Tags

Bandara Soekarno-Hatta bagai gerbang negara yang menjadi pintu masuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Layak sebuah pintu gerbang, yang menjadi wajah pertama dalam menunjukkan identitas negara Indonesia. Keindahan dan keanekaragaman alam dan budaya Indonesia, tercermin pada bandara sebagai gapura masuk Indonesia.  Untuk itu, tidak heran bila Bandara Soekarno-Hatta di bawah BUMN Angkasa Pura II terus berbenah dan mempercantik diri, di antaranya dengan dibangunnya Terminal 3.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Internasional Seokarno-Hatta, gerbang bangsa yang  dibangun pada luas lahan 422.804 m persegi dengan luas bangunan terminal 331.102 m persegi ini memiliki identitas, pengalaman, efisiensi efektif, modern dan ramah lingkungan. Ketika saya mendapat kesempatan berkunjung ke Terminal 3 pra launching, menjadi hal yang luar biasa bisa melongok bangunan yang akan menjadi gerbang masuk NKRI. Apalagi bagi saya hanya sempat beberapa kali mengunjungi bandara-bandara di Indonesia.  Semoga kedepannya bisa keliling Indonesia, sekaligus melihat bandara-bandara yang ada di Indonesia. Amin

Berkeliling Nusantara menjadi impian saya, karena dalam perjalanan berbagai kehidupan, mengenal bumi pertiwi melalui catatan buku sejarah tidak akan lengkap sebelum mengetahui langsung dan melakukan perjalanan untuk memiliki catatan tersendiri dan membuat kisah aku, Nusantara dan bumi pertiwi.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Wajah Indonesia yang kaya akan SDA dan SDM berkualitas, Terminal 3 cerminkan dalam design interior dan isi bangunannya sebagai wujud dari seni dan budaya Nusantara. Demikian yang saya lihat ketika pada Ahad, 17 Juni 2016. Angkasa Pura II berusaha untuk menampilkan produk dan budaya lokal di Termina 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Terminal 3; Hadir untuk People, Tampil dengan Culture dan Nature

Tak dapat dipungkiri, pemberitaan dan informasi terminal 3 banyak yang menyoroti, terutama di kalangan netizen. Pro dan kontra sudut pandang pada pembangunan Terminal 3 menjadi hal yang menarik. Hal tersebut justru membuat saya penasaran dan ikut serta pada kunjungan bersama blogger ke Terminal 3.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Saya tidak dapat berkomentar untuk membandingkan Terminal 3 dengan bandara lainnya karena belum melanglang bandara, hanya baru bisa singgah di Bandara Adisucipto Yogyakarta dan Bandara di Padang. Keterbatasan ini mendorong saya untuk meminta bantuan doa dari pembaca untuk mendoakan saya bisa keliling Nusantara dan dunia (nah lho…, tapi tetap diaminkan yaaaa…:) ).

Terminal 3 memiliki tiga filosofi dalam pembuatannya, yaitu people, culture dan nature. Ketiga hal tersebut menjadi hal menarik bagi saya dalam mengeksplor perjalanan ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, dengan Terminal 3; hadir untuk people, tampil dengan culture dan nature Indonesia.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Sesudah satu jam lebih perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, tibalah saya dan teman-teman blogger di Terminal 3. Perjalanan pada hari Ahad di Kota Jakarta sangat menyenangkan karena jalanan lancar. Kami yang bergerak dari Senayan City SCTV, tak terasa sudah sampai terminal 3, terminal yang menjadi buah bibir para netizen.

Setelah sessi foto bersama, kami dipandu Pak Chaerul Umam dari Angkasa Pura II berkeliling Terminal 3 bagian boarding pass sampai lantai dasar tempat istirahat menunggu keberangkatan pesawat. Mumpung masih sepi, kami pun diselingi berfoto ria dengan interior baru yang menarik dan asik.

Dalam teknologi, Terminal 3 mengklaim memiliki kecanggihan tinggi demi keamanan sekaligus kenyamanan pelanggan. Ketika berkeliling, saya yang jarang ke bandara, turut merasakan ketika berbaur melakukan perjalanan menggunakan pesawat di Terminal 3. Insya Allah.

People; Senyum, Sapa dan Sopan

Siang yang cerah, dengan suasana yang riang, dan saya tertinggal dari teman-teman blogger lainnya yang entah dimana karena saya terlalu asik clengak clinguk di booth sewaktu di lantai dasar, tempat menunggu keberangkatan, kaki mengikuti pandangan mata sampai tidak sadar saya keluar dari rombongan. Ketika sadar, saya pun segera mencari kawan karena takut tertinggal di Terminal 3.

rps20160731_210802_177.jpg

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

“Siang Ibu… Ada yang bisa saya bantu,” kata seorang kaka cantik yang rupanya merhatiin saya yang megang hape untuk menghubungi teman-teman sambil mata jelalatan mencari mereka.

“Iya, Mbak… lihat teman-teman saya nggak?” Dengan pedenya saya bertanya tentang teman-teman blogger.

“Ke sebelah sana, Bu…,” sambil menunjuk arah.

“Baik Mbak, terima kasih…” Saya mengikuti arah yang ditunjukkannya. Karena lantai dasar itu luas, dan saya malah tertarik sama area parkir pesawat dengan hujan yang mengguyur, saya malah sering berhenti untuk menikmati suasana dan melihat-lihat, dan arah pencarian pun menjadi tidak jelas.

Saya kembali bertanya pada petugas dengan pertanyaan yang sama. Kali ini yang saya tanya seorang Bapak, dengan ramah menunjukkan arah teman-teman saya berada. Akhirnya bertemu di dekat toilet, kami pun berkumpul…

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Hal di atas sebetulnya soal sepele, tersesat di rombongan. Tetapi bagi saya hal tersebut menjadi penting, karena saya memang terbiasa keluyuran dan nyasar. Salah satu yang sangat membantu adalah bertanya pada petugas. Seringkali bila dalam keadaan galau lalu berhadapan dengan penjawab yang ramah, hati terasa tenang, dan semangat kembali mencari jalan yang benar. Tetapi kalau yang menjawab dengan ketus dan jutek, malah menjadi gerutuan bagi penanya.

Senyum, sapa dan sopan, merupakan tindakan sederhana tetapi sangat berguna dan bermanfaat. Tidak mudah bagi petugas yang kelelahan bisa tersenyum dan ramah kecuali hal tersebut lahir dari karakter dan ketulusan. Para petugas yang sopan dan ramah bisa menjadi wakil dari masyarakat Indonesia yang sudah dikenal sebagai masyarakat yang sopan dan ramah serta berbudi luhur.

Culture; Tampilkan Seni dan Karya Anak Bangsa

Ketika memasuki Terminal 3, setelah boarding pass, terdapat deret foto para seniman dan budayawan Indonesia. Suatu hal yang menunjukkan pada sebuah apresiasi atas karya seni mereka. Tak banyak yang menghargai para seniman dan budayawan dalam etalase pameran ruang terbuka.

rps20160731_210840.jpg

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Dengan mengusung kearifan lokal dalam desaign dan memfasilitasi produk lokal, maka Terminal 3 bisa menjadi wadah dalam menunjukkan jati diri bangsa dan mengembangkan potensi karya anak bangsa. Ada banyak seniman dan budayawan yang menghiasi desaign Terminal 3, seperti Angki Purbandono, Eddi Prabandono, Eko Nugroho, Nus Salomo, Pintor Sirait, Ichwan Noor, Awan Simatupang, Nasirun, Galam Zulkifli, Indiegeurillas, Sardono W. Kusumo, dan Tromarama. Hasil karya mereka bisa kita nikmati di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Nature; Ramah Lingkungan

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Bangunan Terminal 3 didesaign dengan filosofi ramah lingkungan yang eco green technology dan system.Adapun fasilitas Terminal 3 sebagai berikut:

  1. Baggage Handling System (Automatic)-level 5. Sistem penanganan bagasi secara otomatis pada level 5. Pengangkutan bagasi penumpang secara komputerasi setelah melalukan check-in dan sortir otomatis terhadap bagasi.
  2. Airport Security System (ASS). Teknologi yang mengintegrasikan seluruh sistem peralatan CCTV, X Ray, Fire Alarm system, public address system dan access control system menjadi satu sistem yang secara efektif dan efisien melindungi penumpang, staff, dan seluruh pengguna jasa bandara dari accident, tindak kejahatan maupun ancaman lain yang mungkin dapat terjadi. System juga dapat mendeteksi orang yang dicurigai.
  3. Intelligence Building Management System (IBMS). Suatu sistem kontrol dan monitor yang digunakan pada sebuah bangunan atau gedung yang bertujuan untuk mengintegrasikan semua sistem pada bangunan tersebut. IBMS tidak hanya memonitor seluruh sistem elektronik yang ada, tetapi juga dapat mengatur sistem-sistem lainnya sehingga dapat mengoptimalkan efisiensi kerja operator.
  4. Rain water system. Terminal 3 sudah menggunakan bangunan yang memiliki sistem pengumpulan dan penampungan air hujan untuk digunakan kembali dalam kegiatan sehari-hari, seperti menyiram tanaman.
  5. Recycle water system. Terminal 3 juga memiliki recycle water system, sistem pengolahan air yang sudah digunakan sehingga dapat digunakan kembali.
  6. Visual Docking Guidance System. Suatu sistem untuk membantu seorang pilot memarkirkan pesawat.
  7. Ground Support Equipment System. Suatu sistem peralatann yang digunakan untuk melayani pesawat terbang sebelum keberangkatan maupun setelah tiba di bandara.
  8. Self Check in & Self Bagg Drop. Suatu fasilitas yang memudahkan penumpang sebelum bepergian dengan pesawat, yang mana penumpang dapat melakukan proses check in dan bagg drop sendiri.
  9. Water Cool Air Conditioning System. Suatu sistem pendingin ruangan untuk skala yang relatif besar.
  10. High level electrical system.  Sistem elektronik yang tinggi dan canggih.
  11. Renewable energy. Energi yang berasal dari sumber-sumber alamiah seperti sinar matahari, angin, hujan, geothermal dan biomassa. Power ini bersifat berkelanjutan. Suatu solusi dari perubahan iklim dan sumber energi yang ramah lingkungan.
rps20160731_210647_683.jpg

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

***

Demikian, kunjungan kami ke Terminal 3 yang bertajuk halal bihalal blogger dan wartawan dengan Angkasa Pura II sekaligus talkshow. Hadir sebagai pembicara Bapak Budi Karya sebagai Dirut Angkasa Pura II yang sekarang telah menjabat Mentri Perhubungan dan Renald Kasali sebagai Komisaris Pelaksana Terminal 3. Lala Karmela juga hadir untuk memberikan testimoninya tentang Terminal 3, sekaligus menghibur kami dengan lagu-lagunya yang asik.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Budi Karya dalam sambutan dan talkshownya memaparkan dan berterima kasih bahwa terwujudnya bangunan Terminal 3 ini tidak lepas dari kerjasama semua pihak. Terminal 3 sebagai mimpi kita bersama dalam mewujudkan tempat yang setara dengan negara lain. Fasilitas yang disediakan oleh Terminal 3 tidak lepas untuk kemudahan, keamanan dan kenyamanan.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Renald Kasali menambahkan tentang seni dan budaya yang ditampilkan pada Terminal 3 dengan memfasilitasi produk dan karya anak bangsa untuk membuka gerai di sini, di antaranya kopi lokal. Sangat menarik ketika Renald Kasali memaparkan bahwa Terminal 3 mengusung budaya dan karya anak Nusantara untuk tampil dan sejajar dengan produk impor. Adapun Lala Karmela memberi testimoni bahwa dia sangat antusias dengan adanya Terminal 3.

Bila Anda ingin bepergian naik pesawat terbang, coba ke Terminal 3, dan nikmati fasilitasnya. Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan.

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

Terminal 3 Bandara Seokarno-Hatta

 

 

 

 

Advertisements