Polisi yang berfoto bareng dengan robot sambil tersenyum senang.

Acara pun semakin seru dengan banyaknya penampilan dari berbagai komunitas seni tari dan musik. Ah, malam minggu memang malam buat jalan-jalan dan hiburan, tapi tetap jangan sampai lupa waktu untuk pulang.

Demikian, Taman Pandang Istana sudah bisa digunakan untuk umum, maka kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dalam bentuk kegiatan yang positif dan bermanfaat. Yuk ah kita Taman Pandang Istana… ๐Ÿ™‚

 

 

Advertisements